Senin, 08 Juni 2026
Hari Biasa Pekan X
Sungguh bukan sifatmu tidak rela melihat orang lain berhasil (St. Ignatius dari Antiokhia.)
Hari Biasa Pekan X
Sungguh bukan sifatmu tidak rela melihat orang lain berhasil (St. Ignatius dari Antiokhia.)
Antifon Pembuka (Mzm 34:9)
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
Doa Pagi
Allah Bapa Sumber Kehidupan, Engkau senantiasa menjaga hidup kami dengan rezeki hidup sehari-hari. Buatlah hati kami makin terbuka akan karya-Mu dan penuhilah kami dengan sukacita. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
Doa Pagi
Allah Bapa Sumber Kehidupan, Engkau senantiasa menjaga hidup kami dengan rezeki hidup sehari-hari. Buatlah hati kami makin terbuka akan karya-Mu dan penuhilah kami dengan sukacita. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (17:1-6)
"Elia melayani Tuhan, Allah Israel."
Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana ." Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan do= d, 4/4, PS 805
Ref. Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.
atau Pertolongan kita dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
Ayat. (Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
2. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel .
3. Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
4. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil do=f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 6:23b)
Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.
Inilah Injil Suci menurut Matius (5:1-12)
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Pada hari Sabtu, kita telah menyelesaikan serangkaian bacaan panjang dari Injil Markus untuk hari biasa, dan hari ini kita memulai refleksi 12 minggu tentang Injil Matius. Dan hari ini, tentu saja, kita mulai dengan kisah indah tentang Sabda Bahagia dari Khotbah di Bukit. Kisah ini seolah-olah mempersiapkan panggung untuk pelayanan publik Yesus; sederhananya, Sabda Bahagia adalah kumpulan janji yang indah dan diberikan, seperti yang Anda baca atau dengar, kepada orang-orang yang rendah hati, sederhana, dan benar. Sebuah ganjaran yang sangat besar bagi mereka yang setia. Dan dalam kisah Sabda Bahagia, tentu saja Kristus mengingatkan kita dan menjanjikan kita bahwa kita diberkati, bahwa orang-orang yang mendengar kata-kata itu dari Yesus untuk pertama kalinya diberkati. Saya pikir kita masing-masing dapat mengidentifikasi diri dengan salah satu dari delapan janji indah yang diucapkan Tuhan.
Dalam segala berkat-berkat yang dilimpahkan-Nya kepada semua orang yang miskin di hadapan Allah, orang-orang yang berduka, orang-orang yang lemah lembut, orang-orang yang lapar dan haus akan keadilan, orang-orang yang penyayang, dan orang-orang yang suci hatinya, mereka yang bekerja untuk perdamaian dan pembawa damai, dan kemudian mereka yang dianiaya karena Tuhan dan karena iman mereka kepada-Nya, semua ini pada dasarnya merupakan ciri khas kita sebagai orang Kristen. Masing-masing dari kita dipanggil untuk menjadi umat Allah yang setia, untuk hidup layak sesuai dengan hukum dan perintah-perintah-Nya, untuk melakukan apa pun yang kita bisa agar kita dapat mewartakan Dia di dunia kita saat ini melalui kehidupan kita masing-masing.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Mat 5:3)
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Sabda bahagia mencerminkan wajah Yesus Kristus dan cinta kasih-Nya.
Mereka menunjukkan panggilan umat beriman, diikutsertakan di dalam
sengsara dan kebangkitan-Nya; mereka menampilkan perbuatan dan sikap
yang mewarnai kehidupan Kristen; mereka merupakan janji-janji yang tidak
disangka-sangka, yang meneguhkan harapan di dalam kesulitan; mereka
menyatakan berkat dan ganjaran, yang murid-murid sudah miliki secara
rahasia; mereka sudah dinyatakan dalam kehidupan Perawan Maria dan semua
orang kudus. (Katekismus Gereja Katolik, No. 1717)
Renungan Pagi



