Hari Minggu Biasa XX
Antifon Pembuka (Mzm 84:10-11)
Ya Allah, Pelindung kami, pandanglah dan perhatikanlah wajah yang Engkau urapi. Lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain.
Turn your eyes, O God, our shield; and look on the face of your anointed one; one day within your courts is better than a thousand elsewhere.
Protector noster aspice, Deus, et respice in faciem Christi tui: quia melior est dies una in atriis tuis super millia.
Pengantar
Kerendahan hati dan kepercayaan yang ditunjukkan oleh perempuan Kanaan telah menjadi tanda nyata bahwa Allah pun berkenan menyelamatkan setiap orang yang mau beriman kepada-Nya. Karya keselamatan Allah tidak pernah dibatasi oleh sekat-sekat teritori, tetapi sangat tergantung pada sikap manusia: apakah mau menerima atau menolaknya?
Doa Pagi
Ya Allah, Engkau menyediakan karunia bagi mereka yang mengasihi-Mu bahkan sebelum mereka minta. Curahkanlah kasih sayang-Mu ke dalam hati kami supaya kami, yang mengasihi Engkau dalam segalanya dan di atas segalanya, diperkenankan menikmati pemenuhan janji-Mu, lebih dari yang kami rindukan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
| Foto oleh PxHere |
Beginilah firman Tuhan: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama Tuhan dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8; Ul: 4)
1. Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (11:13-15.29-32)
Saudara-saudara, aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Ayat. (Mat 4:23)
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Inilah Injil Suci menurut Matius (15:21-28)
Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Renungan
Pada hari Minggu ini, kita kembali diingatkan akan sifat kasih Allah yang sungguh indah, kekal, dan universal. Sering kali dunia mengotak-ngotakkan manusia berdasarkan ras, budaya, keyakinan, atau status sosial. Namun, di mata Allah, kita semua dikasihi dengan porsi yang sama.
Dalam bacaan pertama dari Kitab Nabi Yesaya, Tuhan menegaskan kembali janji-Nya. Meskipun bangsa Israel dipanggil terlebih dahulu, Allah tidak pernah berniat mengecualikan bangsa-bangsa lain dari keselamatan dan kasih karunia-Nya. Kita semua adalah umat manusia yang dipanggil untuk menjadi satu kawanan di bawah pimpinan-Nya.
Keteguhan Iman di Tengah Ujian
Injil hari ini menyajikan kisah luar biasa mengenai pertemuan Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Kanaan (atau Siro-Fenisia). Kisah ini memberikan pelajaran penting mengenai iman sejati yang ditunjukkan oleh seseorang dari kaum non-Yahudi:
Permohonan yang Tulus: Perempuan itu memohon kesembuhan untuk putrinya yang tersiksa oleh roh jahat.
Ujian Ketekunan: Meskipun Tuhan Yesus awalnya menanggapi dengan kata-kata yang seolah keras—menyatakan bahwa Ia diutus hanya untuk domba Israel yang hilang—wanita itu tidak menyerah atau merasa tersinggung.
Kerendahan Hati: Ia tidak ragu merendahkan diri layaknya seorang hamba di hadapan publik demi memohon belas kasih Allah.
Tindakan Yesus yang tampak keras di awal bukanlah bertujuan untuk mempermalukan atau membenci wanita tersebut. Sebaliknya, Tuhan sedang menelanjangi prasangka dan elitisme yang saat itu menjangkiti bangsa Yahudi terhadap mereka yang dianggap sebagai orang kafir atau kaum rendahan.
Teguran Keras terhadap Kesombongan Rohani
Untuk memahami mengapa Tuhan perlu memberikan teguran tersebut, mari kita bandingkan dua sikap iman yang sangat kontras pada masa itu:
| Aspek | Kaum Elit Agama (Farisi & Ahli Taurat) | Perempuan Kanaan (Non-Yahudi) |
| Status Sosial | Umat pilihan, paham Kitab Suci, dihormati | Dianggap kafir, berdosa, dan tak layak |
| Sikap Hati | Sombong, elitis | Rendah hati, gigih, dan penuh pertobatan |
| Respons thd Tuhan | Meragukan, menolak, bahkan menganiaya Yesus | Percaya sepenuhnya meski diuji penolakan |
| Dampak | Kehilangan pandangan akan kehendak Allah | Menerima belas kasih dan mukjizat Allah |
Kesombongan dan ego membuat para pemimpin agama saat itu mengalami stagnasi iman. Sebagai umat pilihan yang seharusnya menginspirasi bangsa lain, mereka justru menutup diri, menikmati kemuliaan duniawi, dan mengucilkan mereka yang sesungguhnya membutuhkan Tuhan.
Panggilan Kita Saat Ini
Sebagai umat beriman, renungan ini mengajak kita untuk mengevaluasi hidup kerohanian kita:
Hindari Sikap Menghakimi: Jangan pernah memperlakukan orang lain dengan sikap merendahkan hanya karena kita merasa lebih suci, lebih baik, atau lebih unggul.
Miliki Iman yang Tangguh: Teladanilah perempuan Kanaan yang tekadnya tidak goyah oleh prasangka, penolakan, maupun ketidaknyamanan.
Jadilah Terang: Jangan sekadar berbakti di bibir saja. Jadilah pembawa terang dan kebenaran Allah yang menginspirasi orang lain untuk mengenal kasih-Nya yang melimpah.
Semoga Tuhan yang penuh kasih, senantiasa menyertai dan memberkati jalan hidup, pekerjaan, serta segala usaha baik kita. Semoga melalui perkataan dan perbuatan kita, semakin banyak orang menyadari kasih Allah yang tanpa pilih kasih. Marilah kita menjadi cerminan harapan, terang, kebenaran, dan kasih Allah di tengah dunia yang kerap diliputi kegelapan ini. Amin.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah
With the Lord there is mercy; in him is plentiful redemption.
Atau
Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga, Sabda Tuhan. Jika seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. (Yoh 6:51-52)
I am the living bread that came down from heaven, says the Lord.
Whoever eats of this bread will live for ever. (Yoh 6:51-52)
Qui manducat carnem meam, et bibit sanguinem meum, in me manet, et ego in eo, dicit Dominus. (Yoh 6:57)




