Hari Biasa Pekan XII
“Dia
menemukan manusia dalam kecenderungannya yang merusak menjadi seperti
hewan yang binasa, karena itu Dia dibaringkan di palungan, di tempat
makanan hewan, supaya kita, dengan mengganti kehidupan hewani, dapat
dibawa kepada pengetahuan yang lebih manusiawi, tidak mengambil bagian
makanan dari jerami, tetapi dari roti surgawi, dari tubuh yang memberi
hidup.” — St. Sirilus dari Alexandria
Antifon Pembuka (Mat 8:11)
Banyak orang datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama di dalam Kerajaan Surga dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
Doa Pagi
Allah Bapa Maha Pengasih, orang yang secara sederhana berseru mohon
pertolongan, tentu Kau dengarkan. Kami mohon, hadirlah di tengah-tengah
kami, tinggallah di antara kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Ratapan (22:2.10-14.18-19)
"Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion."
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam
amarah-Nya Ia menghancurkan benteng-benteng puteri Yehuda. Ia
mencampakkan ke bumi, dan mencemarkan kerajaan serta
pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di
tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung.
Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan
air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena reruntuhan
puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan di
lapangan-lapangan kita. Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan
anggur?” Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang
yang gugur ketika menghembuskan napas di pangkuan ibunya. Apa yang dapat
kunyatakan kepadamu? Dengan apa aku dapat menyamakan dikau, ya puteri
Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya
dara Sion? Karena luas bagaikan lautlah reruntuhanmu. Siapa yang akan
memulihkan dikau? Nabi-nabimu melihat penglihatan yang dusta dan hampa
bagimu. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu guna memulihkan dikau
kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan
menyesatkan. Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion!
Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam. Janganlah kauberi
dirimu istirahat. Janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah, pada
malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu
bagaikan air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup
anak-anakmu, yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan karena lapar!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.