Rabu, 18 September 2019 Hari Biasa Pekan XXIV

Rabu, 18 September 2019
Hari Biasa Pekan XXIV
      
“Ada bukti yang tidak kecil bahwa maut telah dihancurkan, dan bahwa salib telah menang atasnya, dan bahwa maut tidak lagi punya kekuatan melainkan telah binasa. Kini telah terbukti bahwa maut dihina oleh semua murid Kristus, dan mereka melawannya kuat-kuat dan tidak lagi takut terhadapnya. Oleh tanda salib dan oleh iman dalam Kristus, mereka menginjak-injaknya sebagai benda mati.” — St. Athanasius dari Alexandria

              

Antifon Pembuka (Mzm 111:1) 
   
Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat.
  
Doa Pembuka
   
Allah Bapa Sumber Kebahagiaan, Engkau mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kami. Semoga kami menerima dan menaati sabda-Nya yang menunjukkan cinta kasih-Mu kepada manusia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
      
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (3:14-16)
    
      
"Sungguh agunglah rahasia iman kita."
     
Saudara-saudara terkasih, semuanya ini kutulis kepadamu, walaupun aku berharap segera dapat mengunjungi engkau. Maka, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, artinya sebagai jemaat Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Sungguh agunglah rahasia iman kita: Kristus, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia diimani di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Agunglah karya Tuhan
Ayat. (Mzm111:1-6)
1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tunjukkan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 6:64b.69b)
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:31-35)
  
"Hikmat Allah dibenarkan oleh orang yang menerimanya."
   
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru. ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’ Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.’ Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Kepada orang yang sedang ditimpa kemalangan, kita biasanya mengungkapkan perasaan simpatik dengan pernyataan turut berdukacita, dan bagi yang bergembira dengan pernyataan turut bergembira atau selamat. Perasaan ini dapat diungkapkan seseorang kepada orang yang ditujukan lewat ucapan lisan, pesan singkat, kartu ucapan, atau papan bunga. Orang yang menerima ungkapan perasaan simpatik tersebut diharapkan semakin mengalami peneguhan dan kegembiraan. Misalnya, ketika seseorang terpilih menjadi presiden, lawan politiknya dapat mengucapkan selamat dan turut bergembira Akan tetapi perasaan simpatik tersebut sering terkesan hanya basa-basi dan datar.

Perasaan empati atau respons yang lebih dalam atas kemalangan atau kegembiraan orang lain pada umumnya diberikan hanya oleh kerabat dekat dari orang yang sedang ditimpa kemalangan atau bergembira tersebut. Mereka bukan hanya mengungkapkan perasaan simpatik, tetapi juga menjadi bagian yang sungguh turut mengalaminya. Mereka turut merasa kehilangan dan menangis ketika ada anggota kerabatnya yang meninggal. Mereka turut terlibat dan bergembira ketika ada anggota kerabatnya berpesta. Seperti ketika tim sepak bola Indonesia berhasil memenangkan pertandingan sepak bola melawan tim dari negara lain, kita juga turut bergembira, kendati kita tidak ikut dalam pertandingan sepak bola itu. Kemenangan tim Indonesia itu menjadi kemenangan dan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Yesus mengkritik sikap kebanyakan orang Yahudi yang menolak pewartaan-Nya.

Mereka menolak pewartaan Yesus yang sesungguhnya menjadi kabar sukacita bagi mereka. Keselamatan yang diberikan Yesus kepada mereka diterima dengan perasaan hambar. Sikap empati hanya dapat muncul jika kita percaya dan sungguh membuka hati. Apakah kita sungguh bergembira sebagai pengikut Kristus? 
(MT/INSPIRASI BATIN 2019).
  
Antifon Komuni (Mzm 111:2)

Agunglah karya Tuhan, layak diselidiki orang yang mengagumi-Nya.