Jumat, 05 September 2025
Hari Biasa Pekan XXII (Jumat Pertama Dalam Bulan)
“Janganlah puas menjalani kehidupan Kristiani yang biasa-biasa saja. Berjalanlah dengan kebulatan tekad disepanjang jalan kekudusan” – Paus Fransiskus
Antifon Pembuka
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu.
Doa Pagi
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau tidak tampak dan tiada seorang pun yang pernah melihat Engkau. Berkenanlah menerima iman kami akan Yesus, yang menyampaikan sabda-Mu kepada kami dan bangunlah kami menjadi umat-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)
Hari Biasa Pekan XXII (Jumat Pertama Dalam Bulan)
“Janganlah puas menjalani kehidupan Kristiani yang biasa-biasa saja. Berjalanlah dengan kebulatan tekad disepanjang jalan kekudusan” – Paus Fransiskus
Antifon Pembuka
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu.
Doa Pagi
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau tidak tampak dan tiada seorang pun yang pernah melihat Engkau. Berkenanlah menerima iman kami akan Yesus, yang menyampaikan sabda-Mu kepada kami dan bangunlah kami menjadi umat-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| Credit: Sidney de Almeida/istock.com |
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)
"Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia."
Saudara-saudara, Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia. Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = g 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak-sorai.
Ayat. (Mzm 100:2.3.4.5; Ul: lih.3c)
1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (5:33-39)
"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe
(U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Memasuki Jumat pertama setiap bulan, Gereja mempraktikkan devosi tradisional ini kepada Hati Kudus Yesus.
Salah satu janji Yesus kepada St. Margareta Maria adalah bahwa mereka yang dengan tekun mempraktikkan devosi kepada Hati Kudus-Nya pada Jumat pertama akan menerima berkat yang berlimpah.
Umumnya, yang terlintas dalam pikiran kita adalah permohonan yang kita panjatkan kepada Hati Kudus Yesus dan memohon agar Dia menjawab kebutuhan kita, terutama ketika kebutuhan itu mendesak.
Tentu saja, itulah salah satu cara Yesus memberkati kita, dengan menjawab doa-doa kita dan memenuhi kebutuhan kita, sehingga kita dapat mengalami kasih-Nya bagi kita.
Namun pada tingkat yang lebih dalam, devosi kepada Hati Kudus menuntun kita untuk merenungkan kasih dan belas kasihan Yesus bagi kita, bahwa Dia telah memberikan semua yang kita butuhkan dalam hidup.
Di atas kebutuhan dan permohonan kita, pertama-tama kita harus bersyukur atas kasih-Nya yang menyelamatkan.
Bacaan pertama mengingatkan kita bahwa Yesus membawa damai melalui kematian-Nya di kayu Salib, dan dengan demikian Ia telah mendamaikan kita dengan Allah, sehingga dosa-dosa kita diampuni.
Semoga kita senantiasa bersyukur dengan hati yang penuh syukur atas kasih Yesus yang begitu besar bagi kita, dan semoga kita pun mengampuni sesama sebagaimana kita telah diampuni.. (RENUNGAN PAGI)
Orang Kudus hari ini: 05 September 2025 St. Teresa dari Kalkuta
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Doa untuk Tanah Air (Puji Syukur no 194).
Doa untuk Tanah Air (Puji Syukur no 194).
Allah, Bapa kami, Engkau telah menciptakan alam semesta sebagai kediaman bagi umat manusia. Tatkala umat pilihan-Mu hidup terlunta-lunta di pengasingan, Engkau membebaskan mereka dan menghantar ketanah terjanji, tanah air yang subur dan berlimpahan susu serta madu. Engkau pun memberikan tanah air kepada kami.
Bapa, kami bersyukur atas tanah air kami yang luas dengan isinya yang beraneka ragam: lautan dengan ribuan pulau, gunung dan daratan, hutan dan belantara; semuanya menyemarakkan tanah air kami.
Kami bersyukur atas ratusan suku dan aneka budaya serta bahasa yang Kauhimpun menjadi satu bangsa dan satu bahasa.
Kami bersyukur atas pembangunan di tanah air kami, atas segala sarana dan prasarana yang tersedia.
Kami mohon berkat-Mu bagi semua yang mendiami tanah air ini. Semoga kami semua berusaha memelihara dan memajukannya. Bebaskanlah tanah air kami dari bahaya: bencana alam, kelaparan, perang, dan wabah penyakit.
Semoga kami semua tekun membangun tanah air kami demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh bangsa. Bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai dan sejahtera, sehingga tanah air yang kami diami di dunia ini selalu mengigatkan kami akan tanah air surgawi, tempat kami akan berbahagia abadi bersama Dikau. Semua ini kami unjukkan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Doa Silih Kepada Hati Yesus Yang Mahakudus
Yesus yang penuh kasih, Engkau
begitu mengasihi dunia ini. Tetapi betapa kami sering mengabaikan
kasih-Mu. Maka kami akan melakukan silih atas segala kelalaian dalam
hidup kami yang amat melukai hati umat-Mu.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Kami mohon ampun atas dosa-dosa
yang amat memalukan. Kami akan melakukan silih bagi mereka yang tegar
hati dalam ketidakpercayaan, bagi mereka yang meninggalkan Terang, dan
bagi yang tersesat seperti domba yang tanpa gembala, dan juga bagi
mereka yang mengingkari janji baptisnya, dan yang menghindari beban
ringan perintah-Mu.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Kami ingin melakukan silih atas
segala dosa masyarakat kami, atau nafsu liar dan rendah, atas kecurangan
umat-Mu, atas sikap tak peduli dan sumpah serapah, atas sikap melawan
Gereja-Mu, atas sikap tidak hormat dan penghinaan terhadap kasih-Mu
dalam Sakramen Mahakudus, dan atas pelanggaran-pelanggaran terhadap
hukum-Mu.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Itulah dosa-dosa yang menyebabkan
Engkau wafat. Tetapi kami ingin ikut ambil bagian dalam penebusan-Mu
dengan membawa ke altar kurban hidup yang Kaulaksanakan di salib. Kami
juga ingin ikut serta dalam penderitaan Santa Perawan Maria, para Kudus,
dan seluruh Gereja-Mu.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Karena rahmat-Mu kami ingin
melakukan silih atas dosa-dosa kami, dan juga dosa-dosa orang lain. Kami
akan melakukan silih dengan menjadi orang yang teguh iman, dengan hidup
suci dan dengan setia kepada hukum Injil, yang hukum utamanya adalah
Kasih.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Kami berjanji untuk melakukan yang terbaik agar orang-orang tidak menghina Engkau, dan agar orang-orang mengikuti Engkau.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Yesus Tuhan, terimalah ungkapan
cinta kasih kami ini bersama doa-doa Santa Perawan Maria, yang berdiri
di dekat salib-Mu, yang menjadi teladan dalam berbuat silih. Jagailah
kami agar setia sampai mati. Bimbinglah kami agar setia kepada-Mu dan
tuntunlah kami agar dapat masuk ke tanah terjanji di surga, tempat
Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus, hidup dan meraja sepanjang masa.
U. Hati Yesus yang mahakudus, jangan memperhitungkan dosa kami.
Kristuslah kepala tubuh yaitu Gereja. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari alam maut.



