| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 29 April 2026 Hari Minggu Palma - Mengenangkan Sengsara Tuhan

 

Minggu, 29 April 2026
Hari Minggu Palma - Mengenangkan Sengsara Tuhan
     
Dari kitalah yang harus dihamparkan di bawah kaki Kristus, dan bukannya pakaian atau ranting-ranting palma yang tak bernyawa. (St. Andreas dari Kreta)

 
Antifon Pembuka (Mat 21:9 / PS 491 / GR hal. 137 / GM hal. 272 / GS hal. 115 )

    
Terpujilah Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Terpujilah Yang Mahatinggi!
        
Pengantar

Pada hari Minggu Palma ini kita memperingati masuknya Yesus ke kota Yerusalem. Di mana Ia disambut dengan meriah sebagai Raja Agung. Mesias yang sudah sekian lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi. Pada saat itu Yesus naik seekor keledai: Sebagai tanda bahwa Ia seorang raja yang lemah lembut dan rendah hati. Tetapi akhirnya Ia menyerahkan diri untuk ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, disalibkan demi keselamatan kita dan keselamatan seluruh bangsa manusia.



Inilah Injil Suci menurut Matius (21:1-11)
 
   
"Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan."
    
Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-muird-Nya telah dekat kota dan tiba di Betfage, yang terletak di bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya mendahului-Nya dengan pesan, "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan menemukan seekor keledai betina yang tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau ada orang menegur kamu, katakan saja, 'Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.'" Hal itu terjadi supaya terpenuhilah firman yang disampaikan oleh nabi, 'Katakanlah kepada putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.' Maka pergilah kedua murid itu, dan mereka buat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesuspun naik keatasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan semua orang yang berjalan di depan dan di belakang Yesus, berseru, "Hosana bagi Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!" Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, "Siapakah orang ini!" Dan semua menjawab, "Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!"
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

Baca renungan untuk perarakan:  Mengapa Yesus menunggang keledai pada hari Minggu Palma?

Perarakan Daun Palma
Antifon 1 (atau lihat PS 492)
* Sambil membawa ranting-ranting zaitun anak-anak Ibrani menyambut Tuhan seraya berseru: Hosanna di tempat yang mahatinggi.
Ayat. (Mzm 24)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya*, jagat dan semua penghuninya. Ia telah mendasarkan di atas lautan* dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang mendaki gunung Tuhan* dan berdiri di tempat kudus-Nya?
Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, + dan tidak menginginkan dusta*, dan juga tidak bersumpah palsu.
3. Ia akan mendapat berkat dari Tuhan*, dan rahmat dari Allah penyelamatnya.
Inilah bangsa yang mencari Dia*, yang mencari wajah Allah Yakub.
4. Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, + dan lebarkanlah dirimu, hai gerbang abadi*, supaya masuklah raja mulia. Siapakah itu raja mulia?* Tuhan yang mahakuat dan mahakuasa, Tuhan yang jaya dalam pertempuran.
5. Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, + dan lebarkanlah dirimu, hai gerbang abadi, supaya masuklah raja mulia. Siapakah itu raja mulia? * Allah segala kuasa, Dialah raja mulia.

Antifon 2
* Anak-anak Ibrani membentangkan pakaian di jalan dan berseru: Hosanna bagi Putra Daud. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan.
Ayat. (Mzm 47)
1. Bertepuktanganlah, hai segala bangsa, *
bersoraklah bagi Allah dengan nyanyian gembira.
Sebab dahsyatlah Tuhan yang mahatinggi, *
raja agung atas seluruh bumi.
2. Ia menaklukkan bangsa-bangsa kepada kita, *
dan menundukkan suku-suku ke bawah kaki kita.
Ia menentukan warisan bagi kita, *
kebanggaan Yakub yang dicintai-Nya.
Allah telah naik diiringi sorak-sorai, *
Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
3. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, *
bermadahlah bagi raja kita, bermadahlah.
Sebab Allah merajai seluruh bumi,*
bermadahlah dengan tulus hati.
4. Allah memerintah segala bangsa, *
Ia bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemimpin bangsa-bangsa berkumpul
bersama Umat Allah Abraham +
karena seluruh bumi milik Allah, *
sangat mulialah pula.. 




  
Antifon Pembuka (Mzm 23:9-10)

Enam hari sebelum hari raya Paskah, tatkala Tuhan memasuki Yerusalem, anak-anak menyongsong-Nya. Mereka membawa daun palma dan bersorak gembira: Terpujilah Yang Mahatinggi! Diberkatilah yang datang dengan kerahiman berlimpah.   

   
Doa Pagi
    

Allah yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyerahkan Juru Selamat kami yang telah menjadi manusia dan direndahkan sampai wafat di salib sebagai teladan kerendahan bagi umat manusia. Perkenankanlah, agar kami meneladani sengsara-Nya dan pantas untuk bangkit bersama Dia, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                 .
   
Bacaan dari Kitab Yesaya (50:4-7)
                    
"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu."
            
Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
 
      
 
Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 819
Ref. Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?
Ayat. (Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; Ul: 2a)

1. Semua yang melihat aku mengolok-olok, mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang: “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah yang melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?” 
2. Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.   
3. Mereka membagi-bagikan pakaianku di antara mereka dan membuang undi atas jubahku. Tetap Engkau, Tuhan, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
4. Maka aku akan memahsyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji Engkau di tengah jemaat: Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia! Hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia! Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel.

   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:6-11)

   
"Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia."
   
Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!  
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.    
 
TERSEDIA DUA PILIHAN V1 DAN V2 UNTUK KISAH SENGSARA 
(BEDA TERJEMAHAN)

KISAH SENGSARA - Tahun A Mat 26:14 - 27:66  V2
N : Narator PP: Pontius Pilatus R : Wakil Rakyat S: Serdadu
† : Yesus Rs: Para Rasul Im: Imam Besar
Ptr : Petrus Yd: Yudas SO: Semua Orang     
 
N : Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid Yesus, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata:

Yd:“Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”

N : Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,
 
Rs: “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
 
N : Jawab Yesus, 
 
† : “Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakan kepadanya: ‘Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba, di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.’”
 
N : Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
 
N : Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Ketika mereka sedang makan, Ia berkata,
  
† : “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, salah seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.”
  
N : Lalu dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,
 
Rs: “Bukan aku, ya Tuhan?”
 
N : Yesus menjawab,
 
† : “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam mangkuk ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Putra Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Putra Manusia itu diserahkan! Lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!”
 
N : Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu, berkata,
 
Yd: “Bukan aku, ya Rabi?
 
N : Kata Yesus kepadanya,
 
† : “Engkau telah mengatakannya.”
 
N : Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, memberkati, dan memecah-mecahkannya, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata,
 
† : “Terimalah dan makanlah. Inilah tubuh-Ku.”
 
N : Sesudah itu Ia mengambil piala, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata,
 
† : “Minumlah, kamu semua, dari piala ini! Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa-dosa. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

N : Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke bukit Zaitun. Lalu berkatalah Yesus kepada mereka,
 
† : “Malam ini kamu semua akan terguncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala, dan kawanan domba akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”
 
N : Petrus menjawab-Nya,
 
Ptr:“Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak!”
 
N : Yesus berkata kepadanya,
   
† : “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

N : Kata Petrus kepada-Nya,
  
Ptr:“Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau.”
 
N : Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.
 
N : Kemudian sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
 
† : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
 
N : Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus beserta-Nya. Yesus mulai merasa sedih dan gelisah, lalu kata-Nya kepada mereka,
 
† : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya! Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.“
 
N : Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa,
 
† : “Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin, biarlah piala ini berlalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
 
N : Setelah itu, Yesus kembali kepada murid-murid-Nya, dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu Yesus berkata kepada Petrus,
 
 † : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: Roh memang memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah!”
 
N : Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa,
 
† : “Ya Bapa-Ku, jika piala ini tidak dapat berlalu kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” 
 
N : Ketika kembali lagi, Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka di situ, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka,
 
† : “Masihkah kamu tidur dan beristirahat? Lihat, sudah tiba saatnya Putra Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi! Dia yang menyerahkan Aku sudah mendekat.”

YESUS DITANGKAP

N : Waktu Yesus berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung. Mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.
 
N : Orang yang menyerahkan Yesus, telah memberitahukan suatu tanda kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata,
 
Yd: “Salam, ya Rabi!”
 
N : Lalu ia mencium Yesus. Tetapi, Yesus berkata kepadanya,
 
† : “Hai teman, untuk itukah engkau datang?”
 
N : Lalu majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi, seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedangnya, dan menyerang hamba Imam Besar, sehingga putus telinganya. Lalu kata Yesus kepadanya,
 
† : “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya sebab semua orang yang menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”
 
N : Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu,
 
† : “Sangkamu Aku ini penyamun sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”
 
N : Akan tetapi, semua ini terjadi supaya digenapi yang tertulis dalam kitab nabi-nabi. Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri.
 
N : Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai ke halaman Imam Besar. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat bagaimana akhir semuanya itu.
 
N : Imam-imam kepala dan para anggota Mahkamah Agama lainnya, mencari kesaksian palsu melawan Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Akhirnya tampillah dua orang, dan mengatakan,
 
R : “Orang ini berkata: Aku dapat meruntuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”
 
N : Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada Yesus,
 
Im: “Tidakkah Engkau memberi jawaban atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”
 
N : Tetapi, Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya,
 
Im: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Putra Allah, atau bukan?”
 
N : Jawab Yesus,
 
† : “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Putra Manusia duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
 
N : Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya sendiri dan berkata,
 
Im: “Ia menghujat Allah! Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?”
 
N : Mereka menjawab,
 
SO:“Ia harus dihukum mati!”
 
N : Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dan berkata,
 
R : “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?”
 
N : Sementara itu Petrus duduk di luar, di halaman. Lalu, datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata,
 
W : “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus orang Galilea itu.”
 
N : Tetapi Petrus menyangkal di depan semua orang, katanya,
 
Ptr: “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!”
 
N : Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang hamba perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ,
 
W : “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”
 
N : Petrus menyangkal lagi dengan bersumpah,
 
Ptr: “Aku tidak kenal orang itu!”
 
N : Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata,
 
R : “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka! Itu jelas dari bahasamu!”
 
N : Lalu mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah,
 
Ptr: “Aku tidak kenal orang itu!”
 
N : Pada saat itu berkokoklah ayam. Maka, teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedih.

N : Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul, dan membuat rencana untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya, dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, gubernur negeri itu.
 
N : Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, sambil berkata, 
 
Yd: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.”
 
N : Tetapi, jawab mereka,
 
R : “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”
 
N : Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata,
 
R : “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan sebab ini uang darah!”
 
N : Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk, untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian, digenapi fiman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: ‘Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."
 
N : Lalu Yesus dihadapkan kepada gubernur. Gubernur itu bertanya kepada-Nya,
 
PP: Benarkah Engkau raja orang Yahudi?
 
N : Jawab Yesus:
 
† : “Engkau sendiri yang mengatakanya!”
 
N : Tetapi, atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Lalu, kata Pilatus kepada-Nya,
 
PP: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi terhadap Engkau?”
 
N : Tetapi, Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga gubernur itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi gubernur untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu, ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, bernama Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka,
 
PP: “Siapa yang kamu kehendaki aku bebaskan bagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?”

N : Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
 
N : Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam, aku sangat menderita karena Dia.”

N : Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Gubernur itu bertanya kepada mereka,
 
PP: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?”
 
N : Kata mereka,
 
SO: “Barabas!”
 
N : Kata Pilatus kepada mereka,
 
PP: “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?”
 
N : Mereka semua berseru,
 
SO: “Ia harus disalibkan!”
 
N :Kata Pilatus,
 
PP: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?””
 
N : Namun, mereka berteriak semakin keras,
 
SO: “Ia harus disalibkan!”
 
N : Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak seraya berkata,

PP: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini. Itu urusan kamu sendiri!”
 
N : Seluruh rakyat itu menjawab,
 
SO: “Biarlah Darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”
 
N : Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus dicambuknya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.

N : Kemudian serdadu-serdadu gubernur membawa Yesus ke istana gubernur, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan mantel ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberikan sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olok Dia,
 
S : “Salam, hai Raja orang Yahudi!”
 
N : Mereka meludahi-Nya, lalu mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala Yesus. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan mantel yang dipakai-Nya itu, dan mengenakan kembali pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian, mereka membawa Dia keluar untuk disalibkan.
 
YESUS DISALIBKAN
N : Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Kemudian sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu; setelah mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
 
N : Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum, “Inilah Yesus Raja Orang Yahudi.” Bersama dengan Dia, disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata,

R : “Hai Engkau yang mau meruntuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari. Jika Engkau Putra Allah, turunlah dari salib itu dan selamatkanlah diri-Mu!
 
N : Demikian juga imam-imam kepala, bersama ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Yesus dan mereka berkata,

R : “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Jika Dia Raja Israel, baiklah Ia turun dari salib itu, maka kami akan percaya kepada-Nya! Ia mempercayakan diri-Nya kepada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia sekarang, jika Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata, ‘Aku adalah Putra Allah.’”
 
N : Bahkan, penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus, mencela-Nya demikian juga.
 
ELI, ELI, LAMA SABAKHTHANI?
N : Mulai dari pukul dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai pukul tiga. Kira-kira pukul tiga, berserulah Yesus dengan suara nyaring,
 
† : “Eli, Eli, lama sabakhthani?”

N : Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata,
 
R : “Ia memanggil Elia!”
 
N : Kemudian datanglah segera seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu menancapkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi, orang-orang lain berkata,
 
R : “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
 
N : Yesus berseru pula dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya.
 
(semua berlutut dan sambil menundukkan kepala, hening sejenak untuk mengenangkan wafat Tuhan)
 
N : Lihatlah, tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal, dibangkitkan.
 
N : Sesudah kebangkitan Yesus, mereka keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus, dan menampakkan diri kepada banyak orang.
 
N : Ketika melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat takut, lalu berkata,
 
S : “Sungguh, Orang ini Putra Allah!”
 
N : Ada juga di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
 
N : Menjelang malam, datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf, yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, ia pun pergi. Tetapi, Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, duduk di depan kubur itu. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus,
 
R : “Tuan, kami ingat bahwa si penyesat itu, sewaktu hidup-Nya berkata: ‘Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.’ Karena itu, perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga. Jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: ‘Ia telah bangkit dari antara orang mati.’ Sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama.”
 
N : Kata Pilatus kepada mereka,
 
PP: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu
sebaik-baiknya.”
 
N : Lalu pergilah mereka, dan dengan bantuan penjaga-
penjaga itu mereka memeterai kubur Yesus dan
menjaganya.
 
I : Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

P: Penginjil; K: Kristus; R: ucapan Rakyat, serta orang lain

 P Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius:
Pada waktu itu, seorang dari kedua belas murid Yesus,
yaitu yang bernama Yudas Iskariot,
pergi kepada imam-imam kepala.
Ia berkata kepada mereka:
  
R Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,
jika aku menyerahkan Dia kepadamu?
  
P Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari Hari Raya Roti-Tak-Beragi
datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata:
  
R Di manakah Engkau kehendaki
kami menyiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?
  
P Jawab Yesus:  
K Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakanlah kepadanya, 'Beginilah pesan Guru: Saat-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku ingin merayakan Paskah
bersama dengan murid-murid-Ku.’
 
P Lalu murid-murid melakukan
seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,
dan menyiapkan Paskah.
Setelah hari menjadi malam,
Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata:
      
K Aku berkata kepadamu:
Sungguh, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.
    
P Dengan hati sangat sedih
mereka seorang demi seorang, bertanya kepada-Nya:
  
 
R Bukan aku, ya Tuhan?  
P Yesus menjawab:   
K Seorang yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam piring ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Putra Manusia memang akan pergi,
sesuai dengan apa yang ada tertulis tentang Dia,
tetapi celakalah orang yang olehnya Putra Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!
  
P Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu, menyambung  
R Bukan aku, ya Rabi?   
P Kata Yesus kepadanya:   
K Engkau telah mengatakannya.  
P Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti,
mengucap berkat, memecah-mecahkan roti itu,
lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
  
K Ambillah dan makanlah, inilah tubuh-Ku.   
P Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur,
lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata:
   
K Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu:
mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur, sampai pada hari Aku minum anggur yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.
   
P Sesudah menyanyikan lagu pujiun.
pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke bukit Zaitun.
Maka berkatalah Yesus kepada mereka:
  
K Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis, 'Aku akan membunuh gembala,
dan kawanan domba akan tercerai-berai.,
Akan tetapi sesudah bangkit,
Aku akan mendahului kamu ke Galilea.
    
P Petrus menjawab:   
R Biarpun mereka sernua tergoncang imannya karena Dikau, aku sekali-kali tidak!   
P Yesus berkata kepadanya:     
K Aku berkata kepadamu: Sungguh, malam ini,
sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.
  
P Kata Petrus kepada-Nya:  
R Sekalipun aku harus mati bersama Dikau,
aku takkan menyangkal Engkau!
  
P Semua murid yang lain berkata demikian juga.
Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya
ke suatu ternpat yang bernama Getsemani.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
  
K Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.  
P Yesus membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka:  
K Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya!
Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.
  
P
Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:
   
K Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin.
biarlah cawan ini dijauhkan dan pada-Ku;
tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki,
melainkan seperti yang Engkau kehendaki.
  
P Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya, dan mendapati mereka sedang tidur.
Maka Yesus berkata kepada Petrus:
  
K Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Daku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan!
Roh memang penurut, tetapi daging itu lemah.
  
P Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa:  
K Ya Bapa-Ku, jika cawan ini tidak dapat dijauhkan
kecuali kalau Kuminum, maka jadilah kehendak-Mu!
  
P Dan ketika kembali pula,
Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur,
sebab mata mereka sudah berat.
Yesus membiarkan mereka,
lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya,
dan Ia mengucapkan doa yang sama.
Sesudah itu Ia kembali kepuda murid-murid-Nya
dan berkata kepada mereka:
  
K Tidurlah sekarang, dan beristirahatlah!
Lihat, saatnya sudah tiba, Putra Manusia diserahkan
ke tangan orang-orang berdosa..
Bangunlah, marilah kita pergi.
Dia yang menyerahkan Daku, sudah dekat.
   
P waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas,
salah seorang dari kedua belas murid Yesus,
dan bersama dia datang pula suatu rombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Yesus, telah memberitahukan tanda ini kepada mereka:
 
R Orang yang akan kucium, itulah Dia,
dialah yang harus kamu tangkap!
  
P Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata:  
R Salam, ya Rabi!  
P Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya:  
K Hai teman, untuk itukah engkau datang?    
P Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap Dia. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus, mengulurkan tangan, menghunus pedang,
dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung,
sehingga terpotonglah telinganya.
Maka kata Yesus kepadanya:
  
K Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya,
sebab barangsiapa menggunakan pedang,
ia akan binasa oleh pedang.
Atau kausangka Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya segera Ia kirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku?
Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan terpenuhi apa yang tertulis dalam Kitab Suci,  
yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian  
P Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu:
K Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang
lengkap dengan pedang dan pentung, untuk menangkap Daku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Daku.
Akan tetapi semua ini terjadi
supaya terpenuhilah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi.
  
P Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri. 
P Sesudah menangkap Yesus,
mereka membawa Dia menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh,
sampai masuk ke halaman rumah Imam Agung.
Setelah masuk ke dalam,
Petrus duduk di tengah-tengah para pengawal,
untuk melihat kesudahan dan perkara itu.
Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus,
supaya Ia dapat dihukum mati.
Tetapi mereka tidak mendapat bukti apa-apa,
walaupun tampil banyak saksi dusta.
Akhirnya tampillah dua orang yang mengatakan:

R Orang ini berkata, ‘Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam waktu tiga hari.’
P Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus:
R Tidakkah Engkau memberjawab
atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?

P Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung kepada-Nya:
R Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami:
Apakah Engkau Mesias, Putra Allah, atau bukan!

P Jawab Yesus:  
K Engkau mengatakannya. Aku berkata kepadamu:
Mulai sekarang kamu akan melihat
Putra Manusia duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit!
  
P Maka Imam Agung mengoyakkan pakaiannya dan berkata:  
R Dia menghojat Allah! Untuk apa kita mencari saksi lagi!
Sekarang telah kamu dengar hojat-Nya. Bagaimana pendapatmu?
  
P Mereka menjawab:  
R Ia harus dihukum mati!  
P Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan menampar Dia.
Ada orang lain memukul Dia dan berkata:
  
R Coba katakanlah kepada kami, hail Mesias,
siapakah yang memukul Engkau?
  
P Sementara itu Petrus duduk di luar, di halaman.
Maka datanglah seorang pelayan wanita kepadanya dan berkata:
  
R Engkau juga selalu bersama dengan Yesus, orang Galilea itu!   
P Tetapi Petrus menyangkal di depan semua orang, katanya:   
R Aku tidak tahu apa yang kaumaksudkan!  
P Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang,
seorang wanita lain melihat dia
dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ:
  
R Orang ini bersama dengan Yesus, orang Nazaret itu!  
P Tetapi Petrus menyangkal lagi dengan bersumpah, katanya:  
K Aku tidak kenal orang itu!  
P Tidak lama kemudian
orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata
  
K Pasti engkau pun salah seorang dari mereka!
Itu jelas dari bahasamu!
  
P Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah:  
R Aku tidak kenal orang itu!  
P Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
Maka teringatlah Petrus
akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya,
“Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedih.
Ketika hari mulai siang,
semua imam kepala dan kaum tua-tua bangsa Yahudi berkumpul
dan mengambil keputusan bahwa Yesus harus dibunuh.
Maka Yesus dibelenggu,
lalu mereka menyerahkan Dia kepada Pilatus,
yang adalah wali negeri.
Ketika Yudas, yang telah menyerahkan Yesus, melihat
bahwa Yesus tclah dijatuhi hukuman mati, menyesallah dia.
Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu
kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua, sambil berkata:
  
R Aku telah berdosa,
karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah!
     
P Tetapi jawab mereka:  
R Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!  
P Maka Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci,
lalu pergi dari situ dan menggantung diri
Imam-imam kepala. memungut. uang itu dan berkata:
  
R Uang ini tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan,
sebab ini uang darah!
  
P Sesudah berunding, maka dengan uang itu mereka membeli
sebidang tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk,
untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah.
Dengan demikian terpenuhilah Fiman
yang disampaikan oleh Nabi. Yeremia, katanya,
Mereka menerima tiga puluh uang perak,
yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang
menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
dan meraka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk,
seperti yang dipesan Tuhan kepadaku."
  
Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus.
Dan walinegeri itu bertanya kepada Yesus:
  
R Benarkah Engkau raja orang Yahudi?  
P Jawab Yesus:  
K Engkau sendiri mengatakannya!  
P Tetapi atas tuduhan yang diajukan
oleh imam-imam kepala dan kaum tua-tua terhadap diri-Nya,
Yesus tidak memberi jawab apa pun.
Maka kata Pilatus kepada-Nya:
  
R Tidakkah Engkau dengar
betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?
  
P Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun,
sehingga walinegeri itu sangat heran.
Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri
untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap hari raya
sesuai dengan pilihan rakyat.
Pada waktu itu ada dalam penjara
seorang yang terkenal karena kejahatannya, namanya Barabas.
Karena mereka sudah berkumpul di sana,
Pilatus bertanya kepada mereka:
  
R Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu:
Barabas? Ataukah Yesus, yang disebut Kristus?
   
P Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan.
isterinya mengirim pesan kepadanya:
   
R Jangan engkau mencampuri perkara orang yang saleh ini,
sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.
  
P Tetapi karena hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua.
rakyat bertekad meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan
dan Yesus dihukum mati. Wallnegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka:
     
R Siapa di antara kedua orang ini yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?  
P Kata mereka:  
R Barabas!  
P Kata Pilatus kepada mereka:     
  R Kalau begitu, apa yang harus kubuat dengan Yesus yang disebut Kristus?" 
P Mereka semua berseru:  
R la harus disalibkan!  
P Kata Pilatus:  
R Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?  
P Namun semakin keras mereka berteriak,   
R Ia harus disalibkan!  
P Pilatus melihat bahwa segala usahanya percuma,
malah sudah mulai timbul kekacauan.
Maka la mengambil air
dan membasuh tangannya di hadapan rakyat. seraya berkata:
Aku tidak bersalah terhadap darah orang inil
Itu urusan kamu sendiri!
  
P Dan seluruh rakyat itu menjawab:   
R. Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami
dan atas anak-anak kami!
Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka.
tetapi ia menyuruh supaya Yesus didera;
lalu ia menyerahkan Dia untuk disalibkan.
Para serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan,
lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus.
Mereka menanggalkan pakaian Yesus
dan mengenakan sebuah mantel berwarna ungu pada-Nya.
Mereka mengenyam sebuah mahkota duri
dan menaruhnya di atas kepala Yesus.
lalu memberi Dia sebatang buluh dl tangan kanan-Nya.
Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya
serta mengolok-olok Dia dengan berkata:
   
R Salam. hai raja orang Yahudi!   
P Mereka meludahi Yesus, lalu mengambil buluh itu,
dan dengan buluh itu memukul kepala-Nya.
Sesudah mengolok-olok Dia,
mereka menanggalkan mantol itu dari pada-Nya
dan mengenakan kembali pada-Nya pakaian-Nya sendiri.
Kemudian mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.

     
P Ketika berjalan ke luar kota,
mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene. yang bernama Simon
Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Maka sampailah mereka ke tempat yang bernama Golgota,
artinya: Tempat Tengkorak.
Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu.
Tetapi setelah mengecapnya. Yesus tidak mau meminumnya.
Sesudah menyalibkan Yesus,
para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi.
Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
Di atas kepala Yesus terpasang tulisan
yang menyebut alasan mengapa la dihukum, yaitu:
'Inilah Yesus Raja Orang Yahudi'.
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun
seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
Orang-orang yang lewat di situ, mengejek Yesus
dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata:
   
R Hai, Engkau yang mau merobohkan Bait Suci
dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,
selamatkanlah diri-Mu!
Jika Engkau Putra Allah, turunlah dari salib!
   
P Demikian juga imam-imam kepala
bersama para ahli Taurat dan orang tua-tua
mengolok-olok Yesus dan berkata:
  
R Orang lain diselamatkan-Nya.
tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat la selamatkan!
Dia raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib.
barulah kami akan percaya kepada-Nya!
la menaruh harapan-Nya pada Allah,
biarlah Allah menyelamatkan Dia
jika Allah berkenan kepada-Nya!
Karena la telah berkata, 'Aku adalah Putra Allah.”
  
P Bahkan kedua penyamun yang disalihkan bersama dengan Yesus,
menghinakan Dia juga.
Mulai dari jam dua belas
kegelapan meliputi seluruh daerah. itu sampai jam tiga.
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:
  
K Eli, Eli. lama sabakhtani!  
P Artinya, 'Allahku, ya Allahku,
mengapa Engkau meninggalkan Dakul'
Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ, berkata:
  
R Ia memanggil Elia!  
P Dan segera seorang dari mereka datang mendekat.
ia mengambil bunga karang,
mencelupkannya ke dalam anggur asam,
lalu mencucukkannya pada sebatang buluh
dan memberi Yesus minum.
Tetapi orang-orang lain berkata:
  
R Jangan! Baiklah kita lihat
apakah Elia datang menyelamatkan Dial
  
P Yesus berseru lagi dengan suara nyaring,
lalu menyerahkan nyawa-Nya.
   
Semua hening sejenak merenungkan wafat Tahan.
  
P Dan lihat,
tirai di Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
Dan terjadilah gempa bumi;
bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka,
dan banyak orang kudus yang telah meninggal, bangkit.
Dan sesudah kebangkitan Yesus,
mereka pun keluar dari kubur. lalu masuk ke kota suci.
dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi,
kepala pasukan dan para praiu rit yang menjaga Yesus,
berkata:
   
R Sungguh. orang ini adalah Putra Allah!  
P Adapula di situ banyak wanita yang memandang dari jauh,
yaitu wanita-wanita yang mengikuti Yesus dari Galilea
untuk melayani Dia.
Di antara mereka terdapatlah Maria Magdalena,
Maria ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak-anak Zebedeus.
Menjelang malam datanglah seorang kaya,
yang berasal dari Arimatea. yang bernama Yusuf;
yang telah menjadi murid Yesus juga.
Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus.
Maka Pilatus memberi perintah
supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya.
Lalu Yusuf menurunkan jenazah Yesus,
mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
lalu membaringkannya di dalam kuburnya sendiri
yang baru saja dia gali dalam bukit batu.
Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu,
pulanglah ia.
Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ,
sambil duduk di depan kubur.
Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan.
datanglah imam-imam kepala bersama dengan orang-orang Farisi
menghadap Pilatus.
Kata mereka kepada Pilatus:
    
R Tuan, kami ingat bahwa si penyesat itu,
sewaktu ia masih hidup, berkata,
'Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.”
Karena itu, perintahkanlah
untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga.
Kalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri jenazah-Nya,
lalu mengatakan kepada rakyat,
'Ia telah bangkit dari antara orang mati!'
Penyesatan ini akan lebih buruk akibatnya
daripada yang sebelumnya!
   
P Kata Pilatus kepada mereka:   
R Ini penjaga-penjaga bagimu;
pergilah dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya!
  
P Maka pergilah mereka,
dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu
mereka memeteraikan kubur Yesus dan mengatur penjagaannya.
   
Demikianlah Kisah Sengsara Tuhan kita.
U. Terpujilah Kristus.
      
 Renungan


Satu hal yang akan kita bawa pulang dari Gereja adalah ranting palma. Lagipula, hari ini adalah Minggu Palma, dan kita tentu berharap membawa pulang ranting palma. Dan karena itu adalah benda yang diberkati (diberkati di awal Misa), kita akan meletakkannya di altar rumah kita, atau menggantungnya di pintu utama, atau mungkin hanya membiarkannya tergeletak begitu saja. Dalam arti tertentu, ranting palem seperti cerminan kehidupan kita.

Kita melambaikan ranting palem di awal Misa untuk merayakan masuknya Yesus ke Yerusalem dengan penuh kemenangan. Kita pun memiliki momen-momen kejayaan dan merayakan pencapaian serta kesuksesan kita.

Di hari-hari mendatang, ranting palem akan mengering dan berubah menjadi cokelat, dan setelah beberapa waktu akan hampir terlupakan. Kita pun akan mengalami saat-saat sulit, dan kita mungkin merasa seperti diabaikan, ditinggalkan, dan terkadang bahkan merasa tidak berguna.

Tetapi kita harus ingat bahwa satu tahun kemudian, kita akan membawa kembali ranting-ranting palem ini ke Gereja, di mana ranting-ranting itu akan dibakar dan dijadikan abu untuk Rabu Abu. Hal itu juga memberi tahu kita bahwa kita harus mati bagi diri kita sendiri dalam pertobatan, agar dapat bangkit menuju kehidupan baru Kebangkitan.

Saat kita memasuki Pekan Suci, marilah kita mempersatukan diri kita dengan Yesus dalam penderitaan dan kematian-Nya, sehingga bersama Yesus, kita akan bangkit menuju kehidupan baru kebangkitan..
(RENUNGAN PAGI)


Baca renungan panjang untuk Minggu Palma klik tautan ini


Antifon Komuni (Mat 26:42)

Ya Bapa, jika tak mungkin piala ini berlalu tanpa Kuminum, jadilah kehendak-Mu.

Father, if this chalice cannot pass without my drinking it, your will be done.

Pater, si non potest hic calix transire, nisi bibam illum: fiat voluntas tua.
 

 

 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy