Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Minggu, 17 Mei 2015
Hari Minggu Paskah VII   - Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Kis. 1:15-17,20a,20c-26; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; 1Yoh. 4:11-16; Yoh. 17:11b-19

Hari ini, Gereja mengajak kita untuk merayakan Minggu Komunikasi Sedunia yang ke-49. Saya merasa tidak perlu membuat renungan tetapi akan membuat doa singkat berdasarkan bacaan Injil hari ini. Sebelumnya, baik saya kutipkan beberapa hal yang berkaitan dengan Hari Komunikasi Sedunia kali ini. Tema yang diangkat tahun ini adalah, “Mengkomunikasikan Keluarga – Tempat Perjumpaan Istimewa dengan Karunia Cinta.” Pesan dalam tema ini mengajak kita untuk melihat keluarga-keluarga sebagai “sumber daya bukan sebagai persoalan bagi masyarakat.” Keluarga-keluarga juga diajak untuk menjadi contoh-contoh cinta, kebaikan dan persahabatan Kristus. Dalam pesannya, Paus Fransiskus antara lain mengatakan: “Dalam dunia di mana orang sering memaki, menggunakan bahasa kotor, menjelekkan orang lain, menabur perselisihan dan meracuni lingkungan manusia dengan gosip, keluarga bisa mengajarkan kita untuk memahami komunikasi sebagai berkah. ... Dalam situasi-situasi yang tampaknya didominasi oleh kebencian dan kekerasan, di mana keluarga-keluarga terpisahkan oleh dinding-dinding batu atau dinding-dinding prasangka dan kebencian yang kurang bisa ditembus, di mana rasanya tempat itu menjadi alasan-alasan yang baik untuk mengatakan ‘cukup sudah’, hanyalah berkat bukan caci maki, kunjungan bukan penolakan, dan penerimaan bukan perkelahian, yang mematahkan spiral kejahatan, menunjukkan bahwa kebaikan selalu mungkin, dan mendidik anak-anak kita menuju persahabatan,” (Selengkapnya, silakan dibaca di: http://renunganpagi.blogspot.com/2015/05/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari.html). Setelah itu, bacalah Injil Yoh 17:11b-19, kemudian doakan doa berikut ini untuk masing-masing anggota keluarga, bisa juga dengan menyebut nama masing-masing:

Doa untuk anggota keluarga:
Ya Bapa yang kudus, peliharalah kami dalam nama-Mu, supaya kami tetap bersatu dengan utuh. Semoga kami saling mengasihi dan memelihara satu sama lain dalam nama-Mu; saling menjaga agar tidak ada seorangpun dari kami menjauh, apalagi terpisah dari-Mu. Lindungilah kami semua dari segala yang jahat dan kuduskanlah kami pula dalam kebenaran. Amin. -agawpr-

Minggu, 17 Mei 2015 Hari Minggu Paskah VII

Minggu, 17 Mei 2015
Hari Minggu Paskah VII (Novena Roh Kudus hari ketiga)
*Untuk negara-negara tertentu: Hari Raya Kenaikan Tuhan bacaan dan renungan lihat: Hari Raya Kenaikan

"Gereja itu dalam Kristus bagaikan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia" (LG 1). Tujuan utama Gereja ialah menjadi Sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam.Oleh karena persatuan di antara manusia berakar dalam persatuan dengan Allah, maka Gereja adalah juga Sakramen persatuan umat manusia. Di dalam Gereja kesatuan ini sudah mulai, karena ia mengumpulkan manusia-manusia "dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa" (Why 7:9). Serentak pula Gereja adalah "tanda dan sarana" untuk terwujudnya secara penuh kesatuan yang masih dinantikan. (Katekismus Gereja Katolik, 775)
  

Antifon Pembuka (Mzm 27:7-9)

Dengarlah, Tuhan, seruanku kepada-Mu, kasihanilah aku dan jawablah aku! Seturut sabda-Mu kucari wajah-Mu, wajah-Mu kucari, ya Tuhan. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari padaku. Alleluya.

atau

Exaudi, Domine, vocem meam, qua clamavi ad te, alleluia: tibi dixit cor meum, quæsivi vultum tuum, vultum tuum Domine requiram: ne avertas faciem tuam a me, alleluia, alleluia.
Mzm. Dominus illuminatio mea, et salus mea: quem timebo?

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau menghendaki agar kami selalu hidup rukun dan bersatu padu membangun Gereja-Mu. Kami mohon, semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih yang merupakan pengikat persatuan, baik di antara kami maupun antara kami dengan Dikau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20a.20c-26)
   
 
"Harus ditambahkan kepada kami satu orang untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Tuhan."
    
Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, haruslah digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan kebaikan-Nya!
2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran kita dibuang-Nya.
3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:11-16)
   
"Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita."
    
Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:18)
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu, maka bersukalah hatimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:11b-19)
   
"Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."
    
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

DOA YESUS BAGI GEREJANYA

Masa Paskah adalah masa kita merayakan kebangkitan Tuhan. Dalam masa Paskah ini juga, kita merayakan misteri iman akan Yesus yang datang kembali kepada Bapa setelah Yesus menyelesaikan misi-Nya di dunia.

Injil Yohanes menunjukkan kepada kita bahwa hal itu telah ditunjukkan Yesus kepada para murid-Nya ketika Ia berdoa kepada Bapa untuk murid-murid-Nya demikian, “Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.” Siapa yang meneruskan misi Yesus setelah Dia kembali kepada Bapa? Misi-Nya itu kini diserahkan Yesus kepada Gereja.

Oleh karena itu, masa Paskah adalah masa di mana kita diingatkan bahwa dengan cara yang sama Gereja menjalankan misi Kristus. Dengan cara yang sama pula Gereja datang kepada Bapa. Ini adalah misteri iman yang membanggakan bagi kita sebagai pribadi, murid-murid Tuhan, ataupun dalam kesatuan sebagai Gereja. Segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai pelaksanaan tugas kemuridan maupun atas nama Tuhan adalah jalan untuk sampai kepada Bapa. Pengabdian pada keluarga, bekerja sebagai orang Katolik yang bersih dan jujur, aktif dalam kegiatan lingkungan adalah jalan pelaksanaan misi menuju Bapa.

Bila Gereja diserahi misi Yesus, siapakah yang memelihara dan menjaga Gereja supaya Gereja dapat menjalankan misi Kristus di dunia? Yesus sendirilah yang akan memelihara dan menjaga Gereja. Hal itu ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam doa-Nya, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.” Yesus berdoa demikian mengingat kenyataan yang akan dialami oleh persekutuan para murid yaitu Gereja, bahwa ketika mereka bermisi, mereka akan mengalami tantangan dan tantangan seperti yang dialami oleh Yesus sendiri, bahkan misi akan membawa mereka pada situasi untuk berani menyerahkan nyawa seperti Yesus telah melakukannya.

Persekutuan para murid Tuhan yaitu Gereja, dalam menjalankan misinya di dunia tidaklah mudah. Mereka akan mengalami tantangan, halangan dan penolakan. Kondisi semacam itu telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam doa-Nya untuk para murid, “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan duna membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” Walau demikian, Gereja jangan cemas akan semua tantangan, halangan dan penolakan, karena Yesus telah meminta kepada Bapa supaya Bapa melindungi Gereja. Ia berdoa kepada Bapa demikian, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.”

Dengan menjalankan misi Yesus sampai tuntas, sampai berani menyerahkan nyawa, maka Gereja dikuduskan seperti juga Yesus telah menguduskan diri-Nya. Ia telah berani menyerahkan nyawa-Nya, tetapi tidak kehilangan nyawa-Nya, dan karena itu pula ia kembali kepada kemuliaan Bapa. Seperti Yesus menjalankan misi-Nya, Gereja dengan cara yang sama pula menjalankan misinya untuk sampai pada Bapa di surga. Semoga kita dikuatkan dalam menjalankan misi kita sebagai orang Katolik dengan doa Yesus. [Michael/RUAH]

Antifon Komuni (Yoh 17:22)

Aku mohon, ya Bapa, semoga mereka bersatu, sebagaimana Kita pun bersatu. Alleluya.

atau

Pater, cum essem cum eis, ego servabam eos, quos dedisti mihi, alleluia: nunc autem ad te venio: non rogo ut tollas eos de mundo, sed ut serves eos a malo, alleluia, alleluia.

Sabtu, 16 Mei 2015 Hari Biasa Pekan VI Paskah

Sabtu, 16 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus hari kedua)

“Maria adalah ibu umat manusia yang paling lembut; dialah tempat pengungsian bagi para pendosa” (St. Alfonsus dari Liguori)

Antifon Pembuka (1Ptr 2:9)

Hai umat milik Tuhan, wartakanlah kebijaksanaan Tuhan, yang telah memanggil kalian dari kegelapan masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Alleluya.

O chosen people, proclaim the mighty works of him who called you out of darkness into his wonderful light, alleluia.


Doa Pagi

Allah Bapa Yang Mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji-Nya sesudah naik ke surga. Semoga kami pun Kaulimpahi kurnia Roh Kudus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Tampilnya Paulus, Apolos dan rekan-rekan seiman lainnya menunjukkan bagaimana Allah bekerja membangun dan mengembangkan umat-Nya melalui orang-orang yang dikehendaki-Nya. Mereka sangat tekun untuk berbagi pemahaman dan pengalaman akan jalan Tuhan dan saling membantu dalam mengembangkan komunitas umat beriman.

 
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)
   
 
"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."
    
Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke Kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya tinggal di Antiokhia, ia berangkat, dan menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Kota Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus; tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Tuhan. Karena Apolos ingin menyeberang ke daerah Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
3. Para pemimpin bangsa-bangsa berdatangan bergabung dengan umat Allah Abraham. Sebab segala perisai di atas bumi adalah milik-Nya; sangat agunglah Dia!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 16:28)
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa
 
Kesatuan antara Yesus dan Bapa menjadi dasar bagi Yesus untuk memberikan penjelasan akan nilai doa dalam nama Yesus. Yesus dan Bapa adalah satu, sehingga setiap orang yang memohon sesuatu dalam nama Yesus, akan terkabulkan doanya. Yesus pun mendorong para murid-Nya untuk memohon sesuatu dalam nama-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)
  
"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Doa kita dikabulkan bila kita meminta sesuatu dalam nama Yesus. Apa yang kita minta? Apakah permintaan itu benar-benar kita butuhkan? Yesus tahu kebutuhan kita. Dia pasti mengabulkan apa yang kita butuhkan. Apakah kita bersedia menerima tuntutan dari Bapa berkenaan dengan pengabulan permohonan kita? Renungkan sejenak!

Antifon Komuni (Yoh 17:24)

Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Alleluya.

Father, I wish that, where I am, those you gave me may also be with me, that they may see the glory that you gave me, alleluia

Doa Malam

Terima kasih ya Yesus, hari ini Engkau mengingatkan kami untuk berdoa yang benar kepada Bapa dalam nama-Mu. Dengan cara demikian, apa yang akan kami minta, berkenan kepada Bapa. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.


RUAH

Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Sabtu, 16 Mei 2015
Hari Biasa Pekan VI Paskah 
  
Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh. 16:23b-28.

Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Sabda Tuhan ini mungkin mengusik kita. Bisa jadi, secara spontan kita berkata, "Ah yang bener, ... nyatanya aku minta ini dan itu tidak kunjung dikabulkan. Sudah sekian lama, aku mohon sembuh untuk diriku sendiri, untuk orangtuaku, untuk anakku, tetapi tak kunjung ada perkembangan, dll". Yah, memang jalan pemikiran Tuhan tidak selalu sama dengan jalan pemikiran kita. Apalagi, Yesus berkata bahwa sabda-Nya disampaikan dalam kiasan (ay.25). Tentu tidak mudah bagi kita untuk memahaminya secara tepat. Namun, yang pasti dan sungguh-sungguh pasti adalah bahwa Tuhan sangat mengasihi kita (ay.26). Namun, apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Jangan-jangan kasih kita kepada-Nya belum sepenuhnya: masih ada keraguan atau masih ada hal-hal lain yang lebih kita kasihi daripada Tuhan. Rasanya, ini yang menghambat aliran rahmat Tuhan. Jadi bukan karena Tuhan tidak mau memberi tetapi karena kita sendiri yang belum siap atau belum layak menerimanya. Saya sendiri yakin bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa dan permintaan kita. Entah langsung mengabulkannya, karena yang kita mohon sesuai dengan kehendak-Nya, entah menundanya karena kita belum siap atau layak menerimanya sehinngga Ia harus menunggu sampai kita siap (seperti anak di bawah 17 tahun minta mengendarai motor atau mobil, orangtua yang baik tentu tidak mengabulkannya), entah dengan menggantinya dengan hal yang menurut-Nya lebih baik dan lebih pas daripada yang kita minta.

Doa: Tuhan, berikanlah kami rahmat-Mu agar kami mampu untuk semakin mengasihi-Mu dan arahkanlah doa-doa permohonan kami agar kami hanya memohon yang sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. -agawpr-