Seri Alkitab: INJIL MARKUS 3:31 (Bagian I)

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 206

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 3:31
Bagian I

Syalom aleikhem.
Mrk. 3:31
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Et venit mater eius et fratres eius, et foris stantes miserunt ad eum vocantes eum.

Siapa ibu Tuhan Yesus sudah jelas, Bunda Maria. Tak ada perdebatan tentang ini. Namun, ada banyak perdebatan mengenai “saudara-saudara Yesus”. Nanti kita bahas relatif tuntas.

Mengapa disebut bahwa ibu dan saudara-saudara Tuhan Yesus datang? Sebab, Bunda Maria tinggal di Nazaret, sementara saat itu Tuhan Yesus berada (tinggal) di Kapernaum. Dapat kita bayangkan, Bunda Maria dan saudara-saudara Tuhan Yesus mengunjungi-Nya di Kapernaum.

Apa artinya “di luar”? Di luar rumah. Kita tahu, selalu ada orang banyak berdesak-desakan di dalam dan di pintu dan di depan rumah di mana Tuhan Yesus berada. Karena itu, Bunda Maria sulit masuk. Ingatkah peristiwa orang lumpuh yang diturunkan dari atas? Nah, macam begitu sulitnya menemui Tuhan di dalam rumah. Karena Bunda sulit masuk rumah, ia meminta orang memanggilkan Tuhan Yesus. Begitulah isi ayat ini. Sederhana. Tapi, kompleks ketika menyangkut ungkapan “saudara-saudara Yesus”.

Mari merunut siapa mereka. Apakah saudara kandung? Pertama, kita harus ingat bahwa istilah “saudara” dalam Alkitab sangat luas maknanya, digunakan untuk menyebut saudara kandung, saudara seiman, saudara sebangsa, dan kerabat. Jadi, itu tak hanya berarti saudara kandung, tapi luas sekali. Contoh nas untuk saudara seiman: Kis. 1:15; 11:1; 15:3; 21:7. Contoh untuk saudara sebangsa: Kis. 7:23.26; 13:15.38; 22:1; 28:17. Contoh nas untuk kerabat: Kej. 29:15. Laban memanggil Yakub “saudara”, padahal jelas Yakub itu keponakannya.

Jelas sekali ‘kan, kata “saudara” dalam Alkitab tak selalu berarti saudara kandung. Belum puas dengan contoh? Ada lagi: Luk. 22:32. Ceklah sendiri. Apa yang dimaksud “saudara” dalam ayat itu? Sekandung? Pasti bukan! Yang dimaksud adalah “rasul-rasul lain”.

Berbasis atas berbagai nas itu, pendapat yang menyatakan bahwa “saudara-saudara Yesus” adalah para saudara kandung adalah tidak benar. Pendapat itu salah. Lagipula, para Bapa Gereja mula-mula selalu menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa itu adalah kerabat Tuhan Yesus, bukan saudara kandung-Nya. Alkitab bukan kumpulan buku yang dapat dibaca begitu saja tanpa petunjuk lain. Kita mengandalkan para Bapa Gereja (Tradisi Suci) untuk mengartikan (menafsirkan) isi Alkitab yang kadang tak mudah dipahami dan samar maknanya.

Kesaksian para Bapa Gereja jelas sekali mengenai itu. Bahkan, kita perlu tahu, para bapa reformasi (orang-orang protestan awal) pun mengatakan bahwa itu adalah kerabat Tuhan Yesus, bukan saudara kandung-Nya. Belakangan, para protestan “mabuk” mengatakan bahwa itu saudara-saudara kandung Tuhan Yesus. Tapi, itu baru belakangan ini; pendahulu mereka berpendapat lain. Nah loh!

Argumen dari Alkitab sendiri relatif jelas menyatakan bahwa itu kerabat Tuhan Yesus. Pada Bagian II kita akan lihat dengan cermat.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring