| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Minggu, 20 Desember 2009 Hari Minggu Adven IV

Minggu, 20 Desember 2009
Hari Minggu Adven IV

Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu. (Luk 1:38)


Doa Renungan

Allah Bapa yang kekal, Engkau menghendaki memberikan kesuburan baru kepada dunia dengan embun dan hujan sabda-Mu. Kami mohon kepada-Mu , bukalah hati kami terhadap daya hidup itu dan jumpailah kiranya kami dalam diri Putra Bunda Maria, yang meneguhkan kepercayaan kami akan perjanjian-Mu dengan kami. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Mikha (5:2-5a)

"Dari Bethlehem akan tampil seorang penguasa Israel."

Inilah firman Tuhan: Hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan ia menjadi damai sejahtera.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Ayat.
(Mzm: 80: 2ac,3b,15-16,18-19)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kepada Umat Ibrani (10:5-10)

"Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu."

Saudara-saudara, ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata: "Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa, Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku, sebagaimana tertulis dalam gulungan kitab tentang Aku." Jadi mula-mula Yesus berkata 'Kurban dan persembahan tidak engkau kehendaki, kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan' --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --. Dan kemudian Ia berkata, "Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Jadi, yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 951
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu. (Luk 1:38)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-45)

"Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku mengunjungi aku?"

Pada suatu ketika bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

DARI PERSPEKTIF LAIN!

Dalam Luk 1:39-45 (Injil Minggu Adven IV tahun C) diceritakan kunjungan Maria kepada Elisabet. Sekilas, kisah ini terjadi sebagai pertemuan antara kedua tokoh itu. Namun bila ditengok lebih dalam, ada dua tokoh penting lain, yakni Yohanes dan Roh Kudus. Tanpa mereka ini, ceritanya tidak akan utuh lagi. Manakah tafsir yang membantu? Kita ikuti pembicaraan dua orang yang berusaha mendalami petikan itu.

MAKNA KUNJUNGAN MARIA

HAR: Sedang menyiapkan ulasan episode kunjungan Maria ke Elisabet?
GUS: Iya. Tapi belum jelas mana nih yang mesti ditekankan: Maria-kah, Elisabet-kah atau Yohanes yang ada dalam kandungan, atau Roh Kudus. Masing-masing kan dapat dianggap berperan sebagai tokoh utama dalam peristiwa itu
HAR: Betul! Boleh jadi bisa mulai dengan Maria seperti teks Injil sendiri. Banyak dapat dikatakan tentang perjalanan Maria mengunjungi sanaknya itu.
GUS: Paling sedikit 150 km di daerah berbukit-bukit harus ditempuhnya. Gadis hebat ini berani berjalan sejauh itu ... untuk menyaksikan yang diperbuat Tuhan kepada sanaknya, Elisabet, yang kini sudah mengandung enam bulan pada usia lanjut, seperti dikabarkan oleh malaikat Gabriel (Luk 1:36).
HAR: Tapi maknanya bisa berbeda-beda. Boleh jadi Maria memang bermaksud menyaksikan apa benar kata-kata malaikat dalam Luk 1:37 bahwa tak ada hal yang tak mungkin bagi Tuhan. Namun bisa pula dikatakan, Maria menempuh perjalanan itu agar makin dekat dengan Tuhan yang sungguh bekerja dalam diri Elisabet.
GUS: Pembedaan ini menarik! Memang perjalanan itu menegaskan kebenaran kata-kata malaikat. Tetapi dari sisi lain, perjalanan itu juga ziarah Maria mendekati misteri kehadiran ilahi. Dua sisi ini sama-sama berdasarkan kepercayaan yang tebal, tetapi dunia makna yang tampil berbeda. Mungkin dari segi sensitivitas perempuan, yang kedua itu lebih menyapa.
HAR: Ya, dan ini juga jelas dalam madah Elisabet. Ayat 42-43 mengutarakan siapa Maria itu: perempuan yang paling beruntung ("teberkati") karena menjadi jalan kedatangan Tuhan ke dunia! Ayat 45 memuji kekuatan imannya ("berbahagialah ia yang percaya") yang memungkinkan Sabda Tuhan menjadi kenyataan.
GUS: Di situ justru Elisabet-lah yang memungkinkan Maria menjalankan perannya.
HAR: Setuju. Lalu bagaimana mengenai Yohanes dan Roh Kudus?
GUS: Teringat kata-kata Santo Ambrosius, betul Elisabet-lah yang pertama-tama menerima salam, namun yang lebih dulu menanggapi ialah Yohanes yang masih ada dalam kandungannya. Ia serta merta "mengenali" kehadiran Juru Selamat. Dan dengan melonjak kegirangan ia membuat Elisabet ikut memahami karya Tuhan dalam diri Maria. Lukas menyebut Elisabet "dipenuhi Roh Kudus" yang membuatnya bersaksi mengenai siapa Maria itu.
HAR: Memang dengan cara ini kita memandangi berganti-ganti keempat tokoh itu. Masing-masing memberi makna pada kunjungan itu.

SEKALI LAGI YOHANES PEMBAPTIS

Bacaan Injil dari Minggu Adven I dan II yang lalu berkisar pada Yohanes Pembaptis. Pada kesempatan ini, ia juga tampil walaupun sebatas hubungannya dengan Elisabet. Menurut Injil Lukas, sejak dalam kandungan ia terpilih menjadi orang yang merintis jalan bagi kedatangan Tuhan. Di sinilah pertama kali Yohanes menjalankan peran itu. Sewaktu memberi tahu Zakharia bahwa ia akan mendapat keturunan, malaikat Gabriel menegaskan bahwa anak itu akan "penuh Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan" (Luk 1:15). Dalam petikan dari Luk 1:39-45, dinyatakanlah kebenaran hal itu. Siapakah orang pertama yang "berbalik kepada Tuhan"? Tak lain tak bukan adalah Yohanes sendiri. Ia langsung mengenali hadirnya Tuhan. Inilah gambaran ideal orang yang betul-betul telah berbalik kepada Tuhan. Oleh karena itu, ia dapat mewartakan tobat kepada banyak orang. Juga jelas adanya unsur kegembiraan. Ia melonjak kegirangan di dalam rahim ibunya. Dan kegembiraan ini menjalar ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Pertama-tama, seperti dalam petikan ini, kepada Elisabet, kemudian kepada Zakharia (Luk 1:64; juga kidung Zakharia Luk 1:67-79), dan akhirnya juga ke orang-orang yang berdatangan kepadanya minta dibaptis seperti diulas di bawah judul-judul sebelumnya.

PERSPEKTIF PEREMPUAN

Pembicaraan berikut ini agak lain dari yang lain. Anggap saja tamasya ke alam kritik sastra yang peka gender yang belakangan ini mulai berpengaruh di dunia tafsir Kitab Suci, juga di beberapa kalangan di Indonesia. Maklum, di sana sini Injil Lukas memang menonjolkan sensitivitas kalangan perempuan, khususnya dalam Kisah Masa Kanak-Kanak. Versi Matius lain; di situ tokoh Yusuf-lah yang ditonjolkan dan di sana perspektif lelakilah yang tampil.

Tafsir dari segi sensitivitas perempuan tidak mudah, juga bagi penafsir yang wanita. Butuh latihan dan pengalaman membaca. Namun demikian, bila pernah berjumpa dengan karya sastra yang ditulis dari sudut pandang perempuan (tidak perlu oleh wanita), orang akan mulai menikmati kekayaannya. Tentunya banyak yang kenal puisi "Padamu Jua" karya A. Hamzah atau roman Kalau Tak Untung dari Selasih, atau Kehilangan Mestika karangan Hamidah, atau Pada Sebuah Kapal tulisan N.H. Dini atau juga Pengakuan Pariyem-nya Linus Suryadi. Banyak karya dalam khazanah sastra Indonesia seperti itu akan lebih bermakna bila dibaca dalam perspektif perempuan. Apa itu? Ringkasnya, khusus bagi karya-karya yang disebut di atas, pengalaman "dipermainkan" amat menonjol. Oleh siapa? Tidak begitu dilacak. Bahkan pertanyaan itu tidak relevan. Yang disorot ialah penderita dan penderitaannya, bukan penyebabnya. Dalam perspektif ini, merasa "dipermainkan" itu diterima sebagai pengalaman pokok dalam kehidupan. Persoalannya bukanlah bagaimana melepaskan diri dari belenggu penderitaan itu ("emansipasi"), melainkan bagaimana tetap hidup dengannya dan mencoba memelihara secercah harapan untuk berjalan terus kendati apa pun yang terjadi. Akan terasa hambar bila karya-karya itu dibaca dengan menanyakan manakah pemecahan soalnya. Cara membaca seperti itu termasuk dalam "perspektif lelaki". Memang banyak karya yang lebih cocok dibaca dengan perspektif lelaki, misalnya Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisjahbana meskipun dua tokoh utamanya perempuan. Mereka hanya corong dua sikap mengenai masa depan kemanusiaan menurut pengarangnya. Begitu juga Belenggu karya A. Pane. Nasib tokoh-tokohnya berjalan sesuai dengan aturan-aturan penalaran khas lelaki. Belenggu patah karena Kartono, Tini, dan Yah memutuskan untuk tidak saling berhubungan lagi - ini perspektif lelaki, bukan perempuan. Juga karya-karya besar Pramoedya, semuanya berkembang dalam perspektif lelaki, tak peduli apakah mereka wanita atau pria.

Kembali ke kisah Elisabet dan Maria. Dalam perspektif perempuan, akan terasa bahwa kedua tokoh itu sebetulnya orang-orang yang kehidupannya "dikesanakemarikan" dan "dipermainkan" tanpa sadar oleh siapa dan dengan alasan mana. Elisabet tergolong orang yang "kena aib"; ia tidak dapat memberi keturunan kepada Zakharia. Sama dengan Hana, yang bakal melahirkan Samuel. Juga Sarai, istri Abraham. Tapi kini Elisabet mengandung pada hari tua, begitu pula tokoh-tokoh lain itu. Tak wajar! Sudah bertahun-tahun Elisabet hidup tenang dalam golongan "kaum kena aib", kok sekarang dibuat mengandung! Dipermainkan! Maria lebih runyam lagi. Ia diberi tahu akan melahirkan sebelum menjadi istri Yusuf. Ini tak terterima. Malangnya, tak ada kemungkinan keadaan berbaik justru karena yang bakal memperbaikinya malah ikut melawan. Yusuf tidak berlaku menurut adat yang wajar, yakni menjauhi Maria. Alhasil Maria tetap sebagai "tunangannya yang sedang mengandung" seperti tersurat dalam Luk 2:5 ketika mereka pergi mendaftarkan diri ke kota Daud. Tak masuk akal! Umur tua tidak membuat Elisabet makin hidup tenang. Ini kendala yang dialami perempuan. Namun demikian, mereka hidup terus dan bertahan. Mereka saling menguatkan dengan saling membicarakan kehidupan mereka. Kita ingat kumpulan ibu-ibu sepenanggungan yang ada di paroki. Dengan saling berbagi pengalaman dan penderitaan, masalah yang besar menjadi tidak lagi mengusik. Malah menurut Lukas di situ bisa tumbuh kegembiraan. Satu detail lagi. Dari mana terbit kegembiraan itu? Dari dalam kandungan. Ini khas perspektif perempuan. Dan apa yang dilihat sebagai yang paling membuat Maria beruntung? Tak lain tak bukan "buah rahim"-nya. Sekali lagi ini khas perempuan.

MEMBIARKAN TEKS "MEKAR"

Manakah relevansi perspektif perempuan tadi bagi tafsir kisah kunjungan Maria ini? Bagi penafsir yang beranjak dari perspektif lelaki, kisah ini akan melulu tampil sebagai kunjungan maksud baik Maria yang mau membantu Elisabet dan kisah mukjizat melonjaknya Yohanes dalam kandungan. Namun demikian, dalam perspektif perempuan, muncul makna menyapa kehidupan. Aib yang paling dalam, yang menyangkut keberadaan Maria dan Elisabet sebagai perempuan, kini bertukar menjadi berkat yang muncul dari kegembiraan dan kekuatan iman. Inti kehidupan perempuan yang dalam Kej 3:16 terumus sebagai penderitaan kini menjadi jalan berkat. Bila dibaca dengan cara ini, makna cerita itu bisa mengembang, kata orang Jawa, "mekar". Bisa juga semua ini dilakukan tanpa acuan pada perspektif "perempuan" lawan "lelaki", tetapi dengan kepekaan yang membuat teks makin hidup. Kerangka teori hanya membantu, bukan mengganti perjumpaan dengan teks dan kehidupan.

Injil kali ini mengajak orang membiarkan diri menjadi seperti tokoh-tokoh dalam cerita itu. Masing-masing dari ketiga tokoh ini "dipenuhi Roh Tuhan" dalam cara masing-masing: Yohanes Luk 1:15; Maria Luk 1:35; dan Elisabet Luk 1:41. Memberi ruang kepada Roh Tuhan menjadi persiapan paling cocok untuk menyongsong kedatangan Penyelamat,


Salam,

A. Gianto





Bagikan

Sabtu, 19 Desember 2009 Hari Biasa Pekan Khusus Adven

Sabtu, 19 Desember 2009
Hari Biasa Pekan Khusus Adven

"Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."

Doa Renungan Pagi

Allah yang mahakuasa, sungguh besar anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami di awal hari ini. Engkau telah mengaruniakan kehidupan dan kesehatan kepada kami. Sungguh kami percaya bahwa Engkau Allah yang mahakuasa atas diri kami dan diri Zakharia serta Elisabet dengan peristiwa iman yang boleh mereka alami. Semoga kami hari ini mampu melihat Engkau sendiri dalam setiap peristiwa hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Karya Tuhan luar biasa mengagumkan. Seorang ibu yang mandul akan melahirkan seorang anak laki-laki. Dialah Simson. Kepalanya tidak akan kena pisau cukur menjadi tanda kekuatan karena persembahan diri secara khusus bagi Allah. Tuhan sendiri akan memberkatinya dan hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Hakim-Hakim (13:2-7.24-25a)

"Kelahiran Simson diberitahukan oleh malaikat."

2 Pada waktu itu, hiduplah seorang dari kota Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak. 3 Sekali peristiwa malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak! Tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. 4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. 5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan lewat dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin." 6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: "Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanya dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. 7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi nazir Allah." 24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan Tuhan memberkati dia. 25a Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku penuh dengan puji-pujian untuk mengidungkan kemuliaan-Mu
Ayat.
(Mzm 71:3-4a.5-6ab.16-17)
1. Jadilah bagiku Gunung Batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk
menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
2. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
3. Aku datang dengan keperkasaan Tuhan Allah, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja! Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat: O Tuhan, Tunas Isai, yang menjulang di tengah bangsa-bangsa, bebaskanlah kami, dan jangan berlambat
.

Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis tak terpisahkan dengan kisah dari Perjanjian Lama, secara khusus kelahiran Simson dan Samuel. Yohanes Pembaptis sendiri akan dipenuhi dengan Roh Kudus sejak dari kandungan ibunya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:5-25)

"Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel."

5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. 6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. 7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. 8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. 9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. 11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. 13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. 14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. 15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; 16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." 18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." 19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." 21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. 22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. 23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. 24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: 25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Seringkali kita terkejut dan merasa tidak percaya ketika ada hal-hal yang berada di luar perkiraan kita akan terjadi. Bahkan sekalipun yang terjadi itu sungguh sesuai dengan harapan kita. Apakah ini berarti kita tidak percaya bahwa Allah dapat melakukan segalanya? Tidak ada yang mustahil di mata Allah.

Doa Renungan Malam

Allah yang mahakuasa, terimakasih atas semua anugerah dan rahmat yang boleh kami alami sepanjang hari ini, di mana kami dapat memahami akan besarnya kasih-Mu atas diri kami. Sungguh kami percaya bahwa tidak ada yang mustahil di hadapan-Mu sehingga meskipun Elisabet mandul tetapi karena kuasa-Mu, ia mengandung dan melahirkan anak. Maka kami mohon tambahkanlah iman dalam diri kami. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.



R U A H

Bagikan

Jumat, 18 Desember 2009 Hari Biasa Pekan Khusus Adven

Jumat, 18 Desember 2009
Hari Biasa Pekan Khusus Adven

"Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud."

Doa Renungan Pagi

Allah sumber kebijaksanaan, terima kasih atas rahmat-Mu yang kami terima hari ini. Kami juga bersyukur atas anugerah Santo Yusup sebagai teladan kebijaksanaan dalam menaati perintah-Mu. Maka kami mohon Bapa, semoga Engkau berkenan membantu kami hari ini untuk berlaku bijaksana dalam setiap tugas, perkataan dan perbuatan kami, sehingga nama-Mu semakin dimuliakan. Amin.

Nabi Yeremia menubuatkan bahwa Tuhan akan menumbuhkan sebuah Tunas Adil bagi Daud. Inilah ramalan akan datangnya Mesias dari garis keturunan Daud. Dengan cara ini pula, Tuhan mewujudkan berkat-berkat perjanjian-Nya, yaitu damai dan keadilan di tengah umat-Nya.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (23:5-8)

"Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud."

5 Beginilah firman Tuhan, "Sesungguhnya, waktunya akan datang bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana, dan akan melakukan keadilan serta kebenaran di negeri. 6 Dalam zamannya, Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberkan orang kepadanya: "Tuhan Keadilan Kita. 7 Sebab itu, beginilah firman Tuhan, waktunya akan datang bahwa orang tidak lagi mengatakan 'Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir," 8 melainkan "Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Allah telah mencerai-beraikan mereka'; maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1.2.12-13.18-19)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
3. Terpujilah Tuhan, Allah Israel, hanya Dia yang melakukan perbuatan ajaib! Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Tuhan, pemimpin umat, yang memberikan hukum kepada Musa di Sinai, datanglah dan bebaskanlah kami dengan lengan perkasa.

Yusuf menjadi figur sentral dalam kisah kelahiran Yesus versi Mateus. Dia menerima pewahyuan ilahi lewat seorang malaikat dalam mimpinya. Kelahiran Yesus mengawali zaman keselamatan Mesianis yang sudah diantisipasi dalam Perjanjian Lama. Yesus sendiri mewujudkan kehadiran Allah di antara umat-Nya dengan cara yang sama sekali baru. Ia menjadi Immanuel, Allah beserta kita.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:18-24)

"Yesus akan lahir dari Maria yang bertunangan dengan Yusuf anak Daud."

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Immanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Ketika menghadapi dua pilihan yang tampaknya sama-sama baik, kita harus memilih pilihan yang memiliki tingkat kepentingan yang lebih tinggi. Pilihan manakah yang lebih berguna bagi banyak orang? Sayangnya seringkali kita memilih berdasarkan mana yang lebih enak bagiku. Yusuf tidak demikian. Bagaimana dengan aku?

Doa Renungan Malam

Allah sumber kebijaksanaan, kembali kami bersyukur atas anugerah, penyertaan dan bimbingan-Mu selama perjalanan hidup kami hari ini. Di akhir hari ini, kami ingin mempersembahkan segala usaha dan karya kami. Semoga Engkau berkenan menyempurnakan apa yang kurang sehingga persembahan kami hari ini berguna demi keluhuran nama-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.

R U A H


Bagikan

Kamis, 17 Desember 2009 Hari Biasa Khusus Adven

Kamis, 17 Desember 2009
Hari Biasa Khusus Adven

"Silsilah Yesus Kristus, anak Daud."

Doa Renungan Pagi

Bapa, hadirlah bersama kami, kami ingin tinggal bersama-Mu dalam doa hari ini. Kami ingin bersyukur atas berkat dan anugerah yang Engkau berikan pada kami. Puji dan syukur atas anugerah-Mu, Tuhan. Engkau menjadikan kami anak-anak terkasih-Mu. Amin.

Yakub tatkala ajalnya semakin mendekat mengatakan bahwa kekuatan dan tongkat lambang kekuasaan tidak akan lepas dari Yehuda. Dari keturunan Yehudalah akan muncul raja Daud, yang di kemudian hari akan lahir Yesus, sang Mesias.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kejadian (49:2.8-10)

"Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda."

2 Ketika mendekati ajalnya, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, "Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. 8 Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. 9 Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? 10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:1.3-4b.7-8.17)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran. Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.
3. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Tuhan yang maha bijaksana, semuanya Kauatur dengan lembut dan perkasa; datanglah dan bimbinglah langkah kami.

Daftar keturunan ini bertujuan untuk menujukkan bahwa Yesus adalah Mesias, tujuan dari sejarah keselamatan yang sudah dimulai dengan janji Tuhan kepada Abraham. Secara khusus, Mesias itu adalah putra Daud. Mesias yang berasal dari keturunan Daud merupakan bagian dari pewartaan awali.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:1-17)

"Silsilah Yesus Kristus, anak Daud."

1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Buah tidak akan jatuh jauh dari pohon, itu kata sebuah pepatah kuno. Namun apakah memang semua buah tidak jatuh jauh dari pohonnya? Apakah semua pohon yang buruk selalu menghasilkan buah yang buruk? Kalau memang demikian, di manakah belas kasih Allah? Para leluhur Yesus tidak semuanya dari golongan baik-baik, ada juga yang dari golongan yang dipandang buruk.

Doa Renungan Malam

Bapa, Engkau memperanakkan Yesus dari keturunan-keturunan yang Engkau berkati sendiri. Kami bersyukur atas para pendahulu kami terutama orang tua yang Engkau berkati. Mereka memperkenalkan kami tentang jalan-jalan-Mu. Biarlah di dalam kehidupan dan usaha mereka, mereka selalu Engkau berkati, sehingga mereka juga boleh semakin mencintai Engkau. Amin.


R U A H

Bagikan

Rabu, 16 Desember 2009 Hari Biasa Pekan III Adven

Rabu, 16 Desember 2009
Hari Biasa Pekan III Adven

Rahmat sering datang pada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan. Tetapi kalau kita sabar, kita akan segera melihat bentuk aslinya.

Doa Renungan Pagi

Allah Bapa di surga, syukur atas hari baru yang kami terima ini. Sungguh indah kalau kami juga boleh mendengarkan sabda-Mu. Resapkanlah sabda-Mu yang akan kami baca ya Tuhan, agar menjadi sumber kekuatan untuk melayani dan melakukan aktivitas pekerjaan kami hari ini dengan baik. Sehingga menjadi pujian bagi kemuliaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yerusalem dan bait suci-Nya memang akan hancur oleh orang-orang Babel. Namun Tuhan tetap menunjukkan belas kasih dan karya agung cinta-Nya. Nabi Yesaya berkhotbah tentang kemenangan Yahweh yang luar biasa dan tak terelakkan. Bangsa Israel yang mengandalkan kekuatan kasih Tuhan ini akan juga merayakan kemenangan mereka.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (45:6b-8.18.21b-25)

"Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas."

Beginilah firman Tuhan, "Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap. Akulah yang memberikan kebahagiaan dan mendatangkan kemalangan. Akulah Tuhan yang membuat semuanya ini. Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya. Baiklah bumi membuka diri, dan bertunaskan keselamatan serta menumbuhkan keadilan. Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini." Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit dan bumi. Dialah Allah yang membentuk dan menjadikan serta menegakkan bumi; yang menciptakan bumi bukan supaya kosong, melainkan supaya didiami orang; beginilah firman-Nya, "Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Akulah Tuhan! Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain Aku. Allah yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: Semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata, Hanya dalam Tuhanlah keadilan dan kekuatan. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu. Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah dalam Tuhan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai langit, teteskanlah keadilan, hai awan, curahkanlah keadilan.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai sejahtera akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Nyaringkanlah suaramu, hai pembawa kabar baik. Lihat, Tuhan Allah datang dengan kekuatan.

Yohanes Pembaptis meminta dua orang muridnya untuk menanyakan apakah Yesus itulah Mesias yang dinantikan. Yesus menjawab mereka dengan meminta keduanya melihat apa yang telah dilakukan-Nya. Kabar gembira disampaikan kepada orang miskin. Itulah tanda bahwa Dialah Mesias.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:19-23)

"Katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar."

Yohanes memanggil dua orang murid-Nya, dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus, "Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus mereka berkata, "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya, 'Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Pada saat itu Yesus sedang menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat; dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Maka Yesus menjawab, "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Betapa gembiranya mengetahui bahwa yang dinantikan sudah tiba. Kerinduannya akan yang dinantikan ini akan segera terobati. Kegembiraan sesudah penantiannya ini menunjukkan seberapa penting dia yang dinantikan ini. Begitu pentingnya Yesus bagi Yohanes sehingga ia mengutus dua orang muridnya menemui Dia. Apakah Yesus penting bagiku?

Doa Renungan Malam

Allah Bapa kami, Yohanes Pembaptis menyuruh muridnya untuk bertanya kepada-Mu tentang apakah mereka harus menunggu seorang yang lain. Namun, Engkau menjawab mereka dengan tanda-tanda dan mukjizat yang Engkau lakukan. Bapa, kami sering tidak dapat melihat tanda-tanda-Mu dengan baik, namun Sabda-Mu telah menuliskannya, maka cukuplah kiranya bagi kami untuk percaya. Doa ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


R U A H




Photobucket


Bagikan

Bahan Adven Keuskupan Agung Semarang, Pertemuan Keempat: Meneladan Maria Dalam Pembaruan Hidup Beriman

Pertemuan Keempat

MENELADAN MARIA DALAM PEMBARUAN HIDUP BERIMAN

Tujuan

Umat mampu membuat pembaruan hidup beriman, baik melalui keteladanan hidup maupun berdevosi kepada Maria


1. Pembuka

a. Lagu Pembuka: (PS 674, 675)
b. Doa Pembuka: dibuat sendiri, yang berisi:
-Ungkapan syukur atas pertemuan Adven keempat.
-Mohon terang Roh Kudus agar Umat mampu membuat pembaruan hidup beriman, baik melalui keteladanan hidup maupun berdevosi kepada Maria

2. Pengantar

Karya keselamatan Allah, dalm diri Yesus Kristus, tidak dapat dilepaskan dari peran Maria. Kesediaan Maria menerima panggilan Allah menjadi bunda Yesus, baik dalam hati, pikiran, maupun tubuhnya menjadi awal terjadinya karya keselamatan-Nya. Maria mengandung Putera tunggalnya dari kuasa Roh Kudus sebagai wujud kesediaannya untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah bagi semua orang. Maka, sudah sepantasnya kalau Maria dihormati oleh Gereja dengan kebaktian yang khas dan istimewa sambil mencontoh keteladanan hidupnya (LG 66) karena dia sendiri yang mengarahkan Gereja kepada Yesus.

3. Pertanyaan Awal

a. Mengapa Maria ditempatkan secara istimewa dalam Gereja Katolik?
b. Sebutkan peristiwa-peristiwa dalam Kitab Suci yang menempatkan peran Maria?

4. Materi Adven menjadi saat yang istimewa bagi kita untuk merenungkan karya keselamatan Allah, yang tampak dalam diri Yesus Kristus. Allah berkehendak untuk memperbarui manusia yang jatuh dalam dosa menjadi ciptaan yang “sungguh amat baik” (Kej 1:31). Berulang kali Allah berbicara kepada manusia melalui para nabi, kini Ia hadir secara pasti dalam diri Yesus Kristus (Ibr 1:1-2). Kehadiran yang membawa pembaruan dan tidak dapat dilepaskan dari peran seorang perempuan, yang bernama Maria. Siapakah Maria dan bagaimana perannya?

a. Maria tumbuh dalam bimbingan orangtuanya
Menurut tradisi, Maria adalah anak Yoakim dan Anna. Mereka tinggal di daerah Sepforis (tidak disebut dalam Perjanjian Baru). Ketika Maria dilahirkan sekitar tahun 18 SM, bangsa Romawi menduduki wilayah utara Palestina yang dikenal sebagai Galilea. Ketika kota Sepforis habis terbakar, Yoakim, Anna, dan Maria mengungsi ke desa kecil bernama Nasaret, kira-kira 6,5 km sebelah tenggara Sepforis. Ketika Maria lahir, Yoakim dan Anna mempersembahkan dia kepada Allah melalui imam Zakaria di Bait Allah. Maria tumbuh di bawah asuhan imam Zakaria dalam adat dan tradisi Yahudi yang kuat. Ketika Maria berumur 14 tahun, dia sudah dianggap dewasa dan dipertunangkan dengan Yusuf.

Kitab Suci kita tidak banyak bercerita tentang kehidupan Maria sebelum menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Kita hanya dapat membayangkan bagaimana kehidupan dan pendidikan yang diterima Maria dalam keluarganya. Aneka keutamaan hidup Maria, misalnya kesederhanaan, kesetiaan, ketekunan, pasti tidak muncul begitu saja dari dirinya tetapi hasil dari pendidikan orangtuanya. Maria dididik sedemikian rupa sehingga aneka keutamaan hidup tersebut sungguh tumbuh dan berkembang dalam diri dan hidupnya sebagai bekal hidup ketika berhadapan dengan panggilan Allah.

Salah satu keutamaan hidup yang paling menonjol adalah kesederhanaan. Kesederhanaan Maria tampak dalam kehidupannya sehari-hari, baik dalam kata maupun perbuatan. Kesederhanaan ini menjadikan Maria tidak sombong, tetapi yang tampak berkembang justru kerendahan hatinya berhadapan dengan kenyataan hidup yang harus dijalani, misalnya keterbukaan hati menerima panggilan Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus (Luk 1:26-38), ketulusan hati untuk memperhatikan dan membantu orang lain (Luk 1:39-56; Yoh 2:111), ketaatan terhadap hukum Taurat (Luk 2:21-40.41-52), ketabahan hati untuk mendampingi Puteranya yang menderita sampai di bawah kayu salib (Yoh 19:25-27), kesetiaan untuk mendampingi para murid Yesus yang menantikan kedatangan Roh Kudus (Kis 1:12-14). Maria menerima dan melaksanakan semua peristiwa itu tanpa berulah, tetapi dengan gembira, senyum, ketulusan, dan penuh kepasrahan. Inilah bentuk kesederhanaan Maria.

b. Fiat Voluntas Tua (jadilah padaku menurut perkataan-Mu)
Jawaban Maria atas panggilan Allah “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38) mengakhiri percakapan antara Maria dan malaikat Gabriel yang sangat menentukan sejarah keselamatan manusia. Maria menjawab dengan mantap dan penuh kebebasan, bukan keterpaksaan. Jawaban Maria menjadi jawaban dan keputusan yang membuka babak baru dalam karya keselamatan Allah, meski ia sadar akan konsekuensi atas jawaban tersebut. Konsekuensi yang diterima tidaklah ringan karena ia harus memasuki lorong-lorong yang gelap dalam hidupnya. Ia harus berjalan melaksanakan kehendak Allah tanpa mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi. Ia berhadapan dengan banyak hal yang tidak diketahuinya karena kehendak Allah sungguh misteri.

Jawaban Maria dapat dipahami sebagai satu keutamaan bahwa ia berani meninggalkan kepentingan pribadi dan menomorsatukan kehendak Allah. Jawaban ini dapat menjadi contoh sikap orang beriman, yaitu berani meninggalkan kepentingan dirinya dengan penuh kesadaran. Hal ini tentu berbeda dengan kecenderungan orang pada umumnya, yang selalu menghitung untung rugi dalam segala hal. Orang lebih suka menjawab “tidak” terhadap hal-hal yang merugikan kepentingan pribadi dan menjawab “ya” terhadap hal-hal yang menguntungkan.

c. Per Mariam ad Jesum (melalui Maria sampai kepada Yesus)

Karya keselamatan Allah memuncak pada diri Yesus Kristus, yang dikandung dan dilahirkan dari seorang perawan dan diberi nama Imanuel (Mat 1:23 lih. Yes 7:14). Perawan itu adalah Maria. Keberadaan dan peranan Maria dalam karya keselamatan Allah dan keterkaitan Maria dengan Puteranya Yesus tidaklah diragukan. Maka sudah sepantasnya kalau Maria ditetapkan menjadi Bunda Allah yang mengantar umat beriman sampai kepada Yesus Puteranya sepanjang masa. Itulah sebabnya Bunda Maria juga disebut Bunda Gereja.

Keberadaan dan peran Bunda Maria yang penting ini diakui oleh Gereja Katolik, sehingga Gereja memberikan penghormatan yang khusus dan istimewa dalam liturgi Gereja sebanyak 15 kali, baik hari raya, pesta, maupun peringatan. Selain itu, ada kebiasaan umat beriman untuk berdoa rosario setiap hari pada Mei dan Oktober. Penghormatan kepada Bunda Maria tidak hanya berhenti pada hal-hal yang berkaitan dengan liturgi dan berdoa rosario, tetapi sampai pada pengakuan bahwa Bunda Maria adalah pengantara rahmat bagi umat beriman.

Kepengantaraan Bunda Maria tentu tidak akan mengambil alih kepengantaraan Yesus Kristus, sebagai satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia, seperti dikatakan oleh santo Paulus “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” (1Tim 2:5-6). Kepengantaraan Bunda Maria adalah mengundang umat beriman agar mendekatkan diri kepada Yesus Kristus, sehingga boleh mengalami rahmat keselamatan-Nya, dengan ungkapan yang khas per Mariam ad Jesum.

Keberadaan Bunda Maria dalam Gereja Katolik tampak dalam rumusan Lumen Gentium 67 “Konsili mendorong putera Gereja, supaya mereka dengan rela hati mendukung kebaktian kepada Santa Perawan, terutama yang bersifat liturgis... selanjutnya hendaklah kaum beriman mengingat, bahwa bakti yang sejati tidak terdiri dari perasaan yang mandul dan bersifat sementara, tidak pula dalam sikap mudah percaya tanpa dasar. Bakti itu bersumber pada iman yang sejati, yang mengajak kita untuk mengaku keunggulan Bunda Allah, dan mendorong kita untuk sebagai putera-puteranya mencintai Bunda kita dan meneladan keutamaan-keutamaannya.” Rumusan tersebut mengandung tiga hal yang saling terkait, yaitu 1) Gereja menghormati atau berdevosi kepada Bunda Maria, 2) umat beriman diajak berdevosi secara benar, dan 3) umat beriman diajak mencintai dan meneladan Bunda Maria.

Penghormatan atau berdevosi kepada Bunda Maria berbeda ketika Gereja Katolik menghormati dan bersembah sujud kepada Yesus Kristus. Penghormatan kepada Bunda Maria tidak mengganti sembah-sujud kepada Yesus Kristus karena Dia satu-satunya pengantara kepada Allah. Sebagai pengantara, Maria adalah ”sarana rahmat” yang ditempatkan di bawah Yesus Kristus. Itulah sebabnya, Gereja Katolik mengajak umat beriman untuk menghormati Maria secara benar. Ajakan ini bukan berarti bahwa umat beriman mengurangi devosinya kepada Bunda Maria, baik dalam bentuk ziarah ke gua Maria, berdoa rosario, berdoa litani kepada Bunda Maria, maupun novena tiga Salam Maria, tetapi menempatkan Bunda Maria sesuai dengan perannya. Ada banyak contoh sederhana tapi perlu dipikirkan lagi, agar devosi kepada Bunda Maria menjadi benar, antara lain: umat beriman berdoa rosario ketika mengikuti perayaan Ekaristi, umat beriman lebih mengutamakan ziarah ke gua Maria dibanding mengikuti perayaan Ekaristi Minggu (padahal di tempat ziarah tidak ada Ekaristi), umat beriman
memperlakukan tempat ziarah untuk maksud tertentu yang bersifat magis, dan sebagainya.

d. Meneladan Maria dalam melaksanakan perutusan sebagai agen pembaru dan saluran berkat Melalui sakramen Baptis dan Penguatan atau Krisma yang telah diterima, umat beriman diajak untuk menyadari diri dan hidupnya akan panggilan dan perutusan untuk mewartakan keselamatan Allah di dunia, seperti sabda Yesus “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Warta keselamatan Allah yang disampaikan selalu mengandung aspek pembaru dan berkat. Umat beriman yang diutus mewartakan keselamatan Allah berarti diutus untuk menjadi agen pembaru dan saluran berkat bagi siapa pun, tanpa terkecuali, baik dalam kata maupun perbuatan. Menjadi agen pembaru dan saluran berkat bukan hanya teori tetapi penghayatan pribadi yang nyata sebagai bentuk kesaksian hidupnya. Semua ini dapat terjadi kalau umat beriman mau dan berani mengembangsuburkan aneka keutamaan hidup, seperti yang dihayati oleh Bunda Maria. Semoga, dengan aneka keutamaan yang berkembang dalam diri dan hidup Bunda Maria, umat beriman mampu menjadi agen pembaru dan saluran berkat bagi banyak orang.

Berdasarkan semangat Bunda Maria, umat beriman mampu mewartakan keselamatan Allah di tengah masyarakat yang sedang mengalami berbagai krisis karena ketidakadilan, penindasan, kemiskinan, penderitaan, perusakan lingkungan hidup, perang, dan sebagainya. Semoga kehadiran umat beriman membawa sukacita dan kedamaian sehingga terbentuklah habitus baru yang mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.

5. Pendalaman Materi

Pada akhir pertemuan, pemandu memberikan waktu tanya jawab kepada peserta.

6. Penutup
a. Penyalaan Lilin Korona Adven dan Doa Syukur atas habitus baru
b. Doa Penutup: dibuat sendiri, yang berisi:
-Terima kasih atas penyertaan Allah selama pertemuan
-Umat mampu membuat pembaruan hidup beriman, baik melalui keteladanan hidup maupun berdevosi kepada Maria

c. Lagu Penutup: PS 440/450 atau alternatif lagu berjudul ”Maria, Hamba Allah Bunda Gereja”, cipt. J. Pujasumarta, Pr.

LAMPIRAN

Ritus Penyalaan Lilin Korona Adven

Refren : Datanglah Tuhan Allahku, selamatkanlah umat-Mu.

P: Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami,
Hamba-Mu yang merindukan Putera-Mu,
Nyalakanlah harapan kami yang gelap ini,
nyalakanlah harapan kami (Lilin adven dinyalakan)

Bagaikan nyala lilin yang semakin terang,
Sampai kami berjumpa dengan Juru Selamat kami,
Yang terbaring di palungan suci.
Angkatlah tangan-Mu yang mungil, Putra Allah yang Agung,
Berkatilah seluruh umat-Mu
Ajarilah kami untuk selalu bersyukur
atas Habitus Baru yang sudah kami kembangkan,
Sehingga kami siap sedia bertekad bulat
mewujudkan pembaruan hidup beriman,
Terangilah, lindungilah, bimbinglah dan hantarkanlah kami
Selalu pada Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.

Refren : Datanglah Tuhan Allahku, selamatkanlah umat-Mu.

Doa Syukur atas Habitus Baru

Ya Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Surga, puji dan syukur kami persembahkan kepada-Mu, khususnya atas berkat melimpah yang boleh kami terima selama perjalanan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang ini. Kami bersyukur atas keluarga yang menjadi basis hidup beriman, keterlibatan anak-anak, remaja dan kaum muda dalam hidup menggereja dan masyarakat yang semakin berkembang,terlebih usaha memperhatikan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir. Semua ini kami lakukan bersama-sama karena harapan terwujudnya “habitus baru” dalam kehidupan.

Ya Bapa, kami juga bersyukur atas semakin terbukanya hati dan pikiran kami untuk selalu belajar dari sabda Putra-Mu Yesus Kristus,sehingga kami semakin cerdas dan tangguh imannya, semakin sadar bahwa laki-laki dan perempuan sama dihadapanMu, mau terbuka dengan siapa saja yang berkehendak baik dan bersyukur atas alam ciptaan-Mu yang diciptakan untuk kelangsungan hidup kami dengan tetap melestarikannya.


Ya Bapa, berikanlah rahmat penyertaan-Mu agar kami selalu ada kebutuhan dan kerinduan menjawab tantangan zaman dan siap mewujudkan “habitus baru” bagi hidup beriman kami. Semoga atas penyertaan-Mu dalam terang Roh Kudus-Mu, kami mampu menjawab tugas panggilan untuk senantiasa menjadi utusan dan semakin bertumbuhnya benih-benih panggilan untuk menjadi imam, bruder dan suster di tengah umat Keuskupan Agung Semarang. Semoga kami semakin bersiap menempatkan diri kami untuk menerangi dunia dengan kebenaran Kristus; menanggapi segala situasi dalam cinta kasih dan seantiasa mewartakan harapan akan Kristus.

Bersama Bunda Maria, hamba Allah dan bunda Gereja, teladan kesetiaan dan kerendahan hati, kami persembahkan doa, syukur, niat dan upaya kami kepada-Mu melalui Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.









Photobucket


Bagikan

Selasa, 15 Desember 2009 Hari Biasa Pekan III Adven

Selasa, 15 Desember 2009
Hari Biasa Pekan III Adven

"Sesungguhnya pemungut cukai dan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah". (Zef 3:1-2.9-13; Mat 21:28-32)

Doa Renungan

Allah Bapa sumber kebijaksanaan, ajarlah aku hari ini untuk membuka hatiku terhadap kehadiran-Mu. Ajarlah aku juga mengenal kehendak-Mu hari ini, dan berilah aku kerelaan, keberanian, dan kekuatan untuk melakukan semua itu. Bantulah agar aku mengiyakan tidak hanya dengan mulut, tapi juga dengan perbuatanku. Bersama Kristus Tuhan penyelamatku, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Zefanya (3:1-2.9-13)

"Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina."

1 Beginilah firman Tuhan, "Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! 2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap. 9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu. 10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku. 11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. 12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN; 13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.
Ayat. (Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-ser, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
3. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
4. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:28-32)

"Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya."

28 Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Doa Renungan

Tuhah, penyelamat, jangan berlambat lagi dan datanglah kepada kami untuk memperbaharui dunia, untuk mengantar kami kepada-Mu dan kepada Bapa kami, sehingga kami menjadi umat-Nya sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Renungan

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

• Banyak orang melecehkan mereka yang pada umumnya disebut penjahat, seperti pencopet, penodong, gelandangan, pelacur, dst,,, dan dengan mudah menghormati mereka yang berpakaian rapi: memakai jas dan berdasi serta naik mobil Mercy, dst.. Jika dicermati secara mendalam hemat saya mereka yang dinilai jahat tersebut tidak sejahat sebagaimana dipikirkan dan dinilai kebanyakan orang: mereka terpaksa berbuat jahat karena keserakahan dan kesombongan orang lain. Sementara itu mereka yang dipandang terhormat belum tentu baik, mungkin adalah penjahat kelas kakap. Memang para petugas resmi pada umumnya takut menangkap dan mengadili penjahat kelas kakap. Akhir-akhir ini ada berita yang cukup menarik dan mengesan:
(1) saudara-saudara kita, orang Madura, mengambil besi, yang tidak seberapa jumlahnya, yang akan digunakan untuk membangun jembatan Suramadu ditangkap dan diadili,
(2) seorang ibu tua di daerah Jawa Tengah mengambil tiga butir buah kakao diadili dan dihukum, dst.. sementara para koruptor milarydan rupiah dibiarkan tetap bebas berkeliaran ke sana kemari.

Maka benarlah apa yang disabdakan oleh Yesus bahwa "pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah", artinya mereka yang dipandang dan dinilai sebagai penjahat pada umumnya lebih mudah bertobat dan memperbaharui daripada para pejabat korup yang terhormat dan dipandang baik. Sama-sama diberi kesempatan untuk bertobat dan memperbaharui diri, mereka yang dinilai jahat lebih mudah daripada mereka yang dinilai dan dipandang terhormat.

"Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus. Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN" (Zef 3:11-12). Mereka yang dipandang sebagai `sisa', rendah atau jahat di masyarakat pada umumnya akan muhdah menjadi "umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan". Sementara itu orang yang dipandang terhormat begitu percaya diri dan hanya mencari perlindungan pada dirinya sendiri, alias sombong. Kepada siapapun yang dipandang dan dinilai jahat atau jelek oleh kebanyakan orang kami harapkan untuk tidak marah dan membenci mereka yang menjelekkan tersebut, melainkan tanggapi dengan rendah hati dan lemah lembut sambil mawas diri dan menyadari bahwa kita memang orang yang lemah dan rapuh. Dengan kata lain ketika kurang dihargai dan dihormati oleh sesama hendaknya hal itu menjadi kesempatan untuk menyadari dan menghayati diri sebagai orang berdosa yang dipanggil Tuhan, orang yang mencari perlindungan pada nama Tuhan. Marilah kita mempersiapkan diri bagaikan para gembala yang di malam Natal kesepian di padang rumput, namun terbuka terhadap Penyelenggaraan Ilahi dan kemudian menjadi umat pertama yang bertemu dengan Penyelamat Dunia, yang baru saja lahir di dunia.

"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya" (Mzm 34:2-3.6-7)


Jakarta, 15 Desember 2009


Ign Sumarya, SJ



Bagikan

Senin, 14 Desember 2009 Pw. St. Yohanes dari Salib, Imam, Pujangga Gereja

Senin, 14 Desember 2009
Pw. St. Yohanes dari Salib, Imam, Pujangga Gereja


"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal itu?”(Bil 24:2-7.15-17a; Mat 21:23-27)


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Bilangan (24:2-7.15-17a)

"Sebuah bintang terbit dari Yakub."

2 Pada waktu itu, Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia. 3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; 4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. 5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! 6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air. 7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan. 15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; 16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. 17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 25:4b-5b.6-7c.8-9)
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku, janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:23-27)

"Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?"

23 Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" 24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." 27 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes dari Salib, imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Para tokoh hidup bersama, yang gila akan kekuasaan, kedudukan dan kehormatan duniawi, akan gusar jika tiba-tiba muncul tokoh pembaharu hidup bersama yang didukung oleh banyak orang atau rakyat. Begitulah yang dirasakan oleh imam-imam dan tua-tua bangsa Yahudi dengan kedatangan Yesus, yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Mereka mencoba menjebak dan menjatuhkan Yesus, namun terbalik jadinya ketika mereka ditanyai perihal baptisan Yohanes; mereka dalam ketegangan antara tidak percaya dan takut pada orang banyak, serta kemudian membodohi diri dengan berkata “Kami tidak tahu”. Yohanes dari Salib yang kita kenangkan hari ini adalah pembahaharu Ordo Karmelit, namun usaha pembaharuannya ditentang, bahkan ia diajuhi oleh rekan-rekannya. Mereka yang tidak percaya pada pembaharuan berarti kolot, tidak mengikuti perkembangan zaman, karena segala sesuatu di dunia ini terus berkembang, tumbuh, berubah dan diperbaharui terus menerus. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk senantiasa bersikap terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk berubah atau diperbaharui, dalam rangka mempersiapkan diri kedatangan Sang Pembahaharu Sejati, Yesus, Penyelamat Dunia. Sikap terbuka ini perlu dijiwai oleh keutamaan rendah hati, yaitu “sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24).

·Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat” (Bil 24:17). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita di masa Adven ini. Siapapun yang telah ‘melihat dan memandang’, meskipun pada taraf atau tingkat rohani/spiritual, yang dinantikan dan dikasihi kiranya akan hidup dan bertindak dengan penuh harapan: berharap agar segera dapat melihat dan memandang secara dekat alias bertatap muka dan bercakap-cakap bersama. Orang yang berharap pada umumnya juga terbuka terhadap aneka macam kesempatan dan kemungkinan, dan dengan demikian ia senantiasa menjaga diri siap sedia untuk melakukan sesuatu. Hal yang demikian ini kiranya dihayati oleh para pelajar atau mahasiswa menjalang ujian, para calon mempelai yang tidak lama lagi akan saling mengikat janji hidup berkeluarga, dst…Cara hidup dan cara bertindak para pelajar, mahasiswa atau calon mempelai dalam rangka menyambut hari “H” tersebut kiranya sesuai dengan yang diharapkan dari kita semua di masa Adven ini. Cara hidup dan cara bertindak itu antara lain diwarnai oleh pembersihan diri dalam rangka menampilkan diri sehingga menarik, mempesona dan menawan serta bekerja keras dalam melaksanakan tugas atau kewajiban. Marilah kita berusaha membersihkan diri dari aneka macam dosa, kejahatan maupun kebobrokan alias memperbaharui diri. Mungkin baik dalam kegiatan pembersihan diri ini kita bekerja sama, artinya saling membantu, melihat dan memandang satu sama lain untuk saling memberi tahu pembaharuan diri macam apa yang selayaknya harus dilakukan dalam rangka menyongsong Pesta Natal yang akan datang.

“Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN” (Mzm 25:4-7).


Jakarta, 14 Desember 2009


Ignatius Sumarya, SJ


Photobucket


Bagikan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy