Jumat, 06 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Jumat, 06 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII

   
Yesus mengungkapkan sebuah perumpamaan berikut: ”Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, bahwa anggur yang tua itu baik”.
(Luk 5: 38 - 39 )


Antifon Pembuka (Mzm 37:4-5)
 
Carilah kebahagiaanmu dalam Tuhan
Ia akan meluluskan keinginan hatimu.
Serahkanlah nasib-Mu kepada Tuhan,
percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. 
 
Doa Pembuka

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, manusia Kauberi tugas menjaga misteri-misteri-Mu. Semoga kami selalu menghormati sabda-Mu dan ajarilah kami memahami nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)
 
"Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia."
 
Saudara-saudara, Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia. Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 840
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan Tuhan.
Atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 100:2.3.4.5; Ul: lih.3c)
1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. 
 
     

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya. Alleluya

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)

"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."

Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan  


Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Orang Farisi bertanya kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-muridMu makan dan minum". Mengapa orang-orang Farisi bertanya demikian kepada Yesus? Orang Farisi adalah orang yang senang berpikir. Mereka memandang dirinya sendiri lebih tinggi daripada orang kebanyakan. Oleh karena itu, mereka merasa terganggu dengan orang lain yang lebih hebat daripada mereka. Mereka tidak suka dengan Yesus yang berperilaku seolah-olah Dia adalah Allah, misalnya berkuasa mengampuni dosa seseorang. Tindakan Yesus membuat mereka merasa dirinya lebih rendah daripada Dia. Dan itulah hal yang tidak mereka terima. Karena mereka merasa diri mereka tinggi, namun tidak mau mengakui hal itu karena takut dinilai sombong, sehingga mereka merendahkan diri di hadapan Allah.

Saudara-saudari terkasih.

Orang Farisi memandang perbedaan sebagai pertentangan. Misalnya, mereka menganggap rendah hati itu baik, sementara mengakui kuasa pribadi adalah buruk. Pandangan yang bersifat hitam putih ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang munafik, karena mereka hanya mau menerima yang putih dan menolak yang hitam. Sehingga ketika mereka merasa diri mereka pintar, mereka menganggap itu sebagai sebuah dosa kesombongan, mereka mengatasi rasa berdosanya dengan seolah-olah merendahkan diri di depan Allah, padahal sesungguhnya mereka sedang menolak diri mereka sendiri dengan menutup-nutupi kepandaian yang ada dalam diri mereka. Orang yang munafik cenderung mudah menghakimi orang lain. Mereka menghakimi Yesus sebagai pribadi yang sangat sombong, padahal pendapat itu sesungguhnya mencerminkan diri mereka sendiri, yang mereka tolak dan tidak sukai, lalu melemparkannya pada orang lain.

Saudara-saudari terkasih.

Yesus memandang perbedaan sebagai sama-sama baik, bukan yang satu baik dan yang satu buruk. Ia mengampuni dosa orang lain karena Ia meyakini, dan sungguh merasakan kehadiran Allah di dalam diri-Nya, sehingga ketika Ia mengampuni dosa seseorang, Ia tidak merasa sombong, melainkan sekedar mewakili Allah yang berada di dalam diri-Nya, yang berkuasa mengampuni dosa orang itu. Ia tidak memandang manusia itu rendah dan Allah itu tinggi, melainkan manusia dan Allah itu adalah satu, Allah di dalam manusia, dan manusia di dalam Allah. Pandangan Yesus ini ibarat anggur tua. Semakin lama anggur disimpan, rasanya semakin nikmat, sehingga orang yang sudah merasakan anggur tua, biasanya tidak ingin minum anggur yang baru. Demikian juga dengan Yesus. Ia sudah mencapai kesatuan dengan Allah di dalam diri-Nya, sehingga Ia tidak lagi ingin bercerai dari Allah. Ia tidak lagi sering berpuasa dan sembahyang untuk bertemu Allah.

Saudara-saudari terkasih.

Pandangan Yesus ini sulit dipahami oleh orang Farisi. Mereka malah menganggap Yesus menghujat Allah, karena merasa diri-Nya sama berkuasanya dengan Allah. Kesalahpahaman orang Farisi ini ibarat anggur baru yang disimpan dalam kantong kulit yang tua, yang akan mengoyakkan kantong tua itu, sehingga anggur baru itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Orang yang belum mengalami persatuan dengan Allah sebaiknya rajin berpuasa dan sembahyang. Puasa dan sembahyang akan membantu mereka untuk bertemu dan merasakan kehadiran Allah di dalam diri mereka. Yesus menghargai puasa dan sembahyang sebagai jalan bersatu dengan Allah. Ia sendiri pun pernah berpuasa 40 hari penuh di padang gurun. Puasa dan sembahyang adalah proses yang sama berharganya dengan proses makan dan minum. Puasa dan sembahyang ditlakukan dulu, untuk bertemu Allah di dalam diri, lalu makan dan minum dilakukan sesudahnya. 
 
 
Antifon Komuni (Luk 5:38)
 
Anggur baru harus disimpan dalam kantong baru. 



Renungan Lumen Indonesia