Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Kamis, 06 Agustus 2026 Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

  

Kamis, 06 Agustus 2026
Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
 
“Ketika Tuhan memberimu rahmat untuk merasakan kehadiran-Nya, dan menghendaki agar engkau dapat berbicara kepada-Nya seperti kepada sahabat yang terkasih, katakanlah kepada-Nya perasaanmu dengan bebas dan percaya diri. Sang Kebijaksanaan itu akan bersegera menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang mencari-Nya (lih. Keb 6:14). Ia akan bersegera menghampirimu, ketika engkau mencari kasih-Nya. Ia akan menghadirkan diri-Nya kepadamu, untuk memberimu rahmat dan obat yang engkau perlukan. Ia hanya menunggu satu kata darimu, untuk menunjukkan bahwa Ia ada di sisimu dan mau mendengarkanmu dan menopangmu….” (St. Alfonsus de Liguori)
   
PADA MISA HARI INI ADA GLORIA (MADAH KEMULIAAN)  
        


Antifon Pembuka (bdk. Mat 17:5)

Dalam awan yang bercahaya tampaklah Roh Kudus, dan terdengarlah suara Bapa: Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!

In a resplendent cloud the Holy Spirit appeared. The Father's voice was heard: This is my beloved Son, with whom I am well pleased. Listen to him. 
  
Tibi dixit cor meum, quæsivi vultum tuum, vultum tuum Domine requiram: ne avertas faciem tuam a me.
  
Doa Pagi

Ya Allah, dalam Penampakan Kemuliaan Putra Tunggal-Mu, Engkau mengukuhkan misteri iman dengan kesaksian Musa dan Elia. Secara mengagumkan, Engkau juga memaklumkan martabat kami sebagai anak-anak angkat-Mu yang terkasih. Semoga kami, yang mendengarkan suara Putra-Mu terkasih, menjadi ahli waris yang sah bersama-Nya, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
   
Bacaan Pertama
Bacaan dari Nubuat Daniel (7:9-10.13-14)
    
"Pakaian-Nya putih seperti salju."
     
Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya, dan kerajaan-Nya tidak akan binasa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = g, 2/4, PS 836
Ref. Tuhan adalah Raja, Mahatinggi di atas seluruh bumi.
Atau Segala bangsa bertepuk tanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta
.

Ayat. (Mzm 97:1-2.5-6.9; R: lih. 1a.9a)
1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Sebab, ya Tuhan Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.    

Peringatan Pemberkatan Gereja Basilika St. Maria Maggiore (2026)

 
                                                   MatthiasKabel CC-BY-SA-2.5

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, gereja terbesar di dunia yang dipersembahkan bagi Bunda Maria. Di dalamnya bertahta ikon kuno yang sangat dihormati, Salus Populi Romani (Pelindung Rakyat Roma).

Berdirinya basilika ini berawal dari peristiwa ajaib Bunda Maria Salju. Pada abad ke-4, sepasang suami istri Kristen yang saleh berdoa meminta petunjuk untuk menyumbangkan harta mereka bagi Gereja. Jawabannya datang melalui sebuah mukjizat: salju turun di Bukit Esquiline pada puncak musim panas tanggal 5 Agustus, yang secara ajaib menandai lokasi pembangunan basilika tersebut.

Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat peziarahan. Bahkan Paus Fransiskus selalu memanjatkan doa dan mempercayakan misinya di hadapan ikon Salus Populi Romani setiap kali sebelum dan sesudah melakukan perjalanan kerasulannya.

Pesan Rohani Bagi Kita Perayaan pemberkatan Basilika yang agung ini membawa makna spiritual yang sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini:

  • Kita adalah Bait Allah yang Hidup: Sama seperti basilika yang dikhususkan bagi Tuhan, diri kita adalah "Batu-batu Hidup". Hati, pikiran, dan tubuh kita adalah Bait Suci tempat Roh Kudus berdiam.

  • Panggilan kepada Kekudusan: Karena kita adalah rumah Allah, kita harus menjaga kesucian batin kita. Kita dipanggil untuk menjauhi kegelapan dosa dan memastikan benih iman kita benar-benar hidup serta berbuah, bukan sekadar formalitas belaka.

  • Meneladani Bunda Maria: Bunda Maria adalah model penyerahan diri yang total. Melalui teladannya, kita diajak untuk mengasihi Tuhan dengan komitmen penuh dalam setiap tindakan, pekerjaan, dan interaksi kita sehari-hari.

Rabu, 05 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII

 
Rabu, 05 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XVIII

"Hasil dari kebingungan peran ini di era modern telah menjadi kecenderungan untuk awam menjadi seperti imam dan peran imam seperti hilang. Indikasi dari kebingungan ini telah meningkatkan penghapusan aturan altar dari tempat-tempat suci, misal sedang duduk atau ketika setiap orang sedang sujud di sekitar tatanan altar. Begitu banyak orang sudah mulai berjalan atau masuk ke tempat kudus, sangat banyak sehingga ada banyak kekeliruan sikap dan gangguan di banyak pelayanan liturgi kita. Ekaristi Kudus itu dalam situasi seperti ini menjadi sebuah pertunjukan dan imam menjadi aktor dari pertunjukan itu ... " (Albert Malcolm Kardinal Ranjith, Uskup Agung Colombo)
      
Antifon Pembuka (Yer 31:10d)

Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

Doa Pagi
     
Allah Bapa Mahasetia, perkenankanlah kami menerima sabda-Mu, dan percaya akan janji-Mu melalui Yesus Mesias, Sabda-Mu terakhir serta cahaya hidup kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa,  yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 


    
Bacaan dari Kitab Yeremia (31:1-7)
   
"Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi."

Tuhan bersabda, "Aku akan menjadi Allah segenap kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka mendapat kasih karunia di padang gurun yaitu bangsa yang terluput dari pedang. Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya; dan dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, 'Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu lagi dengan rebana, dan akan tampil dalam tarian sukaria. Engkau akan membuat kebun anggur lagi di gunung-gunung Samaria; dan orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya para penjaga akan berseru di Gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, menghadap Tuhan, Allah kita! Sebab beginilah sabda Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel."
 
Demikianlah sabda Tuhan 
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus Hari Ini: 04 Agustus 2026 St. Yohanes Maria Vianney

 

Sharon Mollerus CC
  

Hari ini, Gereja memperingati Santo Yohanes Vianney seorang imam paroki bersahaja dari Ars, sebuah desa kecil di Prancis selatan. Lahir di tengah keluarga sederhana yang sangat saleh, benih panggilannya tumbuh subur melalui teladan iman di rumahnya. Kecintaannya yang mendalam pada Tuhan, secara khusus dalam Sakramen Mahakudus, perlahan-lahan menggerakkan hatinya untuk menjawab panggilan suci menjadi seorang imam.

Namun, perjalanan menanggapi panggilan itu jauh dari kata mulus. Yohanes harus berjuang keras secara akademis, terutama dalam menguasai bahasa Latin yang saat itu menjadi bahasa resmi dan liturgi Gereja. Kegagalan demi kegagalan ia alami. Rintangannya pun semakin berat ketika proses studinya sempat terhambat oleh kekacauan akibat Perang Napoleon. Meski berkali-kali dihadapkan pada jalan buntu, tekad dan kerinduannya untuk melayani Tuhan tidak pernah padam. Kegigihannya membuktikan bahwa ketidaksempurnaan manusia bukanlah halangan bagi kasih karunia Tuhan. Pada akhirnya, dengan ketekunan yang luar biasa, ia berhasil melewati semua ujian itu, menerima tahbisan, dan kelak dikenang sebagai salah satu teladan imam paroki terbesar dalam sejarah Gereja.

Selasa, 04 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam (Tahun A)

 


Selasa, 04 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam  

“Di dalam doa yang dilakukan dengan baik, semua kesulitan lenyap, seperti salju di bawah sinar matahari” (St. Yohanes Maria Vianney)

Antifon Pembuka (Mzm 132 (131):9)

Semoga imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Your priests, O Lord, shall be clothed with justice; your holy ones shall ring out their joy


Doa Pagi


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Yohanes Maria, karena kegiatannya sebagai pastor di Ars. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
 

     
 
Bacaan dari Kitab Yeremia (30:1-2.12-15.18-22) 
 
"Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub." 

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.” Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengaasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipatganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?” demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Senin, 03 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII (Tahun A)

 
Senin, 03 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XVIII

Seorang imam adalah tiang-tiang dasar untuk membantu orang lain, sedangkan saya begitu lemah sehingga membutuhkan bantuan orang lain. --- St. Albertus dari Trapani

Antifon Pembuka (Mzm 81:17)

Umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum dan Kupuaskan dengan madu kuat.

Doa Pagi


Allah Bapa Yang Maharahim, kasihanilah dan dampingilah kami dengan sabda-Mu, daya Roh-Mu. Kami mohon, berilah kami rezeki untuk bekal perjalanan, ialah Yesus pemimpin kami, yang menjadi Pengantara kami di hadapan-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


  

 Bacaan dari Kitab Yeremia (28:1-17)
 
"Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta."
   
Peristiwa ini terjadi di Kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon, berkata kepadaku di rumah Tuhan, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat, "Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan Kukembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah sabda Tuhan! Sungguh, Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!" Lalu berkatalah Nabi Yeremia kepada Nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata nabi Yeremia, "Amin! Semoga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarlah perkataan yang akan kukatakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan." Kemudian Nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu. "Beginilah sabda Tuhan, 'Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel, dari pada tengkuk segala bangsa!" Kemudian pergilah nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, "Pergilah dan katakanlah kepada Hananya, 'Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya! Sebab beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, 'Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya." Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya, "Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, 'Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan." Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 03 - 09 Agustus 2026

Senin, 03 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H). 
Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36
 
Selasa, 04 Agustus: Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam (P). 
Yer. 30:1-2.12-15.18-22; Mzm. 102:16-18.19-21.29.22-23; Mat. 15:1-2.10-14
 
Rabu, 05 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H). 
Peringatan Fakultatif Pemberkatan Gereja Basilika SP Maria (P). 
Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10.11-12ab.13; Mat. 15:21-28.
 
Kamis, 06 Agustus: Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya (P). 
Dan. 7:9-10,13-14; Mzm. 97:1-2,5-6,9;  2Ptr. 1:16-19; Mat. 17:1-9
 
Jumat, 07 Agustus: Hari Biasa Pekan XVIII (H).
Peringatan Fakultatif St. Sixtus II dan St. Kayetanus
Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3.6-7; MT Ul. 32:35cd-36ab.39abcd.41; Mat. 16:24-28. 
 
Sabtu, 08 Agustus: Peringatan Wajib St. Dominikus, Imam (P). 
Hab 1:12—2:4; Mzm. 9:8-9.10-11.12-13; Mat. 17:14-20.
 
Minggu, 09 Agustus: Hari Minggu Biasa XIX (H). 
1Raj. 19:9a,11-13a; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Rm. 9:1-5; Mat. 14:22-33. 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy