Senin, 07 Juli 2014 Hari Biasa Pekan XIV

Senin, 07 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XIV

Semakin tinggi kedudukanmu, hendaklah semakin rendah hati! (Paus Klemens I)

Antifon Pembuka (Mzm 145:2-3)

Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji, keagungan-Nya tak terselami.

Doa Pagi


Allah yang Mahasetia dan penuh kasih, singkirkanlah segala sesuatu yang dapat menodai kesetiaan kami dalam mengabdi-Mu dengan jujur dan penuh bakti. Bantulah kami semua dengan Roh Kudus-Mu agar tetap setia berpaut pada sabda dan perintah cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Hosea (2:13.14b-15.18-19)
       
"Aku akan menjadikan dikau istriku untuk selama-lamanya."
 
Inilah sabda Tuhan, "Aku akan membujuk umat kesayangan-Ku dan membawanya ke padang gurun, lalu berbicara menenangkan hatinya. Di sana ia akan merelakan diri seperti pada masa mudanya, seperti ketika ia berangkat ke luar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah sabda Tuhan, engkau akan memanggil Aku 'Suamiku', dan tidak lagi memanggil Aku 'Baalku'. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku untuk selama-lamanya, dan Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan dikau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Kekuatan karya-karya-Mu yang dahsyat akan dimaklumkan, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. Kenangan akan besarnya kebaikan-Mu akan dimasyhurkan, orang akan bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
4. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bait Pengantar Injil do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:18-26)
  
"Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup."

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Apakah kita sudah percaya, bahwa Yesus adalah penyelamat yang menebus umat Allah yakni Gereja? Sudah sepatutnyalah umat Katolik mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan penyelamat. Lalu apakah sudah selesai? bacaan hari ini sepertinya membuat kita yakin bahwa iman saja sudah cukup, percaya kepada Yesus itu sudah lebih dari cukup, sebab dikatakan “Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.” (Mat9:22). Iman telah menyelamatkan sang perempuan yang sedang mengalami pendarahan. Buktinya, “…Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Yoh 9:21) tidakkah iman sudah cukup, tanpa harus berbuat baik? Memang benar, iman menyelamatkan kita, sebab dengan iman kita dapat mengenal Allah dan menerimanya di dalam hati, tanpa iman mustahil Allah dapat kita terima begitu saja sebab bagaimanapun akal budi sungguh terbatas, dan pada akhirnya kita dapat saja jatuh pada ateisme.
 
 Iman menyelamatkan karena membuat kita mampu percaya kepada Allah yang menyelamatkan, dengan begitu kita sudah tahu betul siapa yang dapat memberikan keselamatan bagi umat manusia. Tetapi iman yang adalah anugerah ini membutuhkan tanggapan, agar iman ini semakin hidup dan tumbuh. Itulah mengapa kita harus berbuat baik. Jika kita perhatikan dengan seksama, perempuan yang mengalami pendarahan itupun menunjukkan suatu aksi nyata “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan MAJU MENDEKATI Yesus dari belakang DAN MENJAMAH jumbai jubah-Nya.” (Mat 9:20). Perempuan tersebut percaya bahwa Yesus mampu menyelamatkan dirinya, tetapi kepercayaannya ini, yaitu imannya ini membuatnya untuk mendorong dirinya sendiri bergerak yaitu bergerak “maju mendekati” serta “menjamah” (menyentuh). Inilah iman yang hidup itu. Iman akan semakin dihidupkan jika saja kita mau bergerak lewat karya kepada sesama. Itulah sebabnya percaya kepada Yesus bukan berarti semua beban tuntas. Justru, dengan semakin percaya bahwa Yesus setia dan menyertai kita, maka kita harus bergerak untuk menerima semua hal yang tidak pernah mau kita terima dan mengolahnya ; dan dengan demikian Yesus mau kita semua menjadi bijaksana terhadap segala sesuatu. Iman yang hidup tidak membuat manusia berhenti hanya pada “percaya” tetapi harus semakin mendorong manusia mengolah diri dalam setiap perbuatan yang mencerminkan pribadi Yesus, sehingga Yesus akan semakin diwartakan dalam iman kita dan karya – karya kita.
 

Doa untuk Mgr J. Pujasumarta (PS 168 dengan sedikit perubahan)
 
Bapa yang Maha Pengasih, kami sangat prihatin, karena Bapa Uskup Johannes Pujasumarta sedang sakit.

Dalam keprihatinan ini kami ingat akan Yesus Kristus, yang Kau beri kuasa menyembuhkan orang-orang sakit. Percaya akan kuasa-Mu, kami serahkan Bapa Uskup yang sakit ini kepada kebijaksanaan-Mu. Dengan penuh iman dan harapan kami mohon: Kuatkanlah beliau dalam deritanya, dampingilah dan hiburlah beliau dalam kesunyian dan kesepiannya, dan teguhkanlah beliau dalam iman dan harapan. Sudilah Engkau menyembuhkan beliau dari penyakit yang dideritanya.

Semoga dalam menanggung sakit ini beliau ingat akan Yesus yang menderita sangat hebat demi keselamatan semua orang. Bantulah beliau menyatukan sakitnya dengan penderitaan Yesus sendiri, supaya akhirnya beliau pun boleh bersatu dengan Yesus yang bangkit dan mulia. Terangilah beliau agar mampu memetik hikmat dari pengalaman sakitnya ini. Semoga beliau semakin memahami makna kehidupan, bahkan dapat melihat sakitnya sebagai karunia yang mendatangkan aneka karunia.

Kami berdoa juga bagi mereka yang sakitnya tak tersembuhkan. Semoga dengan hati terbuka mereka menerima kebijaksanaan-Mu.

Bagi kami sendiri, semoga peristiwa ini semakin menyadarkan kami akan tanggung jawab kami terhadap mereka yang sakit. Semoga karena berkat-Mu kami selalu berusaha melayani mereka dengan senang hati. Sebab kami sadar bahwa apa pun yang kami perbuat bagi mereka, itu kami perbuat bagi Yesus Kristus sendiri, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin

Salam Maria (3x)

Deus Providebit