Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 04 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam (Tahun A)

 


Selasa, 04 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Yohanes Maria Vianney, Imam  

“Di dalam doa yang dilakukan dengan baik, semua kesulitan lenyap, seperti salju di bawah sinar matahari” (St. Yohanes Maria Vianney)

Antifon Pembuka (Mzm 132 (131):9)

Semoga imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Your priests, O Lord, shall be clothed with justice; your holy ones shall ring out their joy


Doa Pagi


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belaskasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Yohanes Maria, karena kegiatannya sebagai pastor di Ars. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.       
 

     
 
Bacaan dari Kitab Yeremia (30:1-2.12-15.18-22) 
 
"Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub." 

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.” Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengaasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipatganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?” demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan 
Ref. Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23)
1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
   
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 1:49b)
Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel.
    

Inilah Injil Suci menurut Matius (15:1-2, 10-14)
 
"Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" 
   
Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?” Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
    

 

Renungan

Tuhan Yesus dengan lembut namun tegas mengingatkan kita bahwa ketaatan pada aturan lahiriah semata tidaklah cukup untuk mendatangkan kekudusan di hadapan Allah. Secara logika sederhana, apa yang kita konsumsi hanya akan memelihara tubuh fisik kita dan kemudian berlalu. Segala sesuatu yang masuk dari luar tidak memiliki kuasa untuk menodai kedalaman iman dan moral kita.

Di zaman sekarang, pesan Yesus ini menjadi perenungan yang sangat relevan, terutama ketika kita melihat dinamika kehidupan berbangsa dan kepemimpinan di sekitar kita. Terkadang, manusia mudah terjebak pada sekadar "kesalehan lahiriah." Seseorang bisa saja terlihat begitu taat beragama dan menjaga citra yang luhur di mata publik. Namun, Yesus mengajak kita melihat lebih dalam: bahwa kemurnian sejati ditentukan oleh apa yang memancar dari dalam hati kita, bukan semata-mata penampilan yang tampak dari luar.

Kekuasaan, kedudukan dasarnya adalah hal yang netral—sarana yang dititipkan untuk melayani. Benda-benda ini tidak memiliki kehendak sendiri. Namun, ketika sarana tersebut bersinggungan dengan hati nurani yang rapuh, godaan pun muncul. Ketika yang "keluar" dari diri seseorang adalah sikap mementingkan diri sendiri, ketidakjujuran, dan penyalahgunaan amanat rakyat, hal-hal inilah yang sesungguhnya menodai keluhuran martabatnya di hadapan Allah.

Tuhan telah mengaruniakan akal budi dan nurani agar kita mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Seringkali, penyimpangan terjadi bukan karena ketidaktahuan. Banyak yang menyadari bahwa mengabaikan kesejahteraan sesama adalah sebuah kesalahan. Sayangnya, anugerah kecerdasan terkadang keliru digunakan; bukan untuk mengabdi, melainkan untuk mencari celah pembenaran atas kepentingan pribadi atau golongannya.

Pada akhirnya, integritas, buah pelayanan, dan keikhlasan kitalah yang akan berbicara di hadapan Allah. Ketika seseorang menggunakan wewenangnya selaras dengan kehendak Tuhan—yakni menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi sesama—ia sedang hidup dalam rahmat-Nya. Sebaliknya, manakala amanat itu diabaikan demi kepentingan sesaat, ia sesungguhnya sedang menjauhkan diri dari kasih Allah, terlepas dari seberapa sempurna citranya di mata dunia. Realitas ini tampak sederhana, namun nyatanya membutuhkan rahmat Tuhan untuk bisa dihidupi.

Oleh karena itu, saudara-saudari yang terkasih, di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan ini, marilah kita bertanya pada diri sendiri:

  •     Akankah kita terbawa arus dan menganggap wajar hal-hal yang tidak selaras dengan kebenaran, hanya karena banyak orang melakukannya?
  •     Atau akankah kita tetap berpegang teguh pada hikmat dan kasih Kristus?

Mari kita memohon rahmat Tuhan agar tidak mudah terkecoh oleh sekadar penampilan luar. Marilah kita senantiasa menjaga kebersihan hati, sehingga apa yang mengalir dari pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sungguh-sungguh membawa kebaikan, kejujuran, dan kasih. Kita serahkan diri kita dan bangsa ini ke dalam penyelenggaraan hikmat Tuhan yang adil dan sempurna, sembari terus menjadi pembawa damai dan kebenaran di tengah dunia. Amin.
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id klik tautan ini
    
Doa Malam

Ya Tuhanku dan Allahku, semoga dalam kesulitan dan kegalauan hati, aku berani datang dan mempercayakan hidupku dalam kuasa kasih-Mu. Semoga Engkaulah yang mampu menyelamatkanku dan bahkan seluruh dunia. Amin.

   
 
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy