Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku

Kamis, 23 April 2015
Hari Biasa Pekan III Paskah

Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51.
Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku
  
Kita masing-masing tentunya mempunyai pengalaman berjumpa dengan seseorang atau sesuatu yang menarik sehingga kita pun tertarik, entah untuk sekedar memandang, menyentuh atau bahkan memilikinya. Misalnya, kita tertarik pada jenis makanan tertentu sehingga kita menyentuh, memakan dan merasakannya. Kita tertarik dengan buku tertentu sehingga kita membeli dan membacanya. Kita tertarik dengan orang tertentu sehingga mendekati, berkenalan dan kalau Tuhan menghendaki bisa jadi kemudian saling memiliki untuk hidup bersama sebagai suami-istri. Kalau kita tertarik pada seseorang atau sesuatu, biasanya ada bagian-bagian tertentu yang membuat kita sungguh tertarik. Kalau menyangkut barang, mungkin bentuknya, warnanya, keantikannya, dll. Kalau menyangkut makanan, mungkin warnanya, rasanya, kekhasannya, dll. Kalau menyangkut orang, mungkin wajahnya, suaranya, senyumnya, sifat atau kepribadiannya, dll. Hari ini, Yesus berbicara tentang Allah Bapa yang menarik kita untuk datang kepada-Nya. Maka, mari kita sejenak merenung: Sungguhkah kita tertarik kepada-Nya sehingga kita tergerak untuk datang mendekat dan hidup bersama-Nya? Apa yang paling menarik dari Tuhan sehingga kita ingin selalu memiki dan dimiliki-Nya?

Doa: Tuhan, buatlah hati dan jiwa kami selalu tertarik kepada-Mu sehingga kami datang mendekat pada-Mu. Amin. -agawpr-