Seri Katekismus: ROH KUDUS DIALIRKAN


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 210

Seri Katekismus
ROH KUDUS DIALIRKAN

Syalom aleikhem.
Sejak awal mula sampai “genap waktunya”, kedua utusan Sang Bapa, yaitu Sang Sabda (Firman) dan Sang Roh, tinggal tersembunyi; keduanya belum dikenal secara jelas oleh umat manusia. Meski tersembunyi, keduanya berkarya nyata di tengah dunia. Dalam diri para nabi Perjanjian Lama, Roh Kudus memberikan inspirasi mengenai Sabda ilahi. Para nabi mengenal Allah dan perkataan-Nya melalui kuasa Roh Kudus yang “bersabda dengan perantaraan para nabi”. Menurut perkataan Allah melalui para nabi dinyatakan bahwa Roh Tuhan akan membarui hati manusia pada “saat-saat terakhir”.

Menjelang hadirnya Sang Mesias, Tuhan Yesus, di muka bumi ini kira-kira dua ribu tahun lalu, hadirlah Yohanes yang kemudian dijuluki Sang Pembaptis. Tokoh ini dipenuhi Roh Kudus sejak ia berdiam di dalam rahim perkandungannya. Ia bagai Elia Sang Nabi yang harus datang lebih dulu mempersiapkan kedatangan Sang Kristus pada “zaman akhir ini”. Karena itu, ia “lebih daripada para nabi”. Ia menyaksikan kuasa Roh Kudus memberitahukan siapa itu Sang Kristus yang pada waktu dibaptis belum dikenal oleh umat manusia, bahkan Yohanes sendiri belum mengenal manakah Sang Kristus itu. Ia pula yang menunjuk kepada Sang Mesias sebagai kurban penebus dosa: “Lihatlah Anak Domba Allah”.

Akhirnya, pada kepenuhan masa, Roh Kudus menyiapkan Sang Perawan Maria dengan rahmat-Nya agar layak menjadi rahim suci bagi Sang Putra ilahi. Dalam diri Perawan Maria, Roh Kudus melaksanakan keputusan Sang Bapa yang maharahim. Bersama dan oleh Roh Kudus, Perawan Maria mengandung dan melahirkan Sang Putra Allah. Dengan kekuatan Roh Kudus dan dengan kekuatan iman, keperawanannya menyediakan “taberkanel sejati” bagi Tubuh Sang Putra. Dalam diri Perawan Maria, Roh Kudus menyatakan Putra Bapa yang sekarang juga menjadi Putra Maria.

Semasa karya Sang Kristus di atas bumi ini, selama Beliau belum dimuliakan melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Beliau belum mewahyukan Roh Kudus secara penuh dan utuh. Barulah setelah saat kemuliaan-Nya tiba, Tuhan Yesus menjanjikan kedatangan Roh Kudus. Selanjutnya, pada hari Pentakosta, yaitu hari terakhir dari ketujuh Minggu Paskah, selesailah Paskah Kristus dalam curahan Roh Kudus kepada Para Rasul dan semua orang beriman.

Akhirnya, dari masa ke masa Roh Kudus dialirkan oleh Kristus Sang Kepala Gereja ke dalam anggota-anggota-Nya untuk membangun, menjiwai, dan menguduskan Gereja-Nya yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.

** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 702 – 747

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring