| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini |Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 06 Juni 2026 Hari Biasa Pekan IX

 
Sabtu, 06 Juni 2026
Hari Biasa Pekan IX

“Cinta kasih merupakan panggilan yang sangat mendasar bagi setiap manusia dan sudah tertera dalam kodratnya” (St. Yohanes Paulus II)


Antifon Pembuka (Mzm 71:14-15)


Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal! Pandnaglah apa yang dikerjakan-Nya bagimu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. 


Doa Pagi
    
Allah Bapa Mahabaik, kebaikan-Mu senantiasa Kaunyatakan kepada kami. Mampukanah kami menjadi pewarta kebaikan-Mu dengan kata dan perbuatan.  Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
    
"Kaca Patri Agnus Dei - ditemukan di Katedral Florence (Basilica di Santa Maria del Fiore), Italia" Credit: mammuth/istock.com
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (4:1-8)
   
"Lakukanlah pekerjaan seorang pewarta Injil. Hidupku mulai dicurahkan dan Tuhan akan mengaruniakan mahkota keselamatan kepadaku."

Saudara terkasih, di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya: Wartakanlah sabda Allah. Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Sebab akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya, untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi engkau, kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah dalam penderitaan, lakukanlah pekerjaan pewarta Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! Mengenai aku, darahku mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah mendekat. Aku telah menyelesaikan pertandingan yang baik, mencapai garis akhir dan memelihara iman. Kini tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku pada hari-Nya oleh Tuhan, hakim yang adil; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku akan menceritakan keselamatan yang datang dari-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 71:8-9.14-15a.16-17.22; R.15b)
1. Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, sepanjang hari penuh penghormatan kepada-Mu. Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.
2. Tetapi aku senantiasa mau berharap kepada-Mu, dan menambah puji-pujian bagi-Mu. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu.
3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
4. Aku pun mau menyanyikan syukur dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 5:3)
Berbahagialah yang bersemangat miskin, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.   
    
Inilah Injil Suci menurut Markus (12:38-44)
    
"Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."

Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah sejumlah janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 


Renungan

Rasa ingin tahu dan petualangan adalah bagian dari sifat manusia. Dengan rutinitas yang monoton, kebosanan pasti akan muncul dan kita akan mulai mencari kegembiraan dalam hidup kita. Jadi, dalam apa pun yang kita lakukan, atau bahkan dalam apa pun yang kita makan, kita ingin memiliki variasi, dan kita ingin mencoba hal-hal baru. Tetapi ketika menyangkut keyakinan agama kita, maka kita juga harus menyadari bahwa kebenaran-kebenaran penting telah diungkapkan kepada kita oleh Yesus. Dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa dalam hal Kekristenan, tidak ada hal baru yang belum diungkapkan; mungkin hanya pemahaman yang lebih dalam tentang misteri iman. 
 
Bacaan pertama memperingatkan kita bahwa akan tiba waktunya ketika, jauh dari merasa puas dengan pengajaran yang benar, orang-orang akan rakus akan hal-hal baru sesuai selera mereka, dan alih-alih mendengarkan kebenaran, mereka akan beralih ke mitos. Itulah sebabnya Santo Paulus mendesak Timotius untuk memberitakan Kabar Baik, diterima atau tidak diterima, dan untuk bersikeras akan hal itu. Percaya pada kebenaran menuntut kita untuk setia pada Kabar Baik Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi, setiap hari, kita harus tetap setia pada kebenaran yang telah diajarkan kepada kita dan tetap berada di jalan yang benar. Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat kita. Apa pun atau siapa pun selain Dia hanyalah godaan lain.
 
Pada dasarnya apa yang Tuhan Yesus katakan kepada kita semua adalah untuk berhati-hati dan waspada terhadap godaan ego dan kesombongan dalam hidup kita. Kita harus memusatkan perhatian kita pada Tuhan dan menempatkan Dia di urutan pertama dan utama dalam hidup kita, jika tidak, kita akan mudah terpengaruh dan tergoda seperti yang telah dilakukan banyak leluhur kita di masa lalu. Sejak zaman Adam dan Hawa di Taman Eden, Setan telah menggoda kita umat manusia dengan godaan kesombongan, keinginan daging, dan godaan pengetahuan, dan musuh besar kita ini sangat mengetahui kerentanan dan kelemahan kita. Inilah sebabnya mengapa kita masing-masing perlu sangat berhati-hati agar kita tidak tergoda dengan cara yang sama. Kita diingatkan bahwa semakin besar berkat yang kita terima, maka semakin banyak kita dipanggil untuk bermurah hati dalam membantu orang lain, terutama dalam keadaan perekonomian sulit akhir-akhir ini, tidak hanya dalam hal uang atau materi, tetapi bahkan dalam memberikan waktu dan diri kita sendiri, kasih kita, karena ada banyak cara memberi selain hanya uang.
 
Marilah kita semua menjadi teladan serta panutan iman yang baik dalam mengasihi Allah dan mengasihi sesama, melakukan yang terbaik untuk semakin murah hati dalam memberikan hati, perhatian, usaha, dan kasih kita. Amin.
 
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Antifon Komuni (Mrk 12:43)
 
Sungguh, janda miskin memasukkan ke dalam peti dana lebih banyak daripada orang lain. 
 
Doa Malam

Yesus Guru yang sejati, Engkau mengajar kami agar selalu rendah hati dan tidak mencari kehormatan pribadi. Jangan tinggalkan kami ya Yesus, terutama dalam menyelesaikan pertandingan di dunia ini untuk mempersembahkan diri seutuhnya demi Kerajaan Surga. Ini kami mohon kepada-Mu, sebab Engkaulah andalan dan kekuatan hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
  
   

RENUNGANPAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy