Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 18 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XX

 

Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XX 
 
“Ketika matahari terbenam dan ketika terbit, ketika engkau berbaring dan terbangun, naikkanlah syukur kepada Allah, yang telah menciptakan dan mengatur segala sesuatunya bagi kebaikanmu, agar engkau mengenal, mengasihi, dan memuji Penciptamu.” — St. Basilius Agung
    
Antifon Pembuka (2Kor 8:9)
 
Yesus Kristus menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
  
Doa Pagi

Allah Bapa Mahaluhur, semoga kami Kaujadikan rendah hati dan semoga kami dapat bertobat berkat sabda-Mu. Ajarilah kami bertindak jujur dalam pengabdian kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
       
 

 
Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (28:1-10)
 
"Engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun engkau menganggap dirimu sama dengan Allah."
  
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus, ‘Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan’. Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong. Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah’? Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.
Ayat. (Ul 32:26-27ab. 27cd-28.30.35cd-36ab)
1. Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.”
2. Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu.” Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.
3. Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.
4. Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (2Kor 8:9) 
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kamu menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
      

Inilah Injil Suci menurut Matius (19:23-30)
 
"Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga." 
     
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe  
(U. Terpujilah Kristus)
 

 
Renungan
 

Renungan Injil hari ini menyingkapkan sebuah ironi yang sering kali terjadi dalam kodrat manusia: adanya ketidakselarasan yang tajam antara nilai-nilai duniawi dan nilai-nilai ilahi. Sering kali, sadar atau tidak, kita memiliki kecenderungan yang keliru. Kita kerap lebih memilih berjalan dalam kegelapan daripada melangkah menuju terang. Kita memeluk kepahitan dan menenggelamkan diri dalam kesibukan duniawi, alih-alih merayakan sukacita. Kita bahkan bersikeras menggenggam hal-hal yang perlahan menghancurkan kita, sambil mengabaikan tawaran kehidupan dan kebahagiaan kekal dari Allah. Menyadari betapa rapuhnya manusia dalam jerat duniawi ini, para murid pun gentar dan bertanya: "Kalau begitu, siapa yang bisa diselamatkan?" 

Menanggapi keputusasaan para murid, Yesus tidak hanya merespons dengan kata-kata, melainkan dengan sebuah tatapan. Injil Matius menggambarkan bagaimana Yesus memandang mereka dengan tatapan yang sangat tajam, mendalam, dan penuh kesungguhan. Ini bukanlah tatapan yang menghakimi, melainkan tatapan kebenaran. Jati diri Yesus sebagai Tuhan memampukan-Nya untuk melihat menembus hingga ke dasar jiwa kita.

Kita tidak perlu takut untuk menerima tatapan itu. Sebaliknya, izinkanlah Tuhan menatap jauh ke dalam mata dan hati kita. Biarkan Dia melihat apa saja belenggu duniawi yang masih menahan kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Tawaran Tuhan untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya bukanlah sesuatu yang mustahil atau jauh dari jangkauan. Setiap hari, Ia mengundang kita untuk meninggalkan keduniawian dan mendekat pada Hati-Nya. Kepedulian dan kasih-Nya yang tak terbatas itu secara nyata ditunjukkan setiap kali kita menatap salib, dan secara khusus, saat kita merayakan Ekaristi Kudus.

Momen Ekaristi adalah momen di mana Injil menjadi hidup di masa kini. Saat Anda memandang Tuhan dalam rupa Hosti Suci, Ia sedang menatap tajam ke arah Anda—putra-putri yang sangat dikasihi-Nya.  Saya mengajak Anda untuk masuk dan terlibat langsung dalam peristiwa perjumpaan ini. Agar hati kita mampu merespons tatapan kasih-Nya, ada beberapa sikap batin yang perlu kita bangun:

  • Keberanian berhadapan (hadir sepenuhnya): Bayangkan diri Anda ditatap langsung oleh Yesus. Saat Anda menatap-Nya dalam Ekaristi dan mengucapkan "Amin", sadarilah bahwa saat itu Anda sedang berhadapan langsung dengan kebenaran-Nya.

  • Keterbukaan hati untuk diubahkan: Biarkan momen perjumpaan ini tidak hanya berhenti di telinga melalui kata-kata, tetapi meresap dengan lembut dan berkobar di dalam hati. Izinkan nilai-nilai ilahi itu perlahan menggantikan nilai-nilai duniawi di dalam diri Anda.

  • Penyerahan diri yang total: Ketika hati Anda tergerak oleh sentuhan ilahi-Nya, Anda akan dimampukan untuk terus memilih Tuhan dengan hati yang sepenuhnya terbuka. Segala keraguan akan luruh oleh kasih karunia-Nya.

Mari kita memohon rahmat dari Tuhan agar kita selalu dimampukan untuk berkomunikasi dengan-Nya dari hati ke hati. Saat Anda memandang-Nya, dan Ia menatap jauh ke dalam lubuk hati Anda, biarkanlah Ia menggerakkan, memulihkan, dan mengobarkan hati Anda hari ini dan selamanya.

 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
   
Antifon Komuni (Mat 19:29)
 
Setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapak atau ibunya, anak dan ladangnya akan menerima kembali seratus kali lipat, dan akan memperoleh hidup yang kekal. 
 
DOA UNTUK MEREKA YANG TERDAMPAK BENCANA ALAM 

Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Maharahim, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang berduka, memohon belas kasih-Mu bagi saudara-saudari kami yang terdampak bencana alam, secara khusus para korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera bagian utara, dan Kolombia.

​Ya Bapa, kami menyerahkan ke dalam tangan-Mu mereka yang telah dipanggil menghadap-Mu secara tiba-tiba akibat bencana ini. Ampunilah segala dosa mereka dan anugerahkanlah istirahat kekal di dalam Kerajaan Surga.

​Bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan, yang hidupnya berubah karena duka dan kehilangan yang mendalam, curahkanlah Roh Penghibur-Mu. Berikanlah mereka ketenangan batin, kekuatan, dan ketabahan. Berkatilah mereka yang selamat; sembuhkanlah luka fisik maupun trauma batin yang mereka alami, agar mereka memiliki keberanian dan pengharapan dalam menghadapi jalan panjang pemulihan di masa depan.

​Kami juga memohon penyertaan-Mu bagi semua orang yang telah kehilangan tempat tinggal, harta benda, mata pencaharian, dan rasa aman. Dampingilah mereka di saat-saat yang penuh ketidakpastian ini.

​Kami turut berdoa bagi para pemimpin pemerintahan dan mereka yang memiliki wewenang. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi budi dan hati mereka. Karuniakanlah kepada mereka kepekaan, kepedulian yang tulus, dan kebijaksanaan yang tinggi agar mereka dapat bertindak cepat dan tepat dalam menolong para korban, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
 
​Berkatilah pula pekerjaan lembaga-lembaga kemanusiaan, tim penyelamat, relawan, dan semua pihak yang memberikan bantuan darurat. Semoga karya pelayanan mereka senantiasa dibimbing oleh rahmat, perlindungan, dan kekuatan yang hanya berasal dari-Mu.
 
​Bantulah kami semua untuk merespons penderitaan ini dengan hati yang murah hati—melalui doa-doa yang tak putus, belarasa, dan bantuan nyata sebisa mungkin. Jagalah agar hati kami tetap terfokus pada kebutuhan mereka yang terdampak, tidak hanya pada masa krisis ini, tetapi juga pada masa-masa mendatang.

​Bersama Santa Perawan Maria, serta semua orang kudus di surga kami haturkan doa ini kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
​Amin.
 
 
Doa Malam
 
Yesus, terimalah persembahan usaha kami untuk lebih setia dalam mengikuti dan melakukan perintah-Mu. Ampunilah kelemahan manusiawi kami, sebab Engkau senantiasa menampakkan wajah kerahiman Bapa. Amin.
 

 
 
DC/RENUNGAN PAGI

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy