Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 15 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX

 

Sabtu, 15 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XIX
  
“Kristuslah yang telah menebus kita dan mengampuni semua dosa kita” (St. Pacianus)
   
   
Antifon Pembuka (Mat 19:14)
 
Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku. Sebab orang seperti merekalah yang memiliki kerajaan surga.
 
Doa Pagi 
    
Allah Bapa sumber segala harapan, berilah kiranya kami Roh baru dan hati yang sederhana serta terbuka terhadap sabda-Mu. Semoga hidup kami mengungkapkan pengharapan yang sudah tertanam di dalam hati kami.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.        
   

Karya: blueringmedia / ISTOCK.com
 
 
Bacaan dari Kitab Yehezkiel (18:1-10.13b.30-32)
    
"Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri."
          
Tuhan bersabda kepadaku, “Apakah maksudnya kalian mengucapkan pepatah ini di Israel, ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu’? Demi Aku yang hidup, demikianlah sabda Tuhan, kalian tidak akan mengucapkan pepatah itu lagi di Israel. Sungguh, semua jiwa itu Aku yang punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Akulah yang punya! Dan orang yang berbuat dosa, dia sendirilah yang harus mati. Orang benar ialah yang melakukan keadilan dan kebaikan. Ia tidak makan daging persembahan di atas gunung. Ia tidak memuja-muja berhala-berhala kaum Israel. Ia tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri wanita yang sedang haid. Ia tidak menindas orang lain. Ia mengembalikan gadaian orang dan tidak merampas apa-apa. Ia memberi makan orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang. Ia tidak memungut bunga dan tidak memakan riba. Ia menjauhkan diri dari kecurangan dan melakukan hukum yang benar dalam hubungan dengan sesama manusia. Ia hidup menurut ketetapan-Ku, dan tetap mentaati peraturan-Ku; ia berlaku setia. Orang demikianlah orang yang benar, dan ia pasti hidup,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari kejahatan tersebut, maka anak itu sendirilah yang harus mati, dan darahnya tertumpah pada dia sendiri. Oleh karena itu Aku akan menghukum kalian masing-masing menurut tindakanmu, hai kaum Israel,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Maka bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, jangan sampai itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buanglah dari padamu segala durhaka yang kalian lakukan terhadap-Ku dan perbaharuilah hari serta rohmu! Mengapa kalian mau mati, hai kaum Israel? Aku tidak berkenan akan kematian seseorang yang harus ditanggungnya,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Oleh karena itu bertobatlah, supaya kalian hidup.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
        
Inilah Injil Suci menurut Matius (19:13-15)
 
"Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku."
    
Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)

Renungan
   

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita diajak untuk merenungkan sebuah kebenaran penting: kelak pada akhir zaman, kita semua akan mempertanggungjawabkan setiap tindakan, perbuatan, hingga kelalaian kita di hadapan Tuhan. Kesadaran ini bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan sebuah panggilan agar kita senantiasa mawas diri, setia berjalan di jalan kebenaran, dan teguh menolak segala godaan dosa. 

Dalam bacaan pertama dari Kitab Nabi Yehezkiel, Tuhan menyerukan pertobatan kepada umat-Nya. Pada masa itu, bangsa Israel harus menanggung penderitaan dan pembuangan di Babel akibat ketidaksetiaan mereka terhadap Hukum dan Perjanjian Allah. Namun, melalui Yehezkiel, Allah menunjukkan kasih setia-Nya dengan menyampaikan dua pesan utama:

  • Tanggung jawab bersifat pribadi: Keselamatan dan dosa adalah buah dari pilihan masing-masing individu. Seseorang tidak menanggung dosa leluhurnya secara mutlak. Meskipun seorang ayah hidup saleh, jika anaknya memilih jalan kefasikan, sang anaklah yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.

  • Pintu rahmat Allah selalu terbuka: Meskipun penderitaan yang dialami Israel adalah akibat dari kekerasan hati mereka sendiri, Allah tidak membuang umat-Nya. Ia menanti mereka berbalik dari jalan kejahatan, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan kembali ke dalam pelukan-Nya.

Meneladani Kemurnian Hati Anak Kecil

Dalam bacaan Injil, kita melihat bagaimana Yesus menyambut anak-anak kecil dan menegur para murid yang berusaha menghalangi mereka. Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Surga adalah milik mereka yang memiliki sikap hati seperti anak-anak. Ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari teguran ini:

  • Kepercayaan yang Tulus: Iman seorang anak kecil itu murni, penuh sukacita, dan bertumpu pada kepasrahan total. Mereka percaya tanpa sarat dan tanpa kalkulasi untung-rugi.

  • Bebas dari Ego Duniawi: Seiring bertambahnya usia, kedewasaan sering kali dicemari oleh kesombongan, ego, dan keserakahan. Hal-hal inilah yang menjadi penghalang utama dalam relasi kita dengan Allah, yang dapat menyeret kita ke dalam kebinasaan.

Untuk dapat mewarisi Kerajaan Surga, kita dipanggil untuk menanggalkan jubah keangkuhan kita dan memeluk kembali kepasrahan iman, layaknya seorang anak yang sepenuhnya bergantung pada Bapanya.

Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini     

Doa Malam

Ya Allah, sertailah dan kuatkanlah kami senantiasa dalam perjalanan iman ini. Mampukanlah kami untuk terus mendekat kepada-Mu dengan hati yang murni, serta jadikanlah hidup kami sebagai sumber inspirasi dan berkat bagi sesama. Berkatilah segala niat baik, usaha, dan karya kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin. 

    
 
 
RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy