Senin, 11 Mei 2015 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Senin, 11 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah
   
“Kita tidak bisa mengubah arah dunia hanya dengan upaya kita sendiri. Bukan itu pekerjaan kita. Pekerjaan kita – dan khususnya pekerjaan anda sebagai pemimpin muda – adalah membiarkan Allah mengubah kita, dan melalui kita, Allah akan mengubah orang lain dan dunia. Kita memenangkan dunia dengan memenangkan satu jiwa pada satu waktu demi Yesus Kristus dan Gereja, dan hal ini dimulai dari diri kita…Cintailah Yesus Kristus seperti saudara dan Tuhanmu. Cintailah Gereja sebagai ibumu. Ketahui imanmu, ketahuilah dunia dan perjuangannya – dan kemudian bukalah hatimu. Biarkan Allah menggunakanmu untuk membawa orang lain menuju kesalamatan yang Allah tujukan bagi kita.” – Uskup Agung Charles J. Chaput
   
Antifon Pembuka (Rm 6:9)

Kristus yang bangkit dari alam maut takkan wafat lagi; maut tidak menguasai-Nya lagi. Alleluya

Christ, having risen from the dead, dies now no more; death will no longer have dominion over him, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa Maharahim, semoga rahmat Paskah yang telah kami terima, menghasilkan buah berlimpah dalam hidup kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)
     
"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."
      
Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami, Paulus dan Silas, bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake. Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dan dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. Pada hari Sabat kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia, turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya, “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 15:26b.27b)
Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26--16:4a)
    
"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."
     
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
   
Pesan Yesus bagi murid-murid-Nya memberi kekuatan sekaligus menyampaikan tantangan dan kesempatan. Ia menjanjikan datangnya Penghibur dan Roh Kebenaran yang akan bersaksi tentang Yesus. Penghibur dan Roh Kebenaran itulah yang menjadi kekuatan mereka karena para murid akan menerima penghiburan yang sejati, yaitu kebahagiaan yang datang dari-Nya. Dengan rahmat Roh Kudus yang sama, para murid dimampukan untuk mengenal kebenaran yang sejati, yang berasal dari Allah, bukan kebenaran dari hasil pikiran manusia. Dengan demikian para murid mengenal kehendak Allah dan tahu apa yang harus dilaksanakan agar berkenan pada-Nya. Maka, para murid juga akan menjadi sehati dan sepikir dengan Yesus, seperti Yesus sehati dan sepikir dengan Bapa. Sebagai manusia, para murid Yesus masih berada dalam ke-manusia-annya sehingga tidak mudah melaksanakan kehendak Allah karena masih ada dorongan lain. Di sinilah peran besar Roh Kudus untuk memampukan para murid melaksanakan apa yang dikehendaki Allah. Kebenaran itu berasal dari Allah sedangkan penerimanya sudah memegang kebenaran lain, yaitu kebenaran yang berasal dari hasil pikiran manusia. Karena berbeda, bahkan bertolak belakang, akan muncul penolakan bukan hanya terhadap isi pewartaan, tetapi juga pembawa warta itu. Tidak mengherankan, seperti disampaikan oleh Yesus, bahwa akan ada penganiayaan dan pembunuhan terhadap mereka. Tragisnya, mereka yang berbuat demikian merasa berbuat baik bagi Allah.

Sebagai murid Yesus yang berusaha menghidupi Kebenaran itu, maupun sebagai pewarta, kita sering menghadapi penolakan. Tidak jarang kita dianggap aneh karena percaya akan hal yang sulit dipahami oleh saudara yang tidak seiman. Banyak orang mencibir karena kepercayaan kita atas Sakramen Mahakudus sebagai benar-benar Tubuh Kristus dan Yesus hadir secara nyata. Perusakan patung kudus dipandang sebagai tindakan untuk meluruskan praktik yang mereka anggap salah, yaitu penyembahan berhala. Ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan untuk bersaksi dan mewartakan misteri iman kita. Apakah kita siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menantang itu? Untuk itu, kita semua perlu mengerti lebih banyak isi iman kita dengan menambah pengetahuan kekatolikan. Kita dengar dan mungkin kita saksikan dengan mata kepala sendiri adanya umat Katolik yang ketika menerima tantangan itu tidak mampu menjawab dan karenanya meninggalkan iman Katolik dan memegang kebenaran lain yang ditawarkan dan yang menurut mereka masuk akal. Kita mesti belajar dari Paulus (sebelumnya Saulus) yang berkat pengenalannya akan Kristus melepaskan segala kepercayaannya yang ia pandang sebagai kebenaran dan memegang erat Kebenaran. (YH/Inspirasi Batin 2015)

Antifon Komuni (Bdk. Yoh 20:19)

Yesus berdiri di tengah-tengah para murid-Nya dan berkata kepada mereka: Damai sejahtera bagi kamu, alleluya.

Jesus stood in the midst of his disciples and said to them: Peace be with you, alleluia.