Kamis, 20 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
“Pengetahuan tentang kebenaran adalah buah dari kerendahan hati. St. Bernardus dari Clairvaux.
Antifon Pembuka (Yeh 43:7a)
Kebijaksanaan orang suci diwartakan para bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat dan namanya hidup terus turun-menurun.
Allah Bapa, cahaya kebenaran, Santo
Bernardus Abas sudah Kaunyalakan dengan cinta kasih akan rumah-Mu,
hingga bercahaya gilang-gemilang dalam Gereja-Mu. Semoga berkat doanya
kami digelorakan dengan semangat yang sama dan selalu hidup sebagai
putra cahaya. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan-bacaan
dan mazmur tanggapan dari hari biasa atau dari Rumus Umum Pujangga
Gereja atau Para Kudus (Biarawan), misalnya: Sir 15:1-6, Mzm
119:9.10.11.12.13.14; R: 12b; Yoh 17:20-26
"Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."
Tuhan bersabda kepadaku,
“Katakanlah kepada kaum Israel:
Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar, yang telah dinajiskan di tengah para
bangsa, dan yang telah kalian najiskan di tengah-tengah mereka. Dan para bangsa
akan tahu bahwa Akulah Tuhan,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “manakala Aku
menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan para bangsa. Aku akan menjemput
kalian dari antara para bangsa dan mengumpulkan kalian dari semua negeri dan
akan membawa kalian kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air
jernih yang akan mentahirkan kalian. Dari segala kenajisan dan dari segala
berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kalian. Kalian akan Kuberi hati yang
baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. Hati yang keras membatu akan Kuambil
dari batinmu dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu. Roh-Ku akan
Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kalian hidup menurut
segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan
melakukannya. Dan kalian akan mendiami negeri yang telah Kuberikan kepada nenek
moyangmu. Kalian akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu
Ayat. (Mzm 51:12-15.18-19: R: Yeh 36:25)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab)U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu
Ayat. (Mzm 51:12-15.18-19: R: Yeh 36:25)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
Inilah Injil Suci menurut Matius (22:1-14)
Renungan
Inilah Injil Suci menurut Matius (22:1-14)
"Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini"
Pada suatu ketika Yesus
berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan.
Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan
perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang
yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang. Raja
itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para
undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku
telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini’.
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi
mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan
membunuhnya. Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar
kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi
yang diundang tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke
persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai
di sana ke
perjamuan nikah ini. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua
orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk
hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana saudara masuk tanpa berpakaian
pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba,
‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang
paling gelap; di sana
akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit
yang dipilih.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Kisah Injil ini terjadi menjelang akhir hidup Yesus. Kita membacanya setiap tahun pada masa Prapaskah. Dan pada hari ini pun, hal itu menjadi pengingat yang baik bagi kita betapa pentingnya menyadari bahwa Allah memberikan undangan. Dia mengundang, namun kita bisa saja—dan hal ini sering terjadi—menolak, mengabaikan, atau melalaikan-Nya. Kita harus senantiasa menyadari bahwa Allah tidak memaksakan kehendak; Dia mengundang. Anda hadir untuk Misa harian, untuk Misa Mingguan. Anda datang karena merasakan undangan untuk bersama Tuhan kita.
Namun, kisah Injil ini juga sangat menggugah pikiran saya. Ya, kita tahu ada orang-orang yang menolak undangan tersebut. Namun, saat menyimak kelanjutan kisah Injil ini, kita mungkin bertanya-tanya apa yang ada dalam pikiran Yesus. Dia tahu bahwa Dia akan menguduskan Tubuh dan Darah-Nya dalam Ekaristi. Dalam bagian akhir kisah itu, ada seorang yang tidak mengenakan pakaian pesta pernikahan. Sang raja menghampirinya dan berkata, "Sahabat, bagaimana mungkin engkau masuk ke sini tanpa mengenakan pakaian pesta pernikahan, tanpa berpakaian yang pantas?" Hal ini sungguh mencolok. Bayangkan seseorang yang datang menyambut Tuhan kita namun menunjukkan sikap tidak hormat terhadap kesucian dan ajaran Katolik—bukan Anda yang rajin mengikuti Misa harian, melainkan mereka yang menyambut Komuni tanpa kesiapan jiwa yang pantas. Betapa relevannya hal itu di masa kini.
Yesus mungkin akan berkata, "Bukan sekadar soal engkau masuk ke sini tanpa pakaian pesta pernikahan. Engkau datang menyambut-Ku dengan tangan yang berlumuran darah akibat aborsi bayi, lalu engkau hendak menerima Hosti kudus-Ku?" Ada sebuah pernyataan pada tahun 2004 yang menegaskan bahwa seorang umat Katolik yang memegang jabatan publik dan menjadi pendukung legalisasi aborsi tidak boleh maju untuk menyambut Komuni Kudus. Datang di hadapan Tuhan kita dan menyambut Hosti dengan tangan yang berlumuran darah—betapa nyata gambaran itu dalam Injil hari ini. Dan kisah itu berakhir dengan seruan, "Campakkanlah dia ke dalam kegelapan, di mana akan ada ratap tangis dan kertak gigi."
Marilah kita berjaga-jaga. Saat ini, sungguh terjadi pertarungan antara Sang Pencipta dan kekuatan setan. Kita sedang menghadapi bayang-bayang berbagai krisis dalam hidup kita. Kenyataannya, pengaruh kekuatan setan pun semakin menguat. Dan penodaan terhadap Ekaristi adalah hal yang sangat serius. Ketika kita tidak menyadari betapa seriusnya masalah aborsi dan membiarkan pikiran kita dikaburkan oleh hal itu, betapa nyata kebingungan yang timbul karenanya. Mari kita sadari pernyataan tersebut. Mari kita sadar dan mempersiapkan diri, serta terjaga terhadap kenyataan adanya kebaikan yang sungguh-sungguh dan kejahatan yang nyata di dunia ini.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Mat 19:29)
Setiap orang yang demi nama-Ku
meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapak atau ibunya, anak dan
ladangnya akan menerima kembali seratus kali lipat, dan akan memperoleh
hidup yang kekal.
Doa Malam
Ya Bapa, kepada-Mu kami unjukkan
segala sukacita, kegelisahan dan kecemasan kami. Kami tahu bahwa Engkau
membuat indah segalanya pada waktunya. Semoga kami setia menjadi
anak-anak-Mu, Bapa yang maharahim, kini dan untuk sepanjang masa. Amin.
RENUNGAN PAGI




