Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Minggu, 03 Mei 2015
Hari Minggu Paskah V
 

Kis. 9:26-31; Mzm. 22:26b-27,28,30,31-32; 1Yoh. 3:18-24; Yoh. 15:1-8.
      
Cukup sering kita membaca dan merenungkan Injil tentang pokok anggur ini. Juga tidak sulit untuk memahaminya. Ranting akan tetap hidup dan mengeluarkan buah kalau tetap melekat pada batang atau pokoknya. Kalau ia lepas, maka akan mati dan tidak lagi bisa menghasilkan buah. Kristus adalah Sang Pokok Anggur Sejati dan kita ranting-rantingnya. Kita akan tetap hidup dan memiliki hidup yang sejati serta mampu menghasilkan buah kalau kita terus melekat pada-Nya. Terlepas dari-Nya kita akan kehilangan hidup dan kemampuan untuk berbuah. Oleh karena itu, marilah kita tanggapi ajakan Yesus untuk senantiasa tinggal bersama-Nya. Di tengah kesibukan kita sehari-hari, kita selalu meluangkan waktu untuk bersama-Nya dalam doa, dalam membaca dan merenungkan sabda-Nya (oh ya, sudah sampai mana dalam membaca Injil Markus?), dan teritimewa dalam Perayaan Ekaristi. Kita bangkitkan dalam hati kita untuk selalu rindu dengan Tuhan sebagaimana Ia juga selalu merindukan kita.

Doa: Tuhan, bangkitkanlah dalam hati kami rasa rindu untuk senantiasa tinggal bersama-Mu. Amin. -agawpr-