Sabtu, 20 Juni 2026
Hari Biasa Pekan XI
“Yesus menghendaki penyerahan diri sebagai anak kepada penyelenggaraan Bapa surgawi, yang peduli akan kebutuhan-kebutuhan terkecil anak-anak-Nya: "Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang kami makan? Apakah yang kami minum?... Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat 6:31-33) Bdk. Mat 10:29-31.” (Katekismus Gereja Katolik, 305)
Antifon Pembuka (Mzm 89:4.29)
Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia selamaya.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahasetia, bila kami Kaubimbing dengan sabda-Mu, maka kami takkan merasa khawatir. Kami mohon, semoga kami masih Kauperkenankan hidup dan jangan sampai kami ditinggalkan oleh kasih setia-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh (24:17-25)
“Yesus menghendaki penyerahan diri sebagai anak kepada penyelenggaraan Bapa surgawi, yang peduli akan kebutuhan-kebutuhan terkecil anak-anak-Nya: "Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang kami makan? Apakah yang kami minum?... Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat 6:31-33) Bdk. Mat 10:29-31.” (Katekismus Gereja Katolik, 305)
Antifon Pembuka (Mzm 89:4.29)
Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia selamaya.
Doa Pagi
Allah Bapa Mahasetia, bila kami Kaubimbing dengan sabda-Mu, maka kami takkan merasa khawatir. Kami mohon, semoga kami masih Kauperkenankan hidup dan jangan sampai kami ditinggalkan oleh kasih setia-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
| "Kaca Patri Agnus Dei - ditemukan di Katedral Florence (Basilica di Santa Maria del Fiore), Italia" Credit: mammuth/istock.com |
Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh (24:17-25)
"Kalian telah membunuh Zakharia antara Bait Allah mezbah."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan do = f, 2/4, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.29-30.31-32.33-34; Ul: 2)
1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun-temurun.”
2. Untuk selama-lamanya, Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa, dan takhtanya seumur langit.
3. Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku; jika ketetapan-Ku mereka langgar dan perintah-perintah-Ku tidak mereka patuhi.
4. Maka akan Kubalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.
Inilah Injil Suci menurut Matius (6:24-34)
"Janganlah khawatir akan hari esok."
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibunag ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Dalam catatan Injil, kita mendengar bahwa setelah kebangkitan Tuhan, para rasul kembali ke Galilea, dan Yesus menampakkan diri kepada mereka di sana. Dan menarik untuk mengetahui apa yang dilakukan para rasul. Mereka sedang memancing. Mereka telah kembali ke pekerjaan mereka. Mereka memiliki waktu luang antara saat Yesus bangkit dan saat itu, mereka belum turun untuk memulai semua doa yang berkaitan dengan persiapan Pentakosta dan sebagainya. Jadi apa yang mereka lakukan? Nah, mereka telah kembali ke pekerjaan mereka. Mereka memiliki perahu, mereka memiliki jala. Mereka sedang memancing di Laut Galilea. Dan Anda ingat, Yesus berseru, "apakah kalian telah menangkap sesuatu?" Mereka berkata, "tidak." Dia berkata, kalau begitu, "tebarkan jala lagi." Dan mereka menangkap ikan dalam jumlah yang luar biasa, dan mereka mengenali bahwa itu adalah Tuhan. Kemudian mereka pergi dan sarapan bersama Yesus di tepi pantai. Tetapi mereka telah kembali ke pekerjaan mereka.
Jika kita melihat Rasul Paulus, ketika ia bepergian, dan kadang-kadang ia tinggal di suatu tempat untuk waktu yang sangat lama, mungkin beberapa tahun, seperti yang dilakukannya di Korintus, apa yang dilakukannya? Nah, ia berprofesi sebagai pembuat tenda. Tentu saja, ia menyebarkan Injil dan melakukan semua pekerjaan kerasulannya, tetapi karena ia menetap di satu tempat untuk waktu yang lama, ia kembali bekerja. Jadi kita dapat melihat bahwa aspek pekerjaan ini adalah sesuatu yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia, tetapi juga sangat terintegrasi dalam kehidupan Kristen kita. Namun kita melakukannya tanpa khawatir dan tanpa kecemasan. Kita membaca Sabda Tuhan dalam Injil hari ini, yang meyakinkan kita bahwa Bapa di surga mengawasi kita, mengetahui apa yang kita butuhkan, dan kita dapat menyadari bahwa pekerjaan kita adalah cara biasa yang digunakan Allah dalam pemeliharaan-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita. Bukan hanya untuk kebutuhan kita, tetapi juga untuk orang-orang yang berada di berbagai tahap kehidupan atau kondisi kehidupan, yang sudah lanjut usia atau masih sangat muda, atau yang sakit atau dalam situasi kekacauan sipil atau berbagai alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat melanjutkan pekerjaan mereka, mereka tidak dapat melanjutkan perdagangan mereka untuk sementara waktu atau untuk periode tertentu dalam hidup mereka, nah, mereka yang bekerja mendukung dan membantu mereka. Jadi kita dapat mengenali tangan pemeliharaan Tuhan dalam hal ini, dan agar kita dapat terlibat dalam pekerjaan kita dan menyadari bahwa kita melakukannya dalam nama Kristus dan kita menjalankannya sebagai bagian dari kehidupan Kristen kita, tetapi tanpa kekhawatiran, tanpa kecemasan, karena kita mendengar kata-kata Yesus hari ini, Bapa di surga mengawasi dan memelihara kita.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Doa Malam
Bapa yang Mahabaik, aku bersyukur atas sabda-Mu hari ini. Mampukanlah
aku, ya Bapa, supaya aku semakin percaya akan cinta-Mu yang selalu
meneguhkan. Bapa, tolonglah aku supaya dalam kehidupan ini mampu mencari
yang berguna bagi kehidupan kekal, di mana aku akan Engkau kumpulkan
bersama Putra-Mu dalam Kerajaan Surga. Amin.
AK/RENUNGAN PAGI




