Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Orang Kudus hari ini: 08 Agustus 2026 St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah

Fr Lawrence Lew, O.P. | Flickr CC BY-NC-ND 2.0

 

 

Hari ini, Gereja memperingati Santo Dominikus (Santo Dominikus de Guzman), pendiri Ordo Pengkhotbah (Ordo Praedicatorum), yang lebih kita kenal sebagai Ordo Dominikan. Kehidupan dan panggilannya adalah kisah nyata tentang terang, keberanian, dan dedikasi tanpa henti untuk keselamatan jiwa-jiwa.

Api Pewartaan: Makna di Balik Mimpi Sang Ibu

Kisah Santo Dominikus yang lahir di Spanyol ini tidak bisa dilepaskan dari tradisi hagiografinya yang kaya makna. Dikisahkan bahwa sebelum kelahirannya, sang ibu bermimpi melihat seekor anjing melompat dari rahimnya dengan obor menyala di mulutnya, obor yang kemudian membakar seluruh bumi.

Mimpi ini bukanlah sekadar bunga tidur, melainkan nubuat akan karisma Ordo Dominikan di masa depan: keberanian dan semangat yang menyala-nyala dalam mewartakan Kabar Baik, menyebarkan api kebenaran Allah ke seluruh penjuru dunia.

Sosok Penuh Cahaya dan Misteri Transfigurasi

Biasanya, Gereja memperingati para kudus pada tanggal wafatnya sebagai penanda hari "kelahiran" mereka di Surga. Santo Dominikus wafat pada tanggal 6 Agustus, yang bertepatan dengan Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Karena Pesta tersebut sudah memiliki tempat khusus, peringatan Santo Dominikus dipindahkan ke hari terdekat yang tersedia.

Namun, tanggal wafatnya ini memiliki makna simbolis yang sangat mendalam. Santo Dominikus dikenal luas oleh tokoh-tokoh sezamannya sebagai sosok yang "penuh cahaya." Hal ini tergambar dari beberapa peristiwa:

  • Bintang Pembaptisan: Menurut tradisi, ibu baptisnya melihat sebuah bintang bersinar terang di dahinya saat upacara pembaptisan berlangsung.

  • Pancaran Kasih: Beata Sisilia memberikan kesaksian indah mengenai pesona rohani Santo Dominikus:

"Dari dahi dan matanya memancar semacam cahaya yang menarik hati setiap orang untuk menghormati dan mengasihinya."

Sabtu, 08 Agustus 2026 Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

 

Sabtu, 08 Agustus 2026
Peringatan Wajib St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam

“Satu-satunya buku yang kupergunakan untuk mempersiapkan khotbah adalah buku cinta, yaitu Injil Yesus Kristus” (St. Dominikus)

Antifon Pembuka (Mzm 132 (131):9)

Semoga imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.

Your priests, O Lord, shall be clothed with justice; your holy ones shall ring out their joy


Doa Pagi
 
Allah Bapa yang arif bijaksana, Santo Dominikus dengan warta kebenarannya telah menyelamatkan umat-Mu pada masa lalu. Semoga kini ia tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
       

 
 
Bacaan dari Kitab Habakuk (1:12-2:4)
   
"Orang benar akan hidup berkat imannya."
    
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik? Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku. Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Kekayaan dan Kemiskinan




1. Terdapat kontras yang mencolok antara kehidupan mewah orang-orang kaya yang menghamburkan uang demi kesenangan dan hiburan, dengan kemiskinan ekstrem yang dialami mereka yang kekurangan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Hal ini sangat bertentangan dengan pesan Injil yang mewartakan bahwa kita semua bersaudara.

Gaya hidup boros senantiasa berpusat pada diri sendiri, sedangkan Kekristenan adalah ajaran kasih. Hidup bermewah-mewahan tidak dapat dibenarkan dengan dalih hak milik pribadi, karena hal itu merupakan pengkhianatan memalukan terhadap semangat Injil mengenai kasih persaudaraan. Saat membela hak milik pribadi, Santo Thomas Aquinas segera menambahkan: "Namun, dalam hal penggunaannya, seseorang tidak boleh menganggap harta benda sebagai milik pribadinya semata, melainkan... harus siap membagikannya kepada sesama yang sedang membutuhkan." (Summa, II-II, q. 66, a. 2.) Jika prinsip-prinsip yang bersumber dari Injil ini diterapkan, tidak akan ada lagi kekayaan yang berlebihan maupun kemiskinan yang ekstrem di dunia saat ini.

Memang benar bahwa kemiskinan akan tetap ada, namun kemelaratan akan lenyap.

Kemiskinan itu baik karena membuat kita tidak terikat pada hal-hal duniawi dan membantu kita lebih memikirkan kehidupan mendatang. Namun, kemelaratan sesungguhnya merupakan kejahatan sosial, karena hal itu merupakan akibat dari egoisme manusia serta dapat memicu kebencian dan kemerosotan rohani.

Orang Kudus hari ini: 07 Agustus 2026 Paus St. Sixtus II dan St. Kayetanus

 

Hari ini, kita diajak untuk mengenang dan menghormati tokoh-tokoh iman yang luar biasa: Paus Santo Sixtus II, dan kawan-kawannya serta Santo Kayetanus. Kehidupan mereka menjadi cermin bagi kita tentang apa artinya mengabdi secara total dan berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah.

Paus Santo Sixtus II: Mempersatukan Gereja di Tengah Badai

Pada pertengahan abad ketiga, Gereja Katolik menghadapi masa-masa yang sangat kelam. Di bawah ancaman penganiayaan Kaisar Romawi Valerianus, serta perpecahan internal akibat berbagai ajaran sesat, Paus Santo Sixtus II hadir sebagai gembala yang tangguh.

Paus Santo Sixtus II mendedikasikan hidupnya untuk merangkul kembali umat yang menyimpang dan mempersatukan Gereja yang terpecah belah. Kesetiaannya kepada Kristus menuntut harga tertinggi: Ia wafat sebagai martir bersama banyak orang beriman lainnya, termasuk Santo Laurensius, demi mempertahankan iman mereka hingga napas terakhir.

Jumat, 07 Agustus 2026 Hari Biasa Pekan XVIII

 
Jumat, 07 Agustus 2026
Hari Biasa Pekan XVIII 

“Salib adalah jalan yang menuntun kita dari dunia ke surga” (St. Teresia Benedikta dari Salib)
 

Antifon Pembuka (Ul 32:29)
  
Lihatlah, Akulah Tuhan. Tiada Allah lain kecuali Aku. Aku yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. 
    
Doa Pagi


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, semoga kami mengenal jalan yang harus kami lalui, agar dapat bertemu dengan Dikau. Berkenanlah bersabda melalui Dia yang menunjukkan Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     


Bacaan dari Nubuat Nahum (1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7) 
 
"Celakalah kota penumpah darah."
  
Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali! Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya. Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka penuh dengan barang rampasan, tak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari berderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat. Aku telah melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan dikau, serta berkata, "Niniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kamis, 06 Agustus 2026 Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

  

Kamis, 06 Agustus 2026
Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
 
“Ketika Tuhan memberimu rahmat untuk merasakan kehadiran-Nya, dan menghendaki agar engkau dapat berbicara kepada-Nya seperti kepada sahabat yang terkasih, katakanlah kepada-Nya perasaanmu dengan bebas dan percaya diri. Sang Kebijaksanaan itu akan bersegera menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang mencari-Nya (lih. Keb 6:14). Ia akan bersegera menghampirimu, ketika engkau mencari kasih-Nya. Ia akan menghadirkan diri-Nya kepadamu, untuk memberimu rahmat dan obat yang engkau perlukan. Ia hanya menunggu satu kata darimu, untuk menunjukkan bahwa Ia ada di sisimu dan mau mendengarkanmu dan menopangmu….” (St. Alfonsus de Liguori)
   
PADA MISA HARI INI ADA GLORIA (MADAH KEMULIAAN)  
        


Antifon Pembuka (bdk. Mat 17:5)

Dalam awan yang bercahaya tampaklah Roh Kudus, dan terdengarlah suara Bapa: Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!

In a resplendent cloud the Holy Spirit appeared. The Father's voice was heard: This is my beloved Son, with whom I am well pleased. Listen to him. 
  
Tibi dixit cor meum, quæsivi vultum tuum, vultum tuum Domine requiram: ne avertas faciem tuam a me.
  
Doa Pagi

Ya Allah, dalam Penampakan Kemuliaan Putra Tunggal-Mu, Engkau mengukuhkan misteri iman dengan kesaksian Musa dan Elia. Secara mengagumkan, Engkau juga memaklumkan martabat kami sebagai anak-anak angkat-Mu yang terkasih. Semoga kami, yang mendengarkan suara Putra-Mu terkasih, menjadi ahli waris yang sah bersama-Nya, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin. 
   
Bacaan Pertama
Bacaan dari Nubuat Daniel (7:9-10.13-14)
    
"Pakaian-Nya putih seperti salju."
     
Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya, dan kerajaan-Nya tidak akan binasa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do = g, 2/4, PS 836
Ref. Tuhan adalah Raja, Mahatinggi di atas seluruh bumi.
Atau Segala bangsa bertepuk tanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta
.

Ayat. (Mzm 97:1-2.5-6.9; R: lih. 1a.9a)
1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Sebab, ya Tuhan Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.    

Peringatan Pemberkatan Gereja Basilika St. Maria Maggiore (2026)

 
                                                   MatthiasKabel CC-BY-SA-2.5

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, gereja terbesar di dunia yang dipersembahkan bagi Bunda Maria. Di dalamnya bertahta ikon kuno yang sangat dihormati, Salus Populi Romani (Pelindung Rakyat Roma).

Berdirinya basilika ini berawal dari peristiwa ajaib Bunda Maria Salju. Pada abad ke-4, sepasang suami istri Kristen yang saleh berdoa meminta petunjuk untuk menyumbangkan harta mereka bagi Gereja. Jawabannya datang melalui sebuah mukjizat: salju turun di Bukit Esquiline pada puncak musim panas tanggal 5 Agustus, yang secara ajaib menandai lokasi pembangunan basilika tersebut.

Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat peziarahan. Bahkan Paus Fransiskus selalu memanjatkan doa dan mempercayakan misinya di hadapan ikon Salus Populi Romani setiap kali sebelum dan sesudah melakukan perjalanan kerasulannya.

Pesan Rohani Bagi Kita Perayaan pemberkatan Basilika yang agung ini membawa makna spiritual yang sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini:

  • Kita adalah Bait Allah yang Hidup: Sama seperti basilika yang dikhususkan bagi Tuhan, diri kita adalah "Batu-batu Hidup". Hati, pikiran, dan tubuh kita adalah Bait Suci tempat Roh Kudus berdiam.

  • Panggilan kepada Kekudusan: Karena kita adalah rumah Allah, kita harus menjaga kesucian batin kita. Kita dipanggil untuk menjauhi kegelapan dosa dan memastikan benih iman kita benar-benar hidup serta berbuah, bukan sekadar formalitas belaka.

  • Meneladani Bunda Maria: Bunda Maria adalah model penyerahan diri yang total. Melalui teladannya, kita diajak untuk mengasihi Tuhan dengan komitmen penuh dalam setiap tindakan, pekerjaan, dan interaksi kita sehari-hari.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy