Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Selasa, 12 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah 
  
Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11.

Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Yesus berbicara tentang kepergian-Nya untuk kembali kepada Bapa dan akan kehadiran Roh Kudus yang akan diutus-Nya. Hal ini menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ia senantiasa hadir dan menyertai kita. Ketiga pribadi Tritunggal: Bapa, Putera dan Roh Kudus, tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan selalu betindak bersama sejak penciptaan sampai penyelamatan, kendati masing-masing mempunyai peran yang khas. Bapa menghendaki dan merencanakan penyelamatan bagi kita, Putera melaksanakan dan menggenapinya, Roh Kudus meneruskan dan menjamin keberlangsungan penyelamatan untuk selama-lamanya. Mungkin, dari ketiga pribadi ini, yang jarang kita sapa dan kita beri tempat dalam hidup kita adalah Roh Kudus. Kemungkinan hanya kita ucapkan saat kita membuat tanda salib dan mendoakan kemuliaan. Lain halnya dengan Bapa dan Yesus, keduanya hampir selalu kita sebut dalam doa-doa kita. Meski demikian, kita percaya bahwa Roh Kudus senantiasa hadir dan berkarya di dalam diri kita: menyadarkan dan mengisafkan kita akan dosa-disa kita, mendorong dan memberi pencerahan kepada kita untuk hidup secara benar, juga 'menghakimi' kita apakah yang kita pikirkan, katakan dan lakukan itu benar atau salah.

Doa: Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umatmu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu maka segala sesuatu akan dicipta kembali. Dan Engkau akan membarui muka bumi. Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan terang Roh Kudus. Berilah supaya dalam Roh yang sama ini kami senantiasa berpikir benar dan bertindak bijaksana, serta selalu bersukacita karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.