Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 11 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Klara, Perawan

    

Selasa, 11 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Klara, Perawan
 
“Cinta Kristus mengobarkan cinta kita; memandang Dia menyegarkan kita” (St. Klara dari Assisi)
 

Antifon Pembuka

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bernyala.

Doa Pagi


Allah Bapa yang penuh belas kasih, dalam diri Santa Klara telah menumbuhkan cinta akan kemiskinan. Semoga berkat doanya kami mengikuti Kristus dengan semangat kemiskinan, supaya layak memandang Engkau dalam kerajaan surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.          
    

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (2:8 – 3:4)
 
"Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan, dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku." 
 
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan. Sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! Temuilah kaum Israel, dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa manis janji Tuhan bagi langit-langitku.
Ayat. (Mzm 119:14.24.72.103.111.131)
1. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
2. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
3. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak,
4. Betapa manis janji-Mu bagi langit-langitku, melebihi madu di mulutku.
5. Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 1:29ab) 
Terimalah beban-Ku dan belajarlah dari pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.        
  
Inilah Injil Suci menurut Matius (18:1-5.10.12-14)
 
"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini." 
 
Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” Lalu Yesus bersabda lagi, Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)
 
 

Renungan

Dalam memaknai hakikat pemuridan—sebuah panggilan yang terus menggema sepanjang pelayanan Yesus—kita mendapati bahwa Ia kerap menjadikan sosok anak kecil sebagai teladan utama. Seorang anak kecil melambangkan kerendahan hati yang murni dan sikap kebergantungan yang penuh. Nilai-nilai spiritual inilah yang dihidupi dan diajarkan secara nyata oleh Yesus kepada para pengikut-Nya.

Dunia sering kali mengukur kebesaran dari seberapa besar kekuasaan yang dimiliki seseorang. Namun, Injil membalikkan pandangan tersebut:

Di mata Allah, mereka yang rendah hatilah yang menempati posisi terpenting.

Sepanjang karya-Nya di dunia, Yesus berulang kali menegaskan dan mempraktikkan kebenaran ini kepada orang-orang yang mengikuti-Nya.

Lebih jauh lagi, dari pengalaman hidup sehari-hari, kita menyadari bahwa kerendahan hati—atau justru ketiadaannya—di dalam diri kita akan sangat memengaruhi lensa kita dalam memandang orang-orang di sekitar kita. Sikap batin ini mungkin tidak selalu kasat mata atau disadari oleh orang lain, sebab ia bertumbuh di kedalaman hati dan sangat bergantung pada niat serta pendekatan hidup kita secara pribadi.

Berbekal sikap batin yang benar inilah, sang gembala yang bersahaja dalam bacaan hari ini memiliki kepekaan yang luar biasa. Hatinya yang rendah dan penuh kepedulian memampukan dirinya untuk rela pergi, menembus rintangan, demi mencari satu saja dombanya yang terhilang.

       
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
   
 
 
LM/RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy