Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 27 Juni 2026 Hari Biasa Pekan XII

 

Sabtu, 27 Juni 2026 
Hari Biasa Pekan XII

      
“Dia menemukan manusia dalam kecenderungannya yang merusak menjadi seperti hewan yang binasa, karena itu Dia dibaringkan di palungan, di tempat makanan hewan, supaya kita, dengan mengganti kehidupan hewani, dapat dibawa kepada pengetahuan yang lebih manusiawi, tidak mengambil bagian makanan dari jerami, tetapi dari roti surgawi, dari tubuh yang memberi hidup.” — St. Sirilus dari Alexandria

      
Antifon Pembuka (Mat 8:11)

Banyak orang datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama di dalam Kerajaan Surga dengan Abraham, Ishak dan Yakub.

Doa Pagi
    
Allah Bapa Maha Pengasih, orang yang secara sederhana berseru mohon pertolongan, tentu Kau dengarkan. Kami mohon, hadirlah di tengah-tengah kami, tinggallah di antara kami.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.                 
       
Credit: cstar55/istock.com
Bacaan dari Kitab Ratapan (22:2.10-14.18-19)
  
"Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion."
    
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam amarah-Nya Ia menghancurkan benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi, dan mencemarkan kerajaan serta pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena reruntuhan puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan di lapangan-lapangan kita. Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan anggur?” Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur ketika menghembuskan napas di pangkuan ibunya. Apa yang dapat kunyatakan kepadamu? Dengan apa aku dapat menyamakan dikau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara Sion? Karena luas bagaikan lautlah reruntuhanmu. Siapa yang akan memulihkan dikau? Nabi-nabimu melihat penglihatan yang dusta dan hampa bagimu. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu guna memulihkan dikau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion! Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam. Janganlah kauberi dirimu istirahat. Janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah, pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan karena lapar!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan 
Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan terus-menerus umat-Mu yang tertindas.
Ayat. (Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Ul:19b)
1. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu? Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
2. Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus. Lawan-lawanmu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda. Mereka kelihatan seperti orang mengayunkan kepalan tinggi-tinggi.
3. Mereka siap menebas kayu-kayuan yang lebat; dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung; mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah.
4. Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh kekerasan. Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.
 
Bait Pengantar Injil 
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 8:17) 
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:5-17)
    
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub."
            
Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya, “Tuan, aku tdak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu, Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikutinya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan wanita itu, lalu lenyaplah demamnya. Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu, dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” 
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus) 

 
Renungan
     
 
Hari ini kita merayakan peringatan fakultatif Santo Sirilus dari Aleksandria. Dia adalah seorang uskup dan doktor Gereja. Dia dikenal karena pembelaannya terhadap doktrin Gereja Katolik, terutama tentang Bunda Maria sebagai Bunda Allah. Ketika kaum bidat menentang hal itu, Santo Sirilus dari Alexandria berdiri dan membela doktrin tersebut dengan gigih, dan menang. Dan itu menjadi doktrin dalam Gereja Katolik. Hingga hari ini, kita masih menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Allah. 
   
 Dalam Injil kita hari ini, yang sebagiannya dimasukkan dalam perayaan liturgi di Gereja Katolik, karena imannya sebagai seorang perwira. Tetapi dia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan. Dan Yesus akan menyembuhkan hambanya ketika hamba itu meminta Yesus untuk melakukannya. Dan dia pergi kepada-Nya dan meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Ketika Yesus berkata, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Perwira itu berkata kepada Yesus, “Tuan, aku tdak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh" Dan Yesus berpaling kepada mereka yang mendengarkan-Nya dan kepada para rasul-Nya dan berkata, “Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel."
 
Perwira ini percaya bahwa sepatah kata dari Yesus sudah cukup. Dan sebenarnya, Yesus hanya berkata, pulanglah. Hamba-Nya akan sembuh. Dan tepat pada saat itu, hamba itu sembuh. Sebagian besar waktu kita datang ke gereja, kita datang untuk menghadiri misa setiap hari, setiap hari Minggu. Di hadapan Tuhan, kita memohon pengampunan. Kita meminta-Nya untuk memberkati kita. Kita memohon kepada-Nya untuk mengampuni semua dosa yang telah kita lakukan. Dan setelah misa, setelah pulang ke rumah, kita mendapati diri kita jatuh ke dalam dosa yang sama. Kita mendapati diri kita melakukan dosa yang sama yang kita minta kepada Tuhan untuk diampuni. Tantangan keras kepala seperti ini yang kita hadapi dalam hidup, kita perlu berpuasa dan berdoa agar kita tidak kembali kepada diri kita yang lama, kepada cara lama kita melakukan sesuatu, kepada dosa-dosa yang telah kita minta kepada Tuhan untuk diampuni. Entah kita lupa atau kita malas, kita kembali daripada melakukannya. Jika kita telah mengampuni seseorang, maka itu harus datang dari hati kita. Setelah pergi, maka orang itu bukan lagi musuh. Orang itu adalah teman, baik kerabat, anak-anak, suami, istri. Ketika Anda mengampuni, Anda melepaskan. Itulah hal-hal yang memperkuat iman kita, dan kita berbicara seperti perwira Romawi ini. Marilah kita berdoa semoga Allah Yang Mahakuasa menguatkan kita dan memperkuat iman kita, sehingga ketika kita berbicara kepada Tuhan, kita mendapatkan hasilnya dan kita menerimanya. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, sekarang dan selama-lamanya.. (RENUNGAN PAGI) 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 


Antifon Komuni (Mat 8:8)

Tuhan, saya tidak pantas menerima Tuhan di rumah saya. Tetapi, ucapkan kata sepatah, maka hamba-Mu akan sembuh.

Doa Malam


Yesus, tambahkanlah iman perwira yang rendah hati kepada kami. Kami mohon agar semakin nyatalah karya kuasa-Mu dalam diri kami sepanjang hidup kami. Sebab Engkaulah Allah kami, yang penuh belas kasih, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy