Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 12 Agustus 2026 St. Yohana Fransiska de Chantal

 
Public Domain

Biasanya, ketika seorang santo atau santa ditetapkan memiliki hari peringatan, tanggal tersebut tidak berubah. Umumnya, tanggal yang dipilih adalah tanggal wafatnya santo atau santa tersebut. Namun, bagi Santa Yohana Fransiska de Chantal—seorang biarawati suci dari abad ke-17 sekaligus sahabat Santo Fransiskus de Sales—hari peringatannya telah mengalami beberapa kali perubahan. Pertama-tama, beliau wafat pada tanggal 13 Desember 1641. Tanggal ini tidak dapat dipilih karena bertepatan dengan peringatan Santa Lusia, yang sudah tercantum dalam kalender selama berabad-abad. Awalnya, Gereja menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai hari peringatannya, karena tanggal tersebut masih kosong dan belum ditetapkan untuk peringatan santo atau santa besar lainnya. Keputusan ini berlaku hingga tahun 1969, ketika hari peringatannya dipindahkan ke tanggal 12 Desember agar lebih dekat dengan tanggal wafatnya. Akan tetapi, pada tahun 1999, Santo Yohanes Paulus II menetapkan tanggal 12 Desember sebagai hari peringatan Bunda Maria dari Guadalupe, yang secara otomatis "menggeser" Santa Yohana Fransiska de Chantal dari tanggal tersebut dalam kalender.

Gereja kemudian mempertimbangkan bulan Agustus kembali, namun tanggal 21 Agustus telah ditetapkan untuk Santo Pius X saat kalender direvisi. Kemudian Gereja memutuskan untuk memindahkan hari peringatannya dalam Kalender Umum ke tanggal 12 Agustus.  Sejauh ini, tanggal tersebut tetap dipertahankan! Biasanya, hari peringatan santo atau santa mudah diingat dan tanggalnya tetap sama, namun dalam kasus Santa Yohana Fransiska de Chantal, Gereja ingin merayakan hidupnya tetapi kesulitan menemukan tanggal yang tepat untuk melakukannya.

Santa Yohana Fransiska de Chantal lahir di Prancis dari keluarga bangsawan, ia menikah dengan seorang pria terpandang, Baron de Chantal. Namun, duka menghampirinya ketika sang suami berpulang di usia pernikahan mereka yang masih muda. Ia pun harus membesarkan anak-anaknya sebagai seorang janda.

Rabu, 12 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XIX


Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XIX
   
Segala sesuatu yang sekarang terjadi, dahulu sudah dinubuatkan. (St. Agustinus)
   
Antifon Pembuka (Mzm 113:1-2)

Pujilah hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selamanya.

Doa Pagi
   
Allah Bapa yang Mahapengasih, Engkau menghendaki agar kami saling mengingatkan dalam cinta kasih. Semoga kami tidak tinggal diam ketika melihat kejahatan ataupun buta terhadap kelaliman tetapi mau ikut serta membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.    
   

SiouxFall Diocese
Bacaan dari Kitab Yehezkiel (9:1-7.10:18-22)      
    
"Tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem."
    
Aku mendengar Tuhan berseru dengan suara nyaring, "Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!" Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga. Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya. Firman Tuhan kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana." Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. Kemudian firman-Nya kepada mereka: "Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!" Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota. Lalu kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub. Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah Tuhan yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia. Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang Kudus hari ini: 11 Agustus 2026 St. Klara dari Assisi, Perawan

 

 
WELLCOMEIMAGES | CC
 
   

Cahaya Iman dan Penyerahan Diri: Belajar dari Santa Klara dari Assisi

Hari ini, Gereja memperingati Santa Klara dari Assisi, seorang yang hidup sezaman dan berbagi visi rohani yang sama dengan Santo Fransiskus dari Assisi. Lahir di tengah keluarga yang saleh, benih cinta kepada Allah telah tertanam kuat dalam diri Klara sejak usia dini.

Memilih Jalan Sunyi yang Radikal Alih-alih menerima rencana pernikahan yang menjanjikan kenyamanan duniawi dari keluarganya, Santa Klara mengambil keputusan yang berani. Ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Allah, memilih jalan kemiskinan dan pelayanan bersama Santo Fransiskus. Semangatnya ini memancarkan daya tarik yang begitu kuat, hingga ia berhasil menghimpun para perempuan yang rindu menghidupi karisma Fransiskan. Komunitas inilah yang kelak dikenal sebagai Ordo Wanita Miskin (atau yang kini sering disebut Ordo Klaris).

Pemimpin yang Melayani dan Keajaiban Penyerahan Diri Setelah sempat mendalami kehidupan doa bersama para suster Benediktin, Santa Klara akhirnya menetap dan melayani sebagai Abdis bagi komunitasnya di biara San Damiano. Di sana, ia mempraktikkan gaya hidup asketis yang ketat, namun hatinya senantiasa terbuka untuk mempedulikan kebutuhan para susternya serta masyarakat yang menderita.

Kekuatan imannya yang paling dikenang terbukti dalam sebuah peristiwa bersejarah yang luar biasa:

Ketika pasukan tentara Kaisar Romawi Suci bersiap menyerbu dan menghancurkan wilayahnya, Santa Klara tidak mengangkat senjata duniawi. Di tengah ketakutan yang mencekam, ia berserah penuh kepada Tuhan. Ia membawa Sakramen Mahakudus dalam monstrans menghadap para musuh. Secara ajaib, monstrans tersebut memancarkan cahaya yang begitu terang dan menyilaukan, membuat pasukan musuh gentar dan mundur. Biara serta seluruh kota pun selamat berkat iman satu orang yang berserah total kepada Tuhannya.

Selasa, 11 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Klara, Perawan

    

Selasa, 11 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Klara, Perawan
 
“Cinta Kristus mengobarkan cinta kita; memandang Dia menyegarkan kita” (St. Klara dari Assisi)
 

Antifon Pembuka

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bernyala.

Doa Pagi


Allah Bapa yang penuh belas kasih, dalam diri Santa Klara telah menumbuhkan cinta akan kemiskinan. Semoga berkat doanya kami mengikuti Kristus dengan semangat kemiskinan, supaya layak memandang Engkau dalam kerajaan surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.          
    

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (2:8 – 3:4)
 
"Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan, dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku." 
 
Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan. Sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! Temuilah kaum Israel, dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Senin, 10 Agustus 2026 Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir

   

Senin, 10 Agustus 2026
Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir

“Laurensius cinta akan Kristus di dalam hidup dan mengikuti-Nya di dalam maut” (St. Agustinus)

Antifon Pembuka

Santo Laurensius menyerahkan diri demi Gereja. Karena itu, pantas menderita sebagai saksi iman dan menghadap Tuhan Yesus Kristus dengan sukacita.
 
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
 
Doa Pagi

Allah Bapa, cahaya abadi yang cemerlang, karena cinta kasih ang berapi-api, Santo Laurensius menjadi pelayan-Mu yang setia dan martir-Mu yang mulia. Semoga kami mengasihi yang dikasihinya dan melaksanakan yang diajarkannya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
   
Workman | CC BY-SA 4.0
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (9:6-10)   
   
"Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
  
Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma, kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan Harian: 10 - 16 Agustus 2026

Senin, 10 Agustus: Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir (M). 
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26.
 
Selasa, 11 Agustus: Peringatan Wajib St. Klara, Perawan (P). 
Yeh 2:8-3:4; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Mat 18:1-5.10.12-14
 
Rabu, 12 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Yeh 9:1-7; 10:18-22; Mzm 113:1-2.3-4.5-6; Mat 18:15-20. 
 
Kamis, 13 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Yeh 12:1-12; Mzm 78:56-57.58-59.61-62; Mat 18:21-19:1. 
 
Jumat, 14 Agustus: Peringatan Wajib St. Maksimilianus Maria Kolbe, Martir (M) 
Yeh 16:1-15.60.63 atau Yeh 16:59-63; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Mat 19:3-12
 
Sabtu, 15 Agustus: Hari Biasa Pekan XIX (H).  
Pfak St. Tarsisius
Yeh 18:1-10.13b.30-32; Mzm 51:12-13.14-15.18-19; Mat 19:13-15. 
*Di luar Indonesia Hari Raya SP. Maria Diangkat ke Surga
 
Minggu, 16 Agustus: Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56

Minggu, 09 Agustus 2026 Hari Minggu Biasa XIX

 

Minggu, 09 Agustus 2026
Hari Minggu Biasa XIX
   
      
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita. (1Yoh 3:24)
    
Antifon Pembuka (Mzm 74:20.19.22.23)
  
Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

Look to your covenant, O Lord, and forget not the life of your poor ones for ever. Arise, O God, and defend your cause, and forget not the cries of those who seek you.

Respice, Domine, in testamentum tuum, et animas pauperum tuorum ne derelinquas in finem: exsurge Domine, et iudica causam tuam: et ne obliviscaris voces quærentium te.
  
Doa Pagi
 
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, berkat pengajaran Roh Kudus kami boleh menyebut Engkau: Bapa. Kobarkanlah dalam diri kami semangat sebagai anak-anak-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Engkau janjikan. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
 
 
Yesus berjalan di atas air (foto: Public Domain)

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (19:9a.11-13a)
    
"Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan."
     
Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, "Hai Elia, keluarlah dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!" Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun, Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun, dalam gempa Tuhan pun tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun, Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api itu disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu keluar dan berdiri di depan pintu gua itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy