Rabu, 26 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XXI
“Semua anak-anak Allah sejati memiliki Allah sebagai bapa mereka dan Maria sebagai bunda mereka; setiap orang yang tidak memiliki Maria sebagai bundanya, tidak memiliki Allah sebagai bapanya.” — St. Louis de Montfort
Antifon Pembuka (1Tes 2:13)
Terimalah sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi menurut apa adanya, yaitu sebagai sabda Allah.
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Mahakudus, Engkau menganugerahkan kekuatan kepada kami untuk menjalani hidup kami. Semoga berkat pertolongan-Mu kami mempertanggungawabkan hidup kami dengan gembira. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Hari Biasa Pekan XXI
“Semua anak-anak Allah sejati memiliki Allah sebagai bapa mereka dan Maria sebagai bunda mereka; setiap orang yang tidak memiliki Maria sebagai bundanya, tidak memiliki Allah sebagai bapanya.” — St. Louis de Montfort
Antifon Pembuka (1Tes 2:13)
Terimalah sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi menurut apa adanya, yaitu sebagai sabda Allah.
Doa Pagi
Allah Bapa Yang Mahakudus, Engkau menganugerahkan kekuatan kepada kami untuk menjalani hidup kami. Semoga berkat pertolongan-Mu kami mempertanggungawabkan hidup kami dengan gembira. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
"Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan."
Saudara-saudara, demi nama Tuhan Yesus Kristus kami berpesan kepadamu, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan.
Ayat. (Mzm 128:1-2.4-5; R:1)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (1 Yoh 2:5)
Ref. Alleluya
Ayat. (1 Yoh 2:5)
Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan Sabda Kristus.
Inilah Injil Suci menurut Matius (23:27-32)
Pada waktu itu Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
Renungan
Inilah Injil Suci menurut Matius (23:27-32)
"Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi."
Pada waktu itu Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Saudara-saudari sekalian, selama dua atau tiga hari terakhir ini, Yesus menyoroti perilaku para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi adalah pemimpin yang menuntut pengikut mereka untuk melakukan hal-hal baik—untuk menaati hukum. Namun, mereka sendiri justru melakukan sebaliknya. Mereka tidak menaati hukum. Mereka tidak mempedulikan para pengikut mereka sebagai anak-anak Allah. Mereka memperkaya diri sendiri dengan membiarkan para pengikutnya tetap miskin. Yesus bersikap sangat keras terhadap mereka.
Dalam Injil hari ini, Dia juga bersikap keras terhadap kita. Sebab terkadang kita pun munafik. Kita tampak saleh saat berada di gereja untuk mengikuti Misa; kita terlihat sebagai orang yang sangat baik. Kita tampak baik di hadapan Allah. Namun saat berada di luar, kita menjadi anak-anak duniawi yang berbuat jahat terhadap sesama kita. Kita munafik. Yesus meminta kita untuk membersihkan hati kita. Ada banyak hal buruk di dalam hati kita. Padahal, kita mengaku sebagai pengikut Kristus. Saat berada di hadapan-Nya, kita tampak saleh. Bagi kami para imam dan pewarta, kami pun harus melakukan apa yang kami ajarkan. Kami tidak boleh hanya datang dan menuntut Anda untuk berbuat baik, bersikap adil, tidak bersikap rasis, atau melarang Anda melakukan hal-hal tertentu, sementara kami sendiri justru melakukan apa yang kami larang itu. Hal itu juga menjadi teguran keras bagi kami.
Yesus memberikan perumpamaan tentang makam. Di tempat asal saya, jika seseorang yang meninggal adalah seorang kepala suku, kuburannya dibuat sangat besar. Kuburan itu dicat atau dilapisi ubin agar terlihat indah. Mereka bahkan mungkin membangun naungan kecil di atasnya, seolah-olah orang yang ada di dalamnya kepanasan. Namun di dalam kuburan itu tidak ada apa-apa selain sesuatu yang tidak kita inginkan: tulang-belulang. Yesus mengibaratkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu seperti kuburan. Di dalam hati mereka terdapat banyak hal buruk, persis seperti tulang-belulang di dalam kuburan. Namun dari luar, mereka tampak sangat baik, sangat cerdas, dan ramah kepada semua orang. Padahal di dalam hati mereka, terdapat banyak hal yang kotor. Hal ini juga berlaku bagi kita. Kita perlu memeriksa diri kita masing-masing. Jika ada orang-orang yang pernah kita kasihi dalam hati kita, namun kita berkata bahwa kita tidak dapat mengampuni mereka; sementara setiap pagi saat Misa kita memohon pengampunan dari Allah, namun kita sendiri tidak mau mengampuni.
Inilah kemunafikan yang ditunjukkan Yesus kepada kita—dan juga kepada orang-orang Farisi serta ahli-ahli Taurat—agar kita menghentikannya.
Inilah kemunafikan yang ditunjukkan Yesus kepada kita—dan juga kepada orang-orang Farisi serta ahli-ahli Taurat—agar kita menghentikannya.
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengatakan bahwa kita harus menjadi teladan bagi orang lain. Mereka hendaknya melihat cara kita bertindak, lalu mengubah cara mereka bertindak pula. Mereka mengubah hidup mereka. Jika mereka melihat kita memperlakukan satu sama lain dengan kasih dan keadilan, maka mereka pun akan mengubah cara mereka bertindak. Dan mereka akan mulai menjadi umat Kristiani yang baik. Marilah kita berdoa hari ini, memohon agar Allah Yang Mahakuasa menolong kita memiliki hati yang murni. Hati yang menyediakan tempat bagi-Nya, serta tempat bagi saudara-saudari kita. Dan hati yang penuh kasih satu sama lain..(Renungan Pagi)
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Pembuka (Mzm 139:7-8)
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?




