Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kamis, 09 April 2015
Hari Kamis dalam Oktaf Paskah


Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48 

Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Tuhan kita bukanlah Tuhan yang jauh tetapi Tuhan yang amat dekat dengan kita. Ia berkenan ditemui oleh siapa pun yang mencari-Nya. Ia senantiasa hadir dan menyertai kita sepanjang hari, kendati tanpa kita sadari dan kita kenali. Kita harus meluangkan waktu secara khusus untuk menyadari kehadiran-Nya, misalnya dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci. Kitab Suci merupakan sarana yang amat penting bagi kita untuk semakin mengenal Tuhan. Kitab Suci bukan hanya tulisan yang berbicara tentang Tuhan, tetapi Tuhan sendiri yang berbicara kepada kita. Maka, St. Hirominus mengatakan, "Tidak mengenal Kitab Suci, berarti tidak mengenal Kristus". Namun, untuk mengenal Tuhan melalui Kitab Suci, seringkali juga tidak mudah mengingat ada bagian-bagian tertentu dalam Kitab Suci yang sulit kita mengerti. Untuk itulah, kita secara mutlak membutuhkan rahmat Tuhan dalam membaca dan merenungkan Kitab Suci. Rahmat itu kita butuhkan untuk membuka pikiran kita sehingga kita mergerti apa yang kita baca dan renungkan. Dengan kata lain, Kitab Suci haruslah kita baca dan kita renungkan selalu dalam doa, sebagaimana ditegaskan oleh Origenes bahwa "Hanya mereka yang berdoa tanpa putus-putusnya dapat berharap untuk sampai pada pemahaman akan Sabda Tuhan".  

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami semakin mampu menjadikan Kitab Suci sebagai sarana untuk semakin mengenal dan mengimani-Mu. Amin. -agawpr-