Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

Senin, 01 Juni 2015
Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir


Tob. 1:1a,2a,3;2:1b-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 12:1-12.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

St. Yustinus Martir, yang kita peringati hari ini, merupakan satu satu martir Gereja awal. Dalam salah satu bukunya "Dialog dengan seorang Yahudi, Trifone", dia menegaskan: "Meskipun kami orang-orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, diserahkan sebagai mangsa binatang buas, atau disiksa dengan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh." Kata-kata Yustinus ini menegaskan kembali apa yang sudah dikatakan Yesus kepada : "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru". Yesus yang telah dibuang (=ditolak) dan disalibkan oleh orang Yahudi, telah menjadi batu penjuru (=juru selamat) bagi banyak orang. Iman Yustinus sendiri adalah salah satu benih yang tumbuh, berkembang dan berbuah berkat darah Kristus yang ditumpahkan di kayu salib. Pada gilirannya, darah Yustinus dan para martir lain, yang dibunuh dengan cara disesah dan dipenggal kepalanya di Roma pada tahun 165, semakin menyuburkan pertumbuhan benih-benih iman kristiani, tidak hanya secara kuantitas maupun kualitas. Semoga, di tengah aneka macam tantangan dalam menghayati iman kristiani pada zaman modern sekarang ini, kita tetap berjuang untuk mempunyai kualitas iman yang baik. Dan dengan kualitas iman kita yang baik itu, kita bersaksi sehingga harapannya kuantitas pengikut Kristus juga semakin berkembang.

Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu agar kami mempunyai kualitas iman yang baik. Amin. -agawpr-

Senin, 01 Juni 2015 Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir

Senin, 01 Juni 2015
Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir
   
“Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau dibuang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh.” (St. Yustinus Martir, ANF 1:168)

   
Antifon Pembuka (Mzm 118:85,46)

Orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak mempedulikan perintah-Mu. Aku akan berbicara tentang hukum-Mu, aku tidak malu di hadapan para raja.

The wicked have told me lies, but not so is your law: I spoke of your decrees before kings, and was not confounded


Doa Pagi


Allah Bapa Sumber Hikmat Kebijaksanaan, dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putra-Mu, kepada Santo Yustinus, Martir. Pada hari peringatannya ini kami mohon, berilah kami kekuatan agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami dari-Mu. Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dan mazmur tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum Para Martir, misalnya: 1Kor 1:18-25, Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9; Ul: 5b, Mat 5:3-19
   
Bacaan dari Kitab Tobit (1:1-3, 2:1b-8)    
     
"Tobit lebih takut kepada Tuhan daripada kepada raja."
     
Aku, Tobit, menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku dan banyak melakukan kebajikan kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah berangkat ke pembuangan, ke negeri Asyur, ke kota Niniwe. Sekali peristiwa pada hari raya Pentakosta, yaitu hari raya Tujuh Minggu, disajikan kepadaku suatu jamuan makan yang baik. Aku pun telah duduk untuk makan. Sebuah meja ditempatkan di hadapanku dan kepadaku disajikan banyak hidangan. Tetapi berkatalah aku kepada anakku Tobia, “Nak, pergilah, dan jika kaujumpai seorang miskin dari saudara-saudara kita yang diangkut tertawan ke Niniwe dan yang dengan segenap hati ingat akan Tuhan, bawalah ke mari, supaya ikut makan. Aku hendak menunggu, hingga engkau kembali.” Maka keluarlah Tobia untuk mencari seorang saudara yang miskin. Sepulangnya berkatalah ia, “Pak!” Sahutku, “Ada apa, nak?” Jawabnya, “Salah seorang dari bangsa kita telah dibunuh. Ia dicekik dan dibuang di pasar. Jenazahnya masih ada di situ!” Aku meloncat berdiri, dan jamuan itu kutinggalkan sebelum kukecap. Jenazah itu kuangkat dari lapangan dan kutaruh di dalam salah satu rumah hingga matahari terbenam, untuk kukuburkan nanti. Kemudian aku pulang, kubasuh diriku, lalu makan dengan sedih hati. Maka teringatlah aku akan sabda yang diucapkan Nabi Amos mengenai kota Betel, “Hari-hari rayamu akan berubah menjadi hari sedih dan segala nyanyianmu akan menjadi ratapan!” Lalu menangislah aku. Setelah matahari terbenam aku pergi menggali liang, lalu jenazah itu kukuburkan. Para tetangga menertawakan daku, katanya, “Ia belum juga takut! Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh karena perkara yang sama. Dahulu ia melarikan diri dan sekarang ia menguburkan jenazah lagi!” Tetapi Tobit lebih takut kepada Allah daripada kepada Raja.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan
Ayat. (Mzm 112:1-2.3-4.5-6)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah, ia kan dikenang selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Why 1:5a)
Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut; Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:1-12)
   
"Mereka menangkap dan membunuh putra kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur."
   
Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

  
Tobit pada bacaan pertama termasuk orang yang berani tampil beda, terutama dalam hal kebajikan dan kesalehan. Ketika ia mau makan enak, ia malah menyuruh anaknya mencari orang miskin untuk diajak makan bersama; kemudian ia meninggalkan sajian makanan enak itu karena mau menguburkan orang mati dulu. Orang-orang menertawakannya. Meskipun tindakan Tobit dapat membahayakan jiwanya karena hukuman raja, Tobit lebih takut pada Allah. Inti pesannya: ketakutan, kesetiaan, dan ketakwaan Tobit begitu dalam dan besar kepada Tuhan sehingga hal-hal lainnya tidak ia takuti.

Tobit adalah tokoh teladan iman yang istimewa. Yang lebih istimewa adalah Yesus Kristus yang dalam perumpamaan dilukiskan sebagai Putra Tunggal sang empunya kebun anggur, yaitu Allah, yang rela dan mau mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. (EM/Inspirasi Batin 2015)

Antifon Komuni (Bdk. 1Kor 2:2)

Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

I resolved to know nothing while I was with you except Jesus Christ, and him crucified