Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Minggu, 09 Agustus 2026 Hari Minggu Biasa XIX

 

Minggu, 09 Agustus 2026
Hari Minggu Biasa XIX
   
      
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita. (1Yoh 3:24)
    
Antifon Pembuka (Mzm 74:20.19.22.23)
  
Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

Look to your covenant, O Lord, and forget not the life of your poor ones for ever. Arise, O God, and defend your cause, and forget not the cries of those who seek you.

Respice, Domine, in testamentum tuum, et animas pauperum tuorum ne derelinquas in finem: exsurge Domine, et iudica causam tuam: et ne obliviscaris voces quærentium te.
  
Doa Pagi
 
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, berkat pengajaran Roh Kudus kami boleh menyebut Engkau: Bapa. Kobarkanlah dalam diri kami semangat sebagai anak-anak-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
 
 
Yesus berjalan di atas air (foto: Public Domain)

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (19:9a.11-13a)
    
"Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan."
     
Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Hai Elia, keluarlah dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!" Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun, Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun, dalam gempa Tuhan pun tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun, Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api itu disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu keluar dan berdiri di depan pintu gua itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
  

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Ul: 9a)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang bertakwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilah akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (9:1-5)
       
"Aku rela terkutuk demi saudara-saudaraku."
         
Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadat dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
  

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 130:5)
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.

Inilah Injil Suci menurut Matius (14:22-33)
    
"Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air!"
      
Sesudah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai, dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka dengan berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejud dan berseru, "Itu hantu!" Dan mereka berteriak-teriak ketakutan. Tetapi, Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya "Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru, "Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air." Kata Yesus, "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi, ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang Petrus, dan berkata, "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun redalah. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, "Sungguh, Engkau Anak Allah!"
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)
 
 
Renungan

     Di suatu negara, atau di suatu organisasi, atau di suatu kelompok, selalu dibutuhkan seorang pemimpin. Ketika ada seorang pemimpin, maka akan ada persatuan dan stabilitas. Pemimpinlah yang akan mengambil keputusan dan memberikan arahan. Jadi, seorang pemimpin yang baik harus mengetahui jalan, menunjukkan jalan, dan juga memimpin jalan tersebut. Seorang pemimpin tidak hanya akan membayangkan jalan dan membicarakan jalan tersebut lalu pergi begitu saja.  Jadi, keterampilan kepemimpinan bukan hanya tentang teori dan strategi. Ini tentang memimpin orang lain dalam sebuah perjalanan dan menjaga persatuan. Jadi, ketika tidak ada pemimpin, atau ketika ada terlalu banyak pemimpin, maka akan ada masalah, seperti pepatah "terlalu banyak koki akan merusak sup". Tetapi ketika ada seorang pemimpin, dan pemimpin itu tidak hadir, kekuatan dan kelemahan kelompok akan terungkap.

Dalam Injil, Yesus menyuruh murid-murid-Nya naik ke perahu dan pergi mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pergi. Kemudian Ia naik ke bukit untuk berdoa. Ketika malam tiba, perahu itu, yang sudah jauh di tengah danau, sedang berjuang melawan ombak besar. Tentu saja, para murid di perahu itu takut karena mereka menghadapi bahaya maut. Meskipun mereka berada di perahu yang sama, mereka mungkin tidak memiliki pemikiran yang sama, karena masing-masing akan memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Dalam situasi seperti itu, kekuatan dan kelemahan individu, serta kelompok, akan terungkap. Mungkin, semua orang di perahu itu panik, tetapi apakah ada yang berdoa? Mungkin tidak, karena mereka sangat ketakutan sehingga ketika mereka melihat Yesus berjalan di atas air, mereka mengira Dia adalah hantu. Para murid melupakan semua yang telah diajarkan Yesus kepada mereka:

- Tentang janji bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam doa, Dia akan ada di sana.

- Tentang iman yang dapat memindahkan gunung, dan menenangkan badai.

Kita mungkin tidak sering berlayar, jadi kita mungkin tidak tahu betapa menakutkannya badai di laut. Namun, bahkan di daratan sekalipun, kita tahu tentang badai kehidupan. Dan badai-badai ini dapat membuat kita melupakan ajaran Yesus, dan kita hanya memikirkan diri sendiri dan tentang diri kita sendiri. Dan badai akan mengguncang keluarga, komunitas Gereja, dan negara.  Ketika kita bersatu dalam doa, Yesus akan selalu hadir untuk membimbing kita, dan kita akan memiliki kuasa untuk bersaksi tentang Yesus sebagai Juruselamat dan Pemimpin dunia.


Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Antifon Komuni (Mzm 148:12, 14)
 
Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem! Ia mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. 
 
atau 
 
Roti yang Kuberikan ialah daging-Ku untuk kehidupan dunia, Sabda Tuhan. (Bdk. Yoh 6:51)



RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy