Minggu, 02 Agustus 2026
Hari Minggu Biasa XVIII
“Saya menangis ketika saya melihat laporan berita tentang umat Kristen yang disalibkan di negara tertentu yang bukan Kristen. Hingga hari ini masih ada orang-orang yang membunuh dan menganiaya, dalam nama Tuhan. Hingga hari ini kita masih melihat banyak orang seperti para rasul yang bersukacita karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan dalam nama Kristus” (Paus Fransiskus)
Antifon Pembuka (Mzm 70:2.6)
Ya Allah, bersegeralah menolong aku, Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu. Engkaulah Penolong dan Pembebasku; Tuhan, janganlah berlambat.
O God, come to my assistance; O Lord, make haste to help me! You are my rescuer, my help; O Lord, do not delay.
atau (bdk. Yes 55:1)
Tuhan bersabda, “Hai kamu yang haus datanglah ke sumber air, dan kamu yang tak mampu membayar, mari datanglah dan minumlah dengan gembira.”
All you who are thirsty, come to the waters, say the Lord, and you who have no money, come, drink in gladness.
Sitientes venite ad aquas, dicit Dominus: et qui non habetis pretium, venite, bibite cum lætitia.
Doa Pagi
Ya Allah, ajarilah kami untuk menimba semangat dari ekaristi dengan berani berbagi berkat kepada sesama kami. Semoga segala pencobaan dan kesusahan yang kami alami tak pernah memisahkan kami dari kasih-Mu sendiri yang telah Kaunyatakan kepada kami dalam Diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Minggu Biasa XVIII
“Saya menangis ketika saya melihat laporan berita tentang umat Kristen yang disalibkan di negara tertentu yang bukan Kristen. Hingga hari ini masih ada orang-orang yang membunuh dan menganiaya, dalam nama Tuhan. Hingga hari ini kita masih melihat banyak orang seperti para rasul yang bersukacita karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan dalam nama Kristus” (Paus Fransiskus)
Antifon Pembuka (Mzm 70:2.6)
Ya Allah, bersegeralah menolong aku, Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu. Engkaulah Penolong dan Pembebasku; Tuhan, janganlah berlambat.
O God, come to my assistance; O Lord, make haste to help me! You are my rescuer, my help; O Lord, do not delay.
atau (bdk. Yes 55:1)
Tuhan bersabda, “Hai kamu yang haus datanglah ke sumber air, dan kamu yang tak mampu membayar, mari datanglah dan minumlah dengan gembira.”
All you who are thirsty, come to the waters, say the Lord, and you who have no money, come, drink in gladness.
Sitientes venite ad aquas, dicit Dominus: et qui non habetis pretium, venite, bibite cum lætitia.
Doa Pagi
Ya Allah, ajarilah kami untuk menimba semangat dari ekaristi dengan berani berbagi berkat kepada sesama kami. Semoga segala pencobaan dan kesusahan yang kami alami tak pernah memisahkan kami dari kasih-Mu sendiri yang telah Kaunyatakan kepada kami dalam Diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (55:1-3)
"Terimalah dan makanlah!"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Engkau membuka tangan-Mu, ya Tuhan, dan memuaskan kami.
Ayat. (Mzm 145:8-9.15-16.17-18; Ul: lih 16)
1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2. Mata sekalian orang menanti-nantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya; Engkau membuka tangan-Mu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya; pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:35.37-39)
"Tidak ada suatu makhluk pun dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam diri Kristus."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:4b)
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius (14:13-21)
"Mereka semuanya makan sampai kenyang."
Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya, dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada Yesus dan berkata, "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka, "Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan." Yesus berkata, "Bawalah ke mari!" Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikannya kepada murid-murid-Nya. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, ada dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak-anak.
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
Santo Paulus kagum akan hal ini. Apa pun yang dideritanya, itu tidak
pernah menghalanginya untuk mengalami kasih Allah. Bahkan, setiap
krisis yang dihadapinya membawanya lebih dekat kepada Yesus. Setiap
pengkhianatan yang dialaminya membuatnya semakin yakin bahwa Tuhan tidak
akan pernah mengkhianatinya. Berulang kali, Rasul Paulus menemukan bahwa cara
terbaik untuk menceritakan kasih Allah kepada orang-orang adalah dengan
menceritakan semua kesulitan yang telah ia alami karena kesetiaannya
kepada-Nya. Misalnya, ia menulis kepada jemaat Korintus, "Sebab
sebagaimana penderitaan Kristus melimpah bagi kita, demikian juga
melalui Kristus, penghiburan kita melimpah. Harapan kami bagi kamu
teguh, karena kami tahu bahwa kamu turut serta dalam penderitaan,
sehingga kamu juga turut serta dalam penghiburan." (Lih. 2Kor 1:5.7)
Ketika Paulus menulis
suratnya kepada jemaat di Roma, ia tentu mengingat banyak pengalamannya
sebagai rasul Yesus. Dan itulah sebabnya ia menyebutkan
pengalaman-pengalaman tersebut sekitar lima atau enam kali. Misalnya,
katanya, "Tiga kali aku dipukul dengan tongkat, lima kali dengan cambuk,
40 cambuk dikurangi satu. Sekali aku dilempari batu, tiga kali aku
mengalami kecelakaan kapal," (lih 2 Korintus 11:24-25). dan kemudian ia terus bercerita panjang
lebar setelah itu. Tidak satu pun dari pengalaman-pengalaman ini yang
membuat Paulus meragukan kasih Allah. Justru sebaliknya. kepercayaannya
pada kasih Allah semakin hidup melalui penderitaan yang dialaminya. Melalui
penderitaannya, Rasul Paulus menemukan keyakinannya yang paling mendalam
bahwa Allah mengasihinya. Itulah sebabnya dalam banyak kesempatan dalam
surat-suratnya ia menulis tentang penderitaannya, bukan untuk
mendapatkan belas kasihan orang, melainkan sebaliknya, untuk
membangkitkan kesadaran mereka akan pengalaman luar biasa tentang
bagaimana Yesus dalam kehidupan setiap orang dapat mengubah kesulitan
menjadi kasih yang lebih dalam.
Bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk
mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Apakah ada sesuatu
yang membebani jiwaku? Apakah ada sesuatu yang merampas sukacitaku?
Apakah aku kehilangan harapan? Santo Paulus menulis, kasih Kristus
mendorong kita. Apakah itu benar bagi Anda? Apakah Anda ingin demikian?
Perhatikan bahwa kasih Allah tidak hanya memungkinkan Rasul Paulus untuk
bertahan hidup dari berbagai kesulitan, tetapi juga memungkinkannya
untuk menaklukkan segalanya, katanya. Jadi, jika seseorang bertanya
kepada Anda bagaimana Anda menghadapi krisis ekonomi, apakah Anda
menjawab, saya bertahan hidup. Saya baik-baik saja. Atau dapatkah
Anda mengatakan seperti Santo Paulus dalam bacaan
kedua, bahwa dalam segala hal ini kita menang dengan dahsyat melalui
Dia yang telah mengasihi kita, karena tidak ada yang dapat memisahkan
kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Anda mungkin
mengatakan bahwa orang Kristen diciptakan untuk menghadapi krisis. Perhatikan bahwa hal-hal yang tidak dapat memisahkan
kita dari kasih Kristus hanyalah pengalaman menyakitkan seperti
kesengsaraan dan penderitaan. Tetapi yang dapat memisahkan kita dari
kasih Allah adalah dosa-dosa seperti korupsi, perzinahan, amoralitas, penyembahan
berhala, perbuatan cabul, dan sebagainya. Namun, jika kita dengan tulus
mencari belas kasihan Allah, pengampunan setelah berbuat dosa besar,
Tuhan tetap akan mengampuni kita.
Dalam bacaan pertama kita hari ini
dari nabi Yesaya, Allah memberi tahu kita bahwa kemiskinan tidak pernah
menghalangi kasih Tuhan. Justru sebaliknya. Semakin sedikit yang kita miliki, semakin melimpah kasih Allah. Dengarkan lagi firman Tuhan kepada kita, anak-anak-Nya. "Hai kamu semua yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar." Satu hal yang tidak pernah menghalangi kasih Allah adalah kemiskinan kita sendiri. Apa yang tidak kita miliki, tetapi seringkali kita pikir akan kita miliki. Misalnya, lihatlah para rasul dalam Injil hari ini. Mereka berkata, ini adalah tempat yang sunyi.
Bubarkan orang banyak agar mereka dapat pergi ke desa-desa dan membeli makanan untuk diri mereka sendiri. Betapa mengecewakannya kata-kata ini bagi Yesus. Para rasul menyuruh Yesus untuk mengusir orang-orang dari diri-Nya. Sebaliknya, Ia datang untuk memanggil mereka. Kata-kata-Nya selalu datanglah, bukan tinggalkan Aku. Mereka telah lupa bahwa selama eksodus dari perbudakan di Mesir, Allah menyediakan manna untuk memberi makan mereka di padang gurun, dan Ia memberi mereka air dari batu. Semakin sedikit yang mereka miliki dalam perjalanan mereka di padang gurun, semakin besar kemurahan hati Allah. Jadi, alih-alih menyuruh orang banyak pergi, Yesus berkata kepada para rasul, "Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan." Sekarang, Tuhan Yesus meminta para rasul di sini untuk melakukan sesuatu yang melampaui kemampuan mereka sendiri, memberi makan 5.000 orang laki-laki beserta istri dan anak-anak mereka. Tuhan sering meminta kita, para murid, untuk melakukan sesuatu yang melampaui kemampuan kita sendiri. Orang tua akan segera menyadari hal ini. Tanpa pertolongan Tuhan, bagaimana kita bisa menjadi ibu dan ayah yang baik? Bagaimana kita bisa menjadi uskup atau imam yang baik? Apa pun panggilan kita, Tuhan akan menawarkan kepada kita hal-hal yang mustahil bagi kita tanpa Dia, tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jadi, bagaimana para rasul menghadapi krisis makanan? Mereka meletakkan lima roti dan dua ikan di tangan Yesus, dan itulah kunci untuk mengatasi apa pun yang melampaui kekuatan kita sendiri. Kita harus menaati perintah-Nya, "Bawalah itu ke sini kepada-Ku." Yesus tidak bekerja tanpa kita. Dia bekerja melalui kita, bersama kita, dan di dalam kita. Dia memanggil kita dengan nama dan melibatkan kita dalam pekerjaan belas kasih-Nya sendiri. Jadi, ketika kita menghadapi sesuatu yang tampaknya jauh melampaui kemampuan kita, janganlah kita mencoba melakukannya sendiri, tetapi jangan pula kita kehilangan harapan.
Setelah para rasul meletakkan beberapa roti dan ikan di tangan Yesus, kerumunan besar itu memiliki lebih dari cukup makanan. Ada 12 keranjang anyaman penuh yang tersisa. Mukjizat roti dan ikan jauh melampaui kebutuhan orang-orang. Gereja selalu melihat dalam mukjizat ini sebuah antisipasi simbolis dari Ekaristi. Setiap kali kita merayakan kurban suci misa, Kristus melakukan mukjizat, mukjizat yang begitu besar sehingga pikiran kita tidak pernah dapat sepenuhnya memahaminya, namun hati kita dapat memujanya. Ia memberi kita Tubuh dan Darah-Nya sendiri sebagai makanan dan minuman, dan kemudian Ia berkata kepada kita, "Hai kamu semua yang haus, marilah dan minumlah!..... dengarkanlah supaya kamu memperoleh hidup." Kasih Allah dinyatakan dalam Kristus Yesus, dan makanan Ekaristi adalah karunia terbesar dari kasih-Nya.. (TO/RENUNGAN PAGI)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Doa untukTanah Air
Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ke tanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.
Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.
Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.
Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan daratan, serta hutan dan belantara yang menyemarakkan negeri ini. Namun Bapa, kami memohon ampun karena ketamakan kami sering kali memicu kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian ciptaan-Mu. Sadarkanlah kami untuk bertobat dan menjadi penjaga alam yang baik.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa. Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Bapa, di tengah rasa syukur ini, kami juga membawa luka dan keprihatinan bangsa kami ke hadapan-Mu. Saat ini bangsa kami tengah bergumul dengan krisis integritas dan maraknya kasus korupsi yang merampas hak-hak kaum lemah. Kami mohon, sentuhlah hati para pemimpin kami. Jauhkanlah mereka dari sikap mementingkan diri sendiri dan golongannya. Berikanlah mereka kerendahan hati dan telinga yang peka, agar mereka mau sungguh-sungguh mendengarkan suara rakyat yang mereka layani.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Peliharalah keadilan di negeri kami, agar kebebasan berpendapat senantiasa dihormati, dijaga, dan digunakan sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan untuk menabur permusuhan. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.
Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang jujur, adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengingatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau.
Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Santa, Bunda Allah, kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
Amin.
Janganlah mengabaikan doa kami
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
Amin.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu,
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini
sekarang dan waktu kami mati.
Santo Mikael Malaikat agung, jagalah kami dalam pertempuran, jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan tipu daya si jahat. Dengan rendah hati, kami memohon kepadamu, semoga Allah menghardik setan, dan engkau, Pangeran bala tentara surga, dengan kekuatan Allah, lemparkanlah ke dalam neraka, setan dan roh-roh jahat yang mengembara di dunia untuk menghancurkan jiwa-jiwa. Amin.




