Selasa, 12 Mei 2015 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Selasa, 12 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah

“Kristus adalah ikatan, yang mempersatukan kita, karena Ia adalah Allah dan manusia” (St. Sirilus dari Aleksandria)


Antifon Pembuka (lih. Why 19:7.6)

Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang Mahakuasa. Alleluya.

Let us rejoice and be glad and give glory to God, for the Lord our God the Almighty reigns, alleluia.

Doa Pagi

Allah Bapa kami di surga, kami umat-Mu selalu bergembira karena diangkat menjadi putra dan putri-Mu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 

Apa yang dihadapi oleh Paulus dan Silas di Filipi menjadi kesaksian nyata akan kebenaran kata-kata Yesus. Mereka menderita dan dipenjara karena mewartakan Yesus Kristus, tetapi mereka juga dilindungi, disertai dan diselamatkan oleh Roh Kudus.

   

Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:22-34)
    
  
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu."
      
Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini.” Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur-bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 16:7,13)
Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Kepergian Yesus kepada Bapa merupakan waktu bagi hadirnya Roh Kudus untuk menyadarkan dunia akan doa, kebenaran dan penghakiman. Kata-kata Yesus ini adalah pewahyuan akan kesatuan Tritunggal Mahakudus dalam karya bersama demi keselamatan manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:5-11)
      
"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."
      
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan

 
Yesus pulang ke rumah Bapa untuk mempertanggungjawabkan semua yang ditugaskan Bapa kepada-Nya. Kita tidak usah berdukacita. Yesus berjanji akan mengutus Roh Penghibur kepada kita. Roh Penghibur akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Roh Penghibur akan membuat kita kita bersukacita dalam melakukan tugas kita. Apakah kita bahagia sebagai petugas penerus karya keselamatan Allah?

Antifon Komuni (Luk 24:46,26)

Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Alleluya. 
   
The Christ had to suffer and rise from the dead, and so enter into his glory, alleluia.
    
Doa Malam

Tuhan Yesus, buatlah seluruh hidupku menjadi jawaban atas panggilan kepada misi perutusan-Mu. Tunjukkan jalan-jalan yang harus kutempuh untuk mengikuti jejak-Mu. Ke mana Engkau pergi Tuhan, biarlah ke situ aku datang melaksanakan kehendak Bapa. Amin.


RUAH

Menjadi Pengikut Kristus

Senin, 11 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah

Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 - 16:4a.

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Menjadi pengikut Kristus, di satu sisi memang memberi jaminan hidup. Ada banyak sekali rahmat dan anugerah yang kita terima, baik secara langsung maupun melalui Gereja-Nya. Sakramen-sakramen dan aneka bentuk pelayanan lainnya adalah anugerah Tuhan yang istimewa bagi kita sekaligus memberi jaminan akan hidup abadi. Namun, di sisi lain ada banyak tantangan yang seringkali juga harus kita hadapi. Umat kristen pada abad I-III, banyak yang dipenjara, dianiaya dan dibunuh, bukan karena melakukan kejahatan tetapi hanya karena beragama kristen (menjadi pengikut Kristus). Pada masa sekarang pun, masih ada umat Katolik yang mengalami dikucilkan di tempat kerja atau di kampung, hanya karena beragama Katolik. Bahkan, di beberapa tempat, mereka dianiaya dan dibunuh. Benar yang dikatakan Yesus bahwa mereka yang menganiaya dan membunuh para pengikut Kristus itu berpikir bahwa mereka berbuat bakti kepada Allah. Mereka merasa bahwa Allah harus dibela dengan pertumpahan darah, baik dengan kematian mereka sendiri maupun kematian orang lain yang berbeda keyakinan. Hal ini sangat lain dengan iman kita. Kalau mereka rela mati untuk membela Tuhan, sebaliknya Tuhan kitalah yang rela mati untuk membela kita. Maka, kalau kita suatu saat harus menderita, dikucilkan, bahkan dibunuh, itu bukan karena kita ingin membela Tuhan, tetapi karena kita ingin mempertahankan dan menghayati kesetiaan iman kita.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menghadapi dan menanggung segala konsekuensi sebagai pengikut-Mu. Amin. -agawpr-