Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 08 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

 

Sabtu, 08 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

“Satu-satunya buku yang kupergunakan untuk mempersiapkan khotbah adalah buku cinta, yaitu Injil Yesus Kristus” (St. Dominikus)

Antifon Pembuka (Mzm 132 (131):9)

Semoga imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Your priests, O Lord, shall be clothed with justice; your holy ones shall ring out their joy


Doa Pagi
 
Allah Bapa yang arif bijaksana, Santo Dominikus dengan warta kebenarannya telah menyelamatkan umat-Mu pada masa lalu. Semoga kini ia tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
       

 
 
Bacaan dari Kitab Habakuk (1:12-2:4)
   
"Orang benar akan hidup berkat imannya."
    
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik? Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku. Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan
Ayat. (Mzm 9:8-9.10-11.12-13)
1. Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
2. Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
       

Inilah Injil Suci menurut Matius (17:14-20)
    
"Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu."
   
Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu sembuh seketika itu juga. Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesara biji sesawi saja kalian dapt berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana’, maka gunung ini akan pindah, dan tiada yang mustahil bagimu.”
 Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan

 
 
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita memperingati Santo Dominikus, seorang imam besar pendiri Ordo Dominikan yang tak lelah mewartakan Injil di Spanyol, Prancis, hingga Eropa Utara.

Ada sebuah kisah indah yang sangat melekat pada diri beliau. Santo Dominikus memiliki kebiasaan sederhana namun penuh devosi: setiap kali melewati patung Bunda Maria, ia selalu menyapanya dengan hangat, "Salam, Maria." Suatu hari, rutinitas penuh iman ini dijawab dengan sebuah mukjizat. Saat ia menyapa seperti biasa, patung tersebut membalas sapaannya, "Salam, Dominikus." Sebuah peristiwa yang sangat mengejutkannya, namun sekaligus menjadi bukti kedekatan spiritualnya.

Melalui teladan Santo Dominikus, hari ini kita diajak untuk mendoakan Ordo Dominikan dan seluruh pewarta Sabda Allah, semoga mereka senantiasa diberi kekuatan dalam membawa terang Injil dan menuntun pertobatan bagi jiwa-jiwa yang belum mengenal-Nya. 

Kisah devosi Santo Dominikus yang penuh keyakinan ini sangat kontras dengan teguran Yesus kepada para rasul dalam bacaan Injil hari ini. Kita mendapati para rasul yang kebingungan dan diam-diam bertanya kepada Yesus:  “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”

Jawaban Yesus menukik tajam ke akar persoalannya: Karena kalian kurang percaya.

Sering kali, iman kita mampu memindahkan gunung dan melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil. Yesus sendiri telah memberi kita kuasa melalui nama-Nya. Namun, kuasa itu sering kali tertahan oleh satu hal: keraguan kita sendiri.
Di tengah doa, pikiran manusiawi kita sering berbisik:

    "Bagaimana kalau aku berdoa tapi tidak terjadi apa-apa?"
    "Bagaimana jika orang ini tetap sakit?"
    "Nanti apa kata orang kalau doaku tidak terkabul?"

Keraguan inilah yang melumpuhkan kuasa Allah di dalam diri kita. Tidak ada yang mustahil jika kita bertindak dengan keyakinan penuh, berserah tanpa syarat pada kehendak-Nya.

Yesus mengibaratkan iman seperti biji sesawi—sangat kecil, hampir tak terlihat. Perumpamaan ini adalah sebuah peringatan yang lembut: kadang iman kita begitu tipis, atau bahkan dibiarkan layu dan mati. Iman bukanlah sesuatu yang statis; ia harus senantiasa dirawat agar bertumbuh.

Bagaimana cara kita menyirami dan menumbuhkan benih iman tersebut?


  1.     Melalui Doa dan Pertobatan: Mengakui kelemahan kita dan terus kembali kepada-Nya.
  2.     Saling Mengampuni: Membersihkan hati dari dendam agar rahmat Tuhan bisa masuk.
  3.     Mendengarkan dan Menghidupi Sabda: Tidak hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku Firman.
  4.     Merayakan Ekaristi (Misa): Menyambut Kristus secara nyata untuk memelihara kehidupan rohani kita.

Pada akhirnya, kita tidak bisa mengukur iman menggunakan penggaris manusia. Kita tidak bisa berkata, "Imanku sudah sebesar setengah biji sesawi," atau dengan mudah menghakimi orang lain tidak beriman.

Tanda nyata bahwa iman kita sedang bertumbuh subur adalah kedamaian batin yang kita rasakan saat berdoa, serta buah-buah perbuatan kasih yang kita hasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Buah dari tindakan kitalah yang menjadi cermin sejati dari kebesaran iman kita..
   
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
 
Doa Malam

Ya Allah Yang Mahakuasa, kami menyadari bahwa sering kali keraguan menguasai hati kami. Kuatkanlah iman kami yang lemah ini. Berjalanlah senantiasa bersama kami, ya Tuhan Yesus, agar kami tidak pernah menyerah dalam upaya menumbuhkan benih iman yang telah Engkau tanamkan. Semoga melalui buah-buah perbuatan kami, nama-Mu semakin dimuliakan. Terpujilah Engkau, Tuhan Yesus Kristus, kini dan sepanjang masa. Amin.
 
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy