Jumat, 20 Maret 2020 Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Jumat, 20 Maret 2020
Hari Biasa Pekan III Prapaskah (Hari Pantang)

“Ingatlah bahwa ketika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, Dia mungkin saja ingin dimintai dalam waktu yang lama. Tetapi teruslah berdoa dan bertambahlah percaya kepada Dia.” — St. Josemaria Escriva

Antifon Pembuka (bdk. Mzm 86(85):8-10)

Tiada dewa yang menyamai Engkau, ya Tuhan, sebab agunglah Engkau dan agunglah karya-Mu. Hanya Engkaulah Allah

Among the gods there is none like you, O Lord, for you are great and do marvelous deeds; you alone are God.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber segala rahmat, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami. Kami ini sering lemah. Maka, bila kami menyeleweng, bimbinglah kami kembali, agar kami selalu setia kepada perintah-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

Bacaan dari Kitab Hosea (14:2-10)

"Kami tidak akan berkata lagi "Ya Allah kami" kepada buatan tangan kami."

Beginilah firman Allah, "Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim." Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suara-Ku.
Ayat. (Mzm 81:6c.8a.8bc-9.10-11ab.14.17)
1. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal, "Akulah yang telah mengangkat beban dari bahumu, dan membebaskan tanganmu dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau.
2. Aku menjawab engkau dengan bersembunyi di balik badai, Aku telah menguji engkau dekat Meriba. Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, kiranya engkau mau mendengarkan Aku!
3. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah orang asing. Akulah Tuhan Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.
4. Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu, Aku akan mengenyangkannya.
   

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (bdk. Mat 4:17)
Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:28b-34)
                      
"Tuhan Allahmu itu Tuhan Yang Esa, kasihilah Dia dengan segenap jiwamu."
          
  Sekali peristiwa, datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya kepada-Nya, "Perintah manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Tradisi yang baik dan khas pada Masa Prapaskah seperti sekarang ini adalah penerimaan Sakramen Tobat atau Rekonsiliasi. Di banyak paroki, umat antre menerima Sakramen Tobat ini. Pada Masa Adven, umat biasanya juga antre menerima Sakramen Tobat. Di beberapa tempat lain di Indonesia, kurangnya jumlah imam dapat menyebabkan sulitnya umat untuk menerima sakramen ini. Namun, kita bersyukur sebab kebiasaan pengakuan dosa ini masih menjadi praktik yang selalu ada di Gereja Katolik Indonesia Para imam juga biasa saling menerimakan Sakramen Tobat.

Marilah kita renungkan: Betapa kita begitu mudah diampuni oleh Tuhan melalui pelayanan Gereja ini. Dosa kita macam apa pun didengarkan dan kemudian menerima pengampunan setelah kita menyesali dan mengakui dosa kita, dan sanggup melaksanakan penitensi yang diberikan iman. Hal ini sebenarnya sudah berulangulang terjadi dalam seluruh sejarah umat Israel, seperti pada pada bacaan pertama. Kitab Hosea yang dibacakan hari ini menyatakan kerelaan Allah untuk mengampuni umat Israel yang telah berkali-kali berdosa, dan dosanya ya itu-itu saja: berulang kali meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Hosea menjadi nabi spesial utusan Tuhan Allah untuk menyatakan belas kasih dan kerahiman Allah pada umat yang terusmenerus berdosa dan bahkan sudah terlalu hobi untuk berdosa. Dengan disuruhnya Hoses mengambil istri seorang pelacur, Hosea melambangkan tindakan Allah atas umat Israel yang pendosa tetapi dipilih oleh Allah untuk “istri-Nya”, dan Allah sebagai suaminya. Akan tetapi, umat Israel sebagai istri malah berbuat selingkuh dan serong terus-menerus. Tetapi, Tuhan Allah juga terus-menerus mengampuni dan mengasihani.

Mengapa Tuhan Allah selalu mengampuni kita, bila kita mau bertobat? Karena Allah mengasihi kita. Maka, sebenarnya orang boleh bicara tentang “aku cinta kamu”, “aku mengasihi dan menyayangi kamu”… Oke, terima kasih! Namun, bukti bahwa kasih sayangnya tulus, bukti bahwa cinta kasih yang tulus, ya kalau dia mau memaafkan kesalahan dan mengampuni dosa kita. Banyak orang yang mudah bilang I love you, tetapi orang itu begitu mudah marah dan sulit mengampuni ketika yang dicintai itu berbuat kesalahan atau pun bahkan dosa. Cinta kasih yang tulus tampak secara paling jelas pada semangat pengampunan orang itu.
             
    Antifon Komuni (Lih. Mrk 12:33)

Mencintai Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada segala kurban.

Doa Malam

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, hukum-Mu telah tertanam dalam hati kami dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon, berilah kami Roh-Mu, Roh kebenaran dan kedamaian, agar kerajaan-Mu semakin berkembang di dalam diri kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.



  

EM/INSPIRASI BATIN 2020