Seri Katekismus KATOLIK ITU RASULIAH

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 264

Seri Katekismus
KATOLIK ITU RASULIAH

Syalom aleikhem.
Apa artinya “apostolik”? Kata ini berasal dari bahasa Yunani: apostolos yang artinya ‘rasul’. Maka, apostolik artinya ‘bersifat rasuli; rasuliah’.

Apakah artinya ketika disebut bahwa Gereja itu apostolik? Gereja disebut apostolik karena didirikan atas Para Rasul.  Apa maknanya “didirikan atas Para Rasul”? Ada tiga makna: (1) dibangun atas dasar ajaran Para Rasul; (2) menjaga ajaran Para Rasul dan meneruskannya; (3) tetap diajar oleh Para Rasul sampai hari ini. Mari urai satu per satu.

Dasar ajaran Gereja Katolik adalah ajaran Para Rasul. Itulah mengapa Gereja ini disebut apostolik, rasuliah. Para Rasul adalah saksi-saksi yang dipilih dan diutus oleh Sang Kristus. Para Rasul diberi kuasa oleh Tuhan Yesus untuk menggembalakan umat-Nya di muka bumi ini setelah Beliau naik ke surga. Juga, kuasa-kuasa lain, seperti mengampuni dosa, diberikan kepada mereka oleh Tuhan kita. Ajaran Para Rasul penting sekali sebab generasi setelahnya mengenal Kristus dari ajaran Para Rasul. Kita ini, contohnya, tak pernah ketemu Tuhan Yesus. Seperti apa dan bagaimana Tuhan Yesus itu kita kenal dari ajaran Para Rasul.

Makna kedua apostolik terkait dengan menjaga ajaran Para Rasul dan meneruskannya. Ajaran Para Rasul terjaga hingga kini dalam Gereja Katolik untuk kemudian diteruskan kepada generasi berikutnya. Para Rasul merayakan Ekaristi – salah satu contohnya – Gereja pun merayakan Ekaristi. Para Rasul memegang dengan teguh ajaran yang tertulis dan yang disampaikan lisan, Gereja pun demikian, memegang teguh ajaran tertulis (Alkitab Suci) dan ajaran lisan (Tradisi Suci). Para Rasul melaksanakan sakramen-sakramen, Gereja Katolik pun demikian.

Ada banyak contoh yang dapat disebut megenai ajaran Para Rasul yang nyata-nyata masih terjaga dalam Gereja Katolik. Di atas sekadar contoh-contoh penting yang langsung terlihat. Tak hanya menjaga, Gereja Katolik juga meneruskan ajaran Para Rasul. Di dalam Gereja Katolik, ajaran Para Rasul terjaga dan tersalurkan kepada generasi berikutnya sampai akhir zaman. Inilah makna kedua apostolik.

Semua Rasul meninggal dunia pada abad pertama. Lalu, apakah Gereja abad-abad selanjutnya tak bergembala, berjalan semaunya sendiri seperti kawanan domba tanpa gembala? Oh tidak! Kristus melengkapi Gereja-Nya dengan “para rasul baru”, artinya orang-orang yang dipercaya menggantikan peran Para Rasul ketika mereka telah tiada. Pengganti Para Rasul itulah para uskup Gereja Katolik.

Dalam diri para uskup yang tergabung dalam Dewan Para Uskup, sebagaimana “dewan” Para Rasul zaman dulu, Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik tetap diajar, dikuduskan, dibimbing oleh Para Rasul. Jadi, Para Rasul “tidak mati”, dalam arti perannya. Gereja Katolik tetap punya “para rasul zaman modern”, yaitu para uskup yang bersekutu dalam dewan bersama dengan Pengganti Rasul Petrus, yaitu Gembala Tertinggi Gereja, dialah Sri Paus Roma.

Jadi, makna apostolik secara ringkas: (1) dibangun atas dasar ajaran Para Rasul; (2) menjaga ajaran itu dan meneruskannya; (3) tetap digembalakan oleh Para Rasul melalui para pengganti mereka.

** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 857

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring