Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita

Jumat, 15 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah 

Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3,4-5,6-7; Yoh. 16:20-23a.

"Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita"

Realita hidup di dunia ini memang tidak membebaskan kita dari dukacita. Kita pernah kehilangan barang atau lebih-lebih orang yang kita kasihi. Kita pernah mengalami masalah atau persoalan hidup yang pelik. Kita pernah mendapat perlakuan tidak baik dari orang lain, bahkan dari sahabat, saudara atau anggota keluarga sendiri. Pada saat sekolah atau kuliah, kita juga pernah menghadapi materi pelajaran yang sangat sulit kita pahami dan pada saat ujian kita pun menghadapi kesulitan yang tak terpecahkan, bahkan membuat kita tidak lulus. Kita pernah gagal dalam usaha dan mungkin pernah juga ditolak saat mengajukan lamaran kerja. Inilah berbagai macam realitas hidup yang seringkali membuat kita harus berdukacita. Namun, semua itu tentu tidak membuat kita patah semangat, apalagi sampai putus asa. Selalu ada harapan baru dalam diri kita. Apalagi Tuhan sendiri yang menjadi sumber pengharapan kita yang tertinggi. Pada saat yang tepat, kalau kita tetap dan terus berusaha serta menggantungkan perngharapan kita pada Tuhan, Ia akan menganugerahkan kepada kita sukacita yang sejati.

Doa: Tuhan, semoga kami tidak pernah kehilangan harapan pada saat kami mengalami kesulitan dan berdukacita, sebab Engkau telah menjadikan diri-Mu sumber pengharapan bagi kami. Amin. -agawpr-

Jumat, 15 Mei 2015 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Jumat, 15 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus Hari Pertama)

Kenaikan Kristus ke surga menggambarkan langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga, dari mana Ia akan datang kembali Bdk. Kis 1:11., tetapi untuk sementara tersembunyi bagi pandangan manusia Bdk. Kol 3:3. (Katekismus Gereja Katolik, 665)
     
  
DOA NOVENA ROH KUDUS LIHAT DI PUJI SYUKUR MULAI NOMOR. 90
   
Antifon Pembuka (lih. Why 5:9-10)

Tuhan, Engkau menebus kami dengan darah-Mu dari tiap suku, bahasa, rakyat dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah. Alleluya.

You have redeemed us, Lord, by your Blood from every tribe and tongue and people and nation, and have made us into a kingdom, priests for our God, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa Pokok Keselamatan kami, berkat kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menerima hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus, yang kini duduk di sisi kanan-Mu. Semoga kami Kauanugerahi hidup abadi, bila Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:9-18)
   
"Banyak umat-Ku di kota ini!"
       
Ketika Paulus ada di kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus. Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.” Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi, sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu. Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
atau Allah adalah Raja seluruh bumi.
Ayat. (Mzm 47:2-3.4-5.6-7)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, Ia menundukkan suku-suku bangsa ke bawah telapak kaki kita; Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggan Yakub yang dikasihi-Nya.
3. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!

Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 24:46,26)
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:20-23a)
  
"Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu."
      
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Hidup kita terdiri dari duka dan suka. Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka pun akan berdukacita karena kematian-Nya, namun berganti sukacita karena kebangkitan-Nya. Ia melukiskan hal itu seperti seorang wanita yang merasakan sakit selama proses persalinan dan segera bersuka setelah kelahiran anaknya. ‘Sakit bersalin’ ibarat kerinduan umat Perjanjian Lama akan Mesias, dan penderitaan para murid pada ‘hari-hari terakhir’.

Seperti Paulus, kita diutus untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini. Tetapi, membangun Kerajaan Allah bukan seperti membangun sebuah gedung pencakar langit yang pada saatnya akan selesai dan mendatangkan sukacita. Kita berhadapan dengan manusia yang memiliki akal budi dan kehendak bebas. Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan upaya kita pada akhir zaman.
  
Sangatlah menggembirakan ketika Yesus bersabda bahwa bukan dukacita melainkan sukacitalah yang akan menang. Dengan bangkit jaya, Yesus telah mengalahkan duka akibat dosa dan maut. Roh Kudus adalah tanda penyertaan Tuhan bagi kita sampai akhir zaman.“Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau…”
 
Tuhan Yesus Kristus, berikanlah aku selalu sukacita akan kebangkitan-Mu agar aku berani memberitakan firman-Mu dan merintis Kerajaan-Mu di dalam diri sendiri dan masyarakatku. Amin. (Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian)
    
 
 
 
Antifon Komuni (Rm 4:25)

Kristus, Tuhan kita telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita, alleluya.

Christ our Lord was handed over for our transgressions and was raised again for our justification, alleluia.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Kamis, 14 Mei 2015
Hari Raya Kenaikan Tuhan
   
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ef. 4:1-13 (Ef. 4:1-7,11-13); Mrk. 16:15-20
 
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
  
Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Setelah empat puluh hari pasca kebangkitan-Nya, Ia berulangkali menampakkan diri kepada para murid, meneguhkan iman mereka dan memberikan tugas perutusan yang harus mereka jalani, kini Ia harus pergi kepada Bapa. Apakah dengan demikian, Ia meninggalkan para murid dan kita semua? Tentu saja tidak. Ia tetap hadir dan menyertai kita. Sebab, dengan kebangkitan-Nya, Ia justru tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Ia tidak hanya hadir di Nazaret, di Galilea, di Kana dan tempat-tempat lain di wilayah Palestina, tetapi Ia hadir di mana-mana. Setiap saat, Ia pun hadir menyertai kita masing-masing, di mana pun kita berada. Oleh karena itu, di satu sisi, kepergiannya kepada Bapa membuat kita mempunyai arah dan tujuan hidup yang jelas, sebab Ia pergi mendahului kita untuk menyiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa (Yoh 14,14). Di sisi lain, Roh-Nya yang senantiasa hadir menyertai kita, juga membuat hidup kita di dunia ini berarti. Tanpa Dia, kita bukan siapa-siapa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, bersama-Nya, kita yang rapuh dan lemah ini, beroleh rahmat dan kekuatan untuk mewartakan Injil: untuk mengusir dan mengalahkan setan yang senantiasa menggoda kita; untuk berbicara dengan bahasa baru, yakni bahasa cinta kasih; untuk menghadapi dan mengatasi berbagai macam persoalan yang kadang membelit seperti ular; untuk menghadapi maut yang tak terelakkan namun sudah tak berdaya karena Kristus telah mengalahkannya; untuk membantu orang lain sembuh dari berbagai macam luka dan sakit di hati.

Doa: Tuhan, semoga dengan penyertaan-Mu, kami senantiasa mempunyai semangat untuk ikut serta mewartakan Injil-Mu, yakni kabar gembira bagi semua orang. Amin. -agawpr-