Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

Minggu, 12 April 2015
Hari Minggu Paskah II (Minggu Kerahiman Ilahi)

 

Kis. 4:32-35; Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24; 1Yoh. 5:1-6; Yoh. 20:19-31 
  
"Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
  
Sejak Jumat Agung yang lalu kita telah menjalani Novena Kerahiman Ilahi. Hari ini, pada Minggu Paskah II ini, kita merayakan Pesta Kerahiman Ilahi. Allah Bapa yang maharahim telah menyerahkan Putera Tunggal-Nya kepada kita dan menjadi senasib dengan kita, yakni mengalami penderitaan dan kematian, meskipun Ia sama sekali tidak berdosa. Sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus itulah puncak dari kerahiman Allah bagi kita. Sebab, kematian-Nya membebaskan kita dari kematian kekal akibat dosa dan kebangkitan-Nya menganugerahkan hidup baru kepada kita. Sebagai orang yang baru saja merayakan sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, kita diharapkan sungguh-sungguh menyadari dan mengimani kerahiman Allah ini, kemudian mensyukurinya serta membagikan kepada sesama. Dengan kerahiman Tuhan, maka kita pun mengalami hidup dalam damai sejahtera, dalam suasana syalom, dalam keadaan terjamin keselamatan kita. Namun, kita pun juga diutus. Sebagaimana Kristus diutus untuk mewujudnyatakan kerahiman Allah bagi kita, kita pun diutus oleh Kristus untuk menghadirkan kerahiman-Nya kepada sesama, yakni dengan saling mengampuni (bdk. Yoh 20,23).

Doa: Tuhan yang maharahim, bantulah kami untuk menghadirkan kerahiman-Mu kepada sesama kami. Amin. -agawpr-

Minggu, 12 April 2015 Hari Minggu Paskah II (Minggu Kerahiman Ilahi)

Minggu, 12 April 2015
Hari Minggu Paskah II (Minggu Kerahiman Ilahi)

Iman adalah kebajikan ilahi, olehnya kita percaya akan Allah dan segala sesuatu yang telah Ia sampaikan dan wahyukan kepada kita dan apa yang Gereja kudus ajukan supaya dipercayai. Karena Allah adalah kebenaran itu sendiri. Dalam iman “manusia secara bebas menyerahkan seluruh dirinya kepada Allah” (Dei Verbum 5). Karena itu, manusia beriman berikhtiar untuk mengenal dan melaksanakan kehendak Allah. “Orang benar akan hidup oleh iman” (Rom 1:17) Iman yang hidup “bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). (Katekismus Gereja Katolik, 1814)


Antifon Pembuka
(1Ptr 2:2)
 
Jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu haus akan air susu rohani yang murni supaya olehnya kamu tumbuh dan diselamatkan, alleluya.


Quasi modo geniti infantes, alleluia: rationalbiles, sine dolo lac concupiscite, alleluia, alleluia, alleluia.
 
Like newborn infants, you must long for the pure, spiritual milk,that in him you may grow to salvation, alleluia.
      

Doa
Pembuka

I Allah Yang Maharahim, dalam perayaan pesta Paskah ini Engkau menyalakan iman umat yang dikuduskan bagi-Mu. Tambahkanlah rahmat yang telah Engkau anugerahkan agar kami semua semakin memahami betapa agung pembaptisan yang menyucikan kami, betapa luhur Roh yang melahirkan kami kembali, dan betapa mulia darah yang menebus kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin.
 
  Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:32-35)
 
"Kumpulan orang yang percaya itu sehati dan sejiwa."
  
Kumpulan orang yang telah percaya akan Yesus sehati dan sejiwa. Dan tidak seorang pun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Di antara mereka tidak ada seorang pun yang berkekurangan. Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Ayat. (Mzm 118:2-4.16ab-18.22-24)
1. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah kaum Harun berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.
3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1Yoh 5:1-6)
 
"Semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia."
  
Saudara-saudaraku yang terkasih, setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Dan perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia, yakni iman kita. Tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air tetapi dengan air dan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = es, 4/4, kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 20:29)
Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya; berbahagialah yang tidak melihat namun percaya."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:19-31)

"Delapan hari kemudian Yesus datang."

Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!" Tomas menjawab kepada-Nya, "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan     
  Hari Minggu Paskah kedua ini adalah penutup oktaf Paskah. Secara liturgis, kualitas liturgi perayaan tidak berbeda dari hari minggu sebelum maupun sesudahnya.

Bacaan Injil pada hari ini menampilkan peran Tomas dalam penampakan Yesus Kristus yang terjadi dua kali. Pada penampakan pertama, Yesus hadir di tengah-tengah para murid tanpa kehadiran Tomas. Lalu peristiwa itu diceritakan oleh murid kepada Tomas yang mengambil sikap bahwa ia tidak percaya akan peristiwa tersebut sebelum meraba luka-luka tangan dan mencucuk lambung-Nya dengan jari.

Pada penampakan kedua, Yesus hadir kembali di tengah-tengah murid dan kali ini dengan kehadiran Tomas. Lalu Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Reaksi Tomas akan seruan Yesus ini sangat singkat dengan berkata, “Tuhanku dan Allahku!” Akan tetapi, jawaban ini adalah suatu pengungkapan pengakuan iman yang sangat dalam dari orang yang percaya kepada Yesus Kristus, bahwa Ia adalah sungguh-sungguh Tuhan.

Dalam pembicaraan sehari-hari, orang yang sulit percaya akan sesuatu diberi julukan Tomas. Dalam arti sanggahan adalah mungkin benar, akan tetapi dalam arti lain tidak relevan, karena Tomas tidak berhenti pada ketidakpercayaannya. Ia ingin mencari apa yang disanggah itu untuk diketahui dan didalami. Setelah ia menemukan-Nya, ia menyerahkan dirinya secara total kepada-Nya dengan seruan yang pendek dan mendalam itu.

Beriman adalah suatu proses mencari dan mendalami. Kadang kita menemukan kekuatan yang memberikan harapan cerah. Akan tetapi, tidak jarang kita juga mengalami kebuntuan. Dalam suasana seperti ini, kita diharapkan seperti Tomas, yang tidak berhenti di dalam kebuntuan itu yang bisa mengakibatkan hal lebih buruk, melainkan semakin mencari-Nya.

Ke mana harus mencari-Nya? Jangan pergi jauh-jauh! Jangan pergi ke tempat lain! Dia itu dekat, bahkan dekat sekali, karena Ia ada di dalam diri kita. Tuhan menciptakan kita menjadi tempat kediaman-Nya yang paling dekat. Cuma kita tidak sadar akan kehadiran-Nya sehingga kita gampang meninggalkan diri kita sendiri untuk berusaha menemukan-Nya di luar sana.

Kristus melalui Gereja-Nya telah memberikan begitu banyak cara untuk menampakkan diri-Nya, baik itu melalui Sakramen, doa, dan bahkan orang di sekitar. Kehadiran-Nya ini bisa disadari hanya melalui diri sendiri. Kita tidak perlu khawatir bila ada orang mengatakan bahwa ia memiliki penampakan, penglihatan dan pendengaran atau apa saja yang sejenisnya, karena Tuhan Allah selalu menampakkan diri kepada kita, yang orang lain tidak bisa alami. Peristiwa inilah yang paling bernilai dan bermakna untuk hidup. [Edison R.L. Tinambunan/RUAH]
   
Antifon Komuni (Yoh 20:27)

Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.
   
Mitte manum tuam, et cognosce loca clavorum, alleluia: et noli esse incredulus, sed fidelis, alleluia, alleluia.

Bring your hand and feel the place of the nails,and do not be unbelieving but believing, alleluia. incredulus, sed fidelis, alleluia, alleluia.



Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Sabtu, 11 April 2015
Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah


Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15 

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."

Beriman bukanlah hal yang sekali jadi tetapi merupakan proses terus-menerus sepanjang hidup. Para murid Yesus pun mengalami hal ini. Kurang lebih 3 tahun, mereka telah hidup bersama Yesus. Mereka telah melihat apa yang Ia lakukan dan kerjakan. Mereka juga telah mendengar apa yang Ia katakan dan ajarkan, bahkan kadang diikuti dengan penjelasan khusus untuk mereka. Berkaitan dengan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus telah menyampaikannya berulang kali. Namun, ketika hal itu terjadi, mereka tidak serta merta percaya. Seolah-olah, semua yang telah mereka lihat dan dengar dari Yesus hilang semua bersama dengan kematian-Nya. Kepada Maria Magdalena yang secara langsung telah melihat dan berjumpa dengan Yesus yang bangkit, mereka tidak percaya. Demikian pula mereka tidak percaya kepada kedua murid yang telah berjumpa dengan Yesus sepanjang perjalanan mereka ke luar kota. Oleh karena itu, ketika Yesus sendiri menampakkan diri kepada mereka, Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka. Meskipun demikian, Yesus tetap mempercayakan tugas perutusan untuk mewartakan Injil kepada mereka. Kendati proses beriman mereka belum sampai pada kesempurnaan tetapi masih diwarnai tidak hanya oleh keragu-raguan tetapi juga ketidak-percayaan, Yesus tetap percaya penuh pada mereka dan mempercayakan kepada mereka tugas untuk mewartakan Injil. Dan benar, dengan kepercayaan yang diberikan Yesus itu, iman mereka pun semakin berkembang sampai pada kesempurnaan. Dengan berani, mereka bersaksi tentang Yesus Kristus dan meyakinkan banyak orang untuk juga percaya kepada Kristus serta menjadi pengikut-Nya. Risiko yang menghantar mereka ke penjara, penganiaan dan bahkan kematian pun mereka hadapi tanpa takut dan ragu. 

Doa: Tuhan, kepada kami masing-masing, Engkau telah menpercayakan tugas untuk mewartakan Injil melalui tugas dan pekerjaan kami sehari-hari. Berilah kami rahmat-Mu agar mampu menjalaninya dengan penuh iman agar warta sukacita keselamatan-Mu semakin didengar, diterima dan dialami oleh semakin banyak orang. Amin. -agawpr-

Sabtu, 11 April 2015 Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah

Sabtu, 11 April 2015
Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah

“Kebangkitan terutama mensahkan apa yang telah dilakukan atau diajarkan Kristus” (Katekismus Gereja Katolik, 651)


Antifon Pembuka (Mzm 105:43)

Tuhan mengantar umat-Nya dalam kegembiraan, dan para pilihan-Nya dengan sukacita. Alleluya.

The Lord brought out his people with joy, his chosen ones with shouts of rejoicing, alleluia.
      
 
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
    
Doa Pagi

Ya Allah, Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa-bangsa yang percaya kepada-Mu. Pandanglah umat pilihan-Mu yang telah dilahirkan kembali dalam pembaptisan. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin,
  
Pengalaman hidup dengan Yesus, nilai-nilai kebenaran dalam pengajaran Yesus dan kuasa ilahi Yesus yang dialami oleh Petrus dan Yohanes, membuat mereka tidak takut terhadap larangan para pembesar Yahudi. Mereka justru menegaskan, akan lebih taat kepada Allah daripada kepada mereka.
   
Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:13-21)
    
"Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
        
Pada waktu itu Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Ketika para pemimpin Yahudi dan tua-tua umat serta ahli-ahli Taurat melihat keberanian mereka, padahal keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka. Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan para rasul itu berdiri di samping kedua rasul itu mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Maka mereka enyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang. Lalu berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” Setelah kedua rasul itu disuruh masuk lagi, mereka diperintahkan supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Atau. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku.
Ayat. (Mzm 118:1.14-15.16ab-18.19-21)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar.
2. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.
3. Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
   

Pengalaman akan kebangkitan memang sesuatu yang ada di luar nalar dan di luar kebiasaan. Ini membuat banyak murid belum mampu percaya begitu saja akan berita penampakan Yesus yang telah bangkit. Yesus berkali-kali menampakkan diri untuk meyakinkan mereka dan sekaligus mengutus mereka untuk memberitakan warta Injil kepada banyak orang.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:9-15)
   
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."
     
Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu Maria Magdalena pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalan ke luar kota. Ketika mereka kembali dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan. Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
  
Pemberitaan dari mulut ke mulut tentang kebangkitan Yesus dilakukan oleh beberapa saksi. Tetapi para murid tetap lamban percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid dan memberi teguran keras atas kedegilan hati mereka. Memang menjadi manusia Paskah tidak gampang. Kita tak usah menunggu sampai sempurna. Yesus mengutus kita dengan segala kelemahan dan kelebihan kita.

Antifon Komuni (Gal 3:27)

Kita sekalian yang telah dibaptis dalam Kristus sudah dipersatukan dengan Kristus. Alleluya.

All of you who have been baptized in Christ have put on Christ, alleluia.

Doa Malam

Ya Yesus, jagalah kami malam ini dari gangguan kuasa kegelapan. Kuasailah hati dan budi kami agar terarah hanya kepada-Mu. Semoga istirahat malam ini menjadikan jiwa dan raga kami sehat dan segar kembali. Amin.


RUAH