![]() |
| Public Domain |
Biasanya, ketika seorang santo atau santa ditetapkan memiliki hari peringatan, tanggal tersebut tidak berubah. Umumnya, tanggal yang dipilih adalah tanggal wafatnya santo atau santa tersebut. Namun, bagi Santa Yohana Fransiska de Chantal—seorang biarawati suci dari abad ke-17 sekaligus sahabat Santo Fransiskus de Sales—hari peringatannya telah mengalami beberapa kali perubahan. Pertama-tama, beliau wafat pada tanggal 13 Desember 1641. Tanggal ini tidak dapat dipilih karena bertepatan dengan peringatan Santa Lusia, yang sudah tercantum dalam kalender selama berabad-abad. Awalnya, Gereja menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai hari peringatannya, karena tanggal tersebut masih kosong dan belum ditetapkan untuk peringatan santo atau santa besar lainnya. Keputusan ini berlaku hingga tahun 1969, ketika hari peringatannya dipindahkan ke tanggal 12 Desember agar lebih dekat dengan tanggal wafatnya. Akan tetapi, pada tahun 1999, Santo Yohanes Paulus II menetapkan tanggal 12 Desember sebagai hari peringatan Bunda Maria dari Guadalupe, yang secara otomatis "menggeser" Santa Yohana Fransiska de Chantal dari tanggal tersebut dalam kalender.
Gereja kemudian mempertimbangkan bulan Agustus kembali, namun tanggal 21 Agustus telah ditetapkan untuk Santo Pius X saat kalender direvisi. Kemudian Gereja memutuskan untuk memindahkan hari peringatannya dalam Kalender Umum ke tanggal 12 Agustus. Sejauh ini, tanggal tersebut tetap dipertahankan! Biasanya, hari peringatan santo atau santa mudah diingat dan tanggalnya tetap sama, namun dalam kasus Santa Yohana Fransiska de Chantal, Gereja ingin merayakan hidupnya tetapi kesulitan menemukan tanggal yang tepat untuk melakukannya.
Santa Yohana Fransiska de Chantal lahir di Prancis dari keluarga bangsawan, ia menikah dengan seorang pria terpandang, Baron de Chantal. Namun, duka menghampirinya ketika sang suami berpulang di usia pernikahan mereka yang masih muda. Ia pun harus membesarkan anak-anaknya sebagai seorang janda.









