Seri Katekismus: GELAR & LAMBANG ROH KUDUS

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 207

Seri Katekismus
GELAR & LAMBANG ROH KUDUS

Syalom aleikhem.
Agar dapat berhubungan dengan Sang Kristus, orang harus disentuh lebih dulu oleh Roh Kudus. Ketika disentuh oleh Roh Kudus, orang dibangkitkan imannya.

Roh Kudus punya beberapa gelar: Parakletos, Roh yang dijanjikan, Roh yang menjadikan kamu anak Allah, Roh Kristus, Roh Tuhan, Roh Allah, Roh kemuliaan, Roh kebenaran. Parakletos itu bahasa Yunani, Latinnya advocatus yang artinya ‘dipanggil mendampingi’. Parakletos biasa diterjemahkan “penghibur” atau “penolong”. Harap ingat, Penolong pertama adalah Tuhan Yesus. Karena itu, Tuhan Yesus berkata bahwa Beliau akan mengutus “Penolong yang lain”. Itulah Roh Kudus.

Berikut ini beberapa lambang Roh Kudus: air, urapan, api, awan dan sinar, meterai, tangan, jari, merpati.

Dalam Sakramen Baptis, air adalah lambang tindakan Roh Kudus. Seperti pada kelahiran jasmani kita butuh air ketuban, pada kelahiran rohani kita butuh Roh Kudus yang bagai air yang menghidupkan.

Urapan dengan minyak, dalam Sakramen Penguatan, adalah lambang Roh Kudus. Dalam Gereja-Gereja Timur, sakramen ini dinamakan khrismation. Perhatikan betapa jelasnya. Khrismation yang artinya ‘pengurapan’ terkait erat dengan kata Khristos (‘Kristus’) yang artinya “yang diurapi”.

Api melambangkan daya perubahan yang dilakukan Roh Kudus.
Dalam lidah-lidah api, Roh Kudus turun atas Para Rasul. Mereka semua diubah dari takut menjadi berani mewartakan kebangkitan Kristus kepada orang banyak.  Dalam tradisi kerohanian, lambang api untuk Roh Kudus paling berkesan, sampai-sampai ada ungkapan “jangan padamkan Roh”.

Dalam Perjanjian Lama, awan (yang gelap maupun yang cerah) menyatakan kehadiran Allah; awan menyelubungi kemuliaan-Nya yang adikorati. Waktu Kristus bersama tiga murid berada di atas gunung, muncul awan menaungi mereka. Awan juga yang membuat Kristus hilang dari pandangan para murid pada peristiwa kenaikan-Nya ke surga. Demikian juga kelak pada akhir zaman. Awan dan sinar – keduanya berkaitan – melambangkan hadirat Roh Kudus.

Meterai adalah cap, tanda. Lambang ini terkait erat dengan Sakramen Baptis, Penguatan, dan Tahbisan sebagai sakramen-sakramen yang tak terhapuskan. Tanda yang diberikan Roh Kudus bersifat kekal.

Penumpangan tangan merupakan lambang pencurahan Roh Kudus. Gereja Kristus sampai hari ini mempertahankannya. Lambang (penumpangan) tangan dekat dengan lambang jari.

Lambang yang sangat popular untuk Roh Kudus adalah merpati. Pada akhir air bah, Nuh menerbangkan merpati. Pada saat Kristus selesai dibaptis, Roh Kudus dalam rupa merpati turun ke atas-Nya.

** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 683 – 701

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring