Seri Alkitab: INJIL MARKUS 5:26-29

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 269

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 5:26-29

Mrk. 5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

et fuerat multa perpessa a compluribus medicis et erogaverat omnia sua nec quidquam profecerat, sed magis deterius habebat,

Syalom aleikhem.
Yang dimaksud “ia” pada awal ayat adalah perempuan yang sakit pendarahan yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya. Ayat ini menyatakan bahwa perempuan itu sudah habis-habisan dalam usaha mencari kesembuhan. Sudah banyak tabib (pada masa kini: dokter) yang mengupayakan kesembuhannya, tapi semuanya gagal. Semua harta miliknya juga sudah terkuras untuk membayar pengobatan itu. Semuanya sia-sia, malahan keadaannya makin buruk. Harta habis, penyakit tak kunjung sembuh.

Ayat ini menunjukkan dua hal: pertama, usaha perempuan itu yang seperti tak kenal menyerah; kedua, keadaannya yang makin buruk.

Mrk. 5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

cum audisset de Iesu, venit in turba retro et tetigit vestimentum eius;

Kabar mengenai Tuhan Yesus sudah lama viral ke mana-mana, dan oleh sebab itu si perempuan pun sudah mendengar tentang Beliau. Maksudnya, si perempuan sudah tahu mengenai kabar bahwa Tuhan Yesus mampu memyembuhkan orang sakit. Karena kabar itu, ia jadi yakin. Keyakinannya muncul dan menumbuhkan tindakan. Karena keyakinan itu, si perempuan mendekati Tuhan dan berusaha menyentuh jubah-Nya.

Jubah adalah pakaian luar yang panjang dan lebar, kira-kira seperti jubah yang dikenakan seorang imam Katolik pada masa kini, atau seperti alba. Pada masa itu, biasanya jubah berbentuk longgar dan panjangnya sampai mata kaki. Itulah yang berusaha dipegang oleh si perempuan.

Mrk. 5:28
Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

dicebat enim: “ Si vel vestimenta eius tetigero, salva ero ”.

Keyakinan si perempuan dituliskan dalam ayat ini. Kata “sebab” pada awal ayat menunjukkan alasan mengapa ia mau menyentuh jubah Tuhan. Ia yakin bahwa dengan menyentuh jubah-Nya saja, ia akan sembuh dari penyakitnya. Dalam bahasa Yunani, juga bahasa Latin, ungkapan untuk “sembuh” ini malah lebih hebat lagi. Dalam kedua bahasa, ungkapan aslinya ‘diselamatkan’. Biasanya, kata ini dipakai untuk menyatakan keadaan terbebas dari ancaman bahaya. Jadi, si perempuan yakin akan diselamatkan oleh Tuhan Yesus.

Mrk. 5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Et confestim siccatus est fons sanguinis eius, et sensit corpore quod sanata esset a plaga.

Ungkapan “seketika itu juga” diterjemahkan dari ungkapan harafiah “dan segera”. Artinya, peristiwa itu terjadi langsung atau bersamaan dengan waktu si perempuan menyentuh jubah Tuhan. Begitu menyentuh jubah, begitulah ia sembuh, saat itu juga. Penyakit si perempuan hilang, dan ia merasakan dampak kesembuhan itu.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring