Seri Katekismus AMANAT MISI


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 258

Seri Katekismus
AMANAT MISI

Syalom aleikhem.
Kalau orang yang tak mengenal Sang Kristus dan Gereja-Nya dapat diselamatkan – tentu dengan beberapa syarat yang telah diuraikan pada edisi lalu – apa bedanya dengan orang Katolik yang jelas-jelas pengikut Kristus, berada dalam Gereja yang didirikan-Nya? Apa “untungnya” jadi katolik jika demikian? Gambaran berikut ini semoga membantu pengertian.

Alkisah, ada satu tempat yang jadi tujuan semua manusia. Seluruh manusia dari segala benua berbondong-bondong menuju ke sana – sebut saja tempat itu X. Dalam perjalanan, ada banyak rombongan, mereka berkelompok-kelompok. Celakanya, tak satu pun kelompok tahu persis jalan menuju ke X. Semuanya meraba-raba, trial and error, mencoba aneka rute yang diduga paling pasti menuju ke X.

Macam-macam kejadian berlangsung di sana: ada kelompok yang tersesat di hutan rimba, ada yang habis orangnya karena diserbu biatang buas, ada yang terjerumus ke jurang, ada yang kelaparan dan kehausan di gurun kering, ada yang tinggal separuh anggota, ada yang segar-bugar tapi berputar-putar tak sampai-sampai, dsb.

Pemimpin tiap kelompok itu beda-beda. Tiap pemimpin, meski tujuannya sama, punya rute yang beda-beda sesuai kemampuan dan pengetahuannya.

Syukurlah, satu kelompok bertemu dengan pemimpin yang tahu persis rute menuju ke X sebab si pemimpin memang berasal dari X, maka tahu persis. Sebutlah kelompok ini XTN karena pemimpinnya bernama XT. Kelompok XTN dibawa oleh XT menuju ke X. Mereka semua selamat sebab rute mereka pasti, sedangkan kelompok lain untung-untungan.

Itu gambarannya. Umat Katolik punya kepastian akan keselamatan abadinya berkat penebusan Sang Kristus, berkat ajaran-Nya, dan upaya Gereja-Nya. Kelompok – agama – lain bagaimana? Mereka tak punya kepastian mengenai “rute” menuju keselamatan kekal. Pengetahuan mereka ada yang samar, setengah, sepotong, bahkan ada yang kabur dan buram, bahkan gelap.

Jalan yang dilalui umat Katolik pasti. Kepastian akan keselamatan abadinya jelas, melalui Yesus Kristus Sang Jalan.

Kewajiban Bermisi

Karena itulah, meski – telah disebutkan pada edisi lalu – orang yang tak mengenal Kristus dapat diselamatkan, Gereja Katolik tetap mewartakan Kristus sebab Gereja punya keharusan dan hak yang suci untuk mewartakan Injil kepada semua manusia. Supaya? Supaya semua manusia mengenal dengan pasti jalan menuju keselamatan abadi. Itulah dasarnya mengapa Gereja Katolik menganggap penting misi mewartakan Injil Kristus.

Amanat misi itu jelas tercantum dalam Alkitab, Mat. 28:19-20. Inilah perintah Sang Pendiri Gereja, Yesus Kristus, bagi Gereja-Nya. Tak ada alternatif, Gereja Kristus wajib mengenalkan Kristus kepada semua manusia. Ini kewajiban prinsipiil. Mengenai cara pelaksanaannya, kita bisa berdiskusi lain kali.

** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 848-849

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring