| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Minggu, 08 September 2019 Hari Minggu Biasa XXIII

Minggu, 08 September 2019
Hari Minggu Biasa XXIII
   
Tiap warga negara dan tiap pejabat berkewajiban mengusahakan secara aktif mencegah perang. "Selama akan ada bahaya perang, dan tidak ada kewibawaan internasional yang berwenang dan dilengkapi upaya-upaya yang memadai, selama itu - bila semua upaya perundingan damai sudah digunakan - pemerintah-pemerintah tidak dapat diingkari haknya atas pembelaan negara mereka yang sah" (GS 79,4). --- Katekismus Gereja Katolik, 2308

 
Antifon Pembuka (Mzm 119:137,124)

Engkau adil, ya Tuhan, dan hukum-hukum-Mu benar. Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu.

Iustus es Domine, et rectum iudicium tuum: fac cum servo tuo secundum misericordiam tuam.
Mzm. Beati immaculati in via: qui ambulant in lege Domini.

You are just, O Lord, and your judgment is right; treat your servant in accord with your merciful love.

Doa Pembuka


Ya Allah, Engkau telah menebus kami dan mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu. Pandanglah anak-anak kesayangan-mu dengan rela hati, supaya semua orang yang percaya pada Kristus memperoleh kebebasan sejati serta warisan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (9:13-18)
 
"Siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?"
  
Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan? Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap. Sebab jiwa dibebani oleh badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir. Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah payah kami menemukan apa yang ada di tangan, tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di surga? Siapa gerangan dapat mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus? Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu; maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.   
  
         

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Ul:1)

1. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
2. Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
3. Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
4. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah!

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon (9b-10.12-17)
  
"Terimalah dia, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai saudara terkasih."

Saudaraku yang terkasih, aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, dan kini dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dia, buah hatiku ini, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil. Tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kaulakukan bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun di dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.  
        

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 119:135), 2/4
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
  
"Barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
  
Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau membangun sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran belanja, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata, ‘Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikan’! Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain tidak duduk mempertimbangkan dahulu, apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikianlah setiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan



Para bijak bestari mengajari kita demikian, "Keheningan membuahkan kebijaksanaan, kegaduhan membuahkan kebodohan." Dari ungkapan ini kita belajar bahwa keheningan hanya mungkin dicapai oleh mereka yang mau duduk diam, merenung dan juga berdoa. Tidak pernah kebijaksanaan muncul dari sebuah kegaduhan. Kita mungkin dapat belajar dari kegaduhan, namun pembelajaran itu pun harus tetap dilakukan dalam permenungan dan hal itu hanya mungkin dapat kita lakukan di dalam keheningan. Demikianlah kita belajar bahwa keheningan membuahkan sebuah kebijaksanaan.

Hari ini, Kitab Kebijaksanaan mengajari kita bagaimana harus bersikap di hadapan Tuhan. Dia adalah sumber kebijaksanaan. Di hadapan-Nya kita hanya bisa hening, diam, mendengarkan serta sesekali berbicara di hadapan-Nya. Diam di hadapan Tuhan membuahkan pengetahuan, terutama tentang makna hidup kita. Terkadang pula dalam hidup sehari-hari kita dihadapkan pada berbagai macam persoalan yang tak dapat kita duga serta kita mengerti. Persis seperti apa yang dikatakan penulis Kitab Kebijaksanaan, "Siapa gerangan sampai mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus?" Kita hanya mungkin bisa mengenal kehendak Tuhan jika diri kita dikuasai oleh Roh Kudus. Selanjutnya kita bisa mengenal dorongan Roh Kudus jika kita mau diam, hening di hadapan Tuhan. Tidaklah mudah duduk hening di hadapan Tuhan. Ada sekian banyak godaan dan gangguan yang harus kita hadapi untuk mencoba hening di hadapan Tuhan.

Jiwa kita akan sungguh-sungguh hening manakala kita mau sedikit meluangkan waktu memeluk salib kita masing-masing. Penerimaan diri dan pasrah adalah jalan utama bagi kita untuk mampu memanggul salib kita. Masing-masing dari kita tentu memiliki sejarah hidup, tentu pula memiliki banyak pengalaman. Tidak semua pengalaman kita adalah baik dan menyenangkan. Banyak pula yang menyakitkan serta membuat marah. Terkadang kita harus menanggung sebuah beban yang berasal dari perbuatan orang lain. Seringkali keadaan ini menghilangkan sukacita kita serta menimbulkan sebuah kecemasan. Sungguh sebuah keadaan yang tidak enak sama sekali. Dalam keadaan seperti ini hiburan-hiburan pun terasa hambar. Hanya Tuhan sang sumber kebijaksanaan yang dapat kita andalkan. Hanya bersama Tuhan kita mampu untuk berproses dalam hidup kita.

Salib, sebuah kata yang sangat ngeri untuk dibayangkan. Namun di lain pihak salib memiliki sebuah kekuatan yang membangkitkan harapan kita. Tuhan mengajari kita bahwa salib adalah sarana keselamatan. Demikian pula saat kita berani menerima dan memeluk salib kita masing-masing, maka kita pun akan sampai pada keselamatan. Tidak ada keselamatan tanpa salib, tidak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan.

Lewat pemberitaan Injil dan wejangan penulis Kitab Kebijaksanaan pada hari ini, kita diingatkan Tuhan bahwa apapun rencana Tuhan atas hidup kita, itu bukanlah urusan kita. Itu menjadi rahasia Tuhan. Tugas kita bukanlah menerka ataupun mengatur Tuhan. Apa yang menjadi kewajiban kita hanyalah menjalaninya serta mencari makna di balik setiap peristiwa hidup kita. Kita akan mampu menerima kebijaksanaan Tuhan jika mau duduk hening serta mencoba meneukan ajaran Tuhan di balik setiap peristiwa hidup kita.

Semoga dengan mau duduk hening serta mendengarkan Tuhan, Tuhan membantu kita untuk mampu memikul salib kita masing-masing. Salib itulah yang akan menyelamatkan hidup kita. Salib itulah yang akan membahagiakan kita. Tuhan memberkati.
 
 
Antifon Komuni (Mzm 42:2-3; PS 425)

Bagaikan rusa merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Dikau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, Allah yang hidup.

Like the deer that yearns for running streams, so my soul is yearning for you, my God; my soul is thirsting for God, the living God.
 
 
   
 
"Hidup kita adalah sebuah perjalanan. Ketika perjalanan kita tanpa disertai salib... dan ketika kita mengaku sebagai murid Kristus namun menghindari salib, kita bukanlah murid-murid Kristus, Tuhan" --- Paus Fransiskus

Rm. FX. Sulistya Heru Prabowo, O.Carm/RUAH

Seri Liturgi: DEMI SIKAP BATIN

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 268

Seri Liturgi
DEMI SIKAP BATIN

Syalom aleikhem.
Sepanjang Misa, imam dan umat bergerak-gerak; ada beberapa gerakan yang mesti dilakukan secara berbeda-beda. Apa sebenarnya maksud tata gerak dalam Misa? Bukankah duduk manis saja sepanjang Misa lebih efektif dan “enak”?

PUMR no. 42 menulis penjelasan mengenai tujuan tata gerak: (1) keindahan perayaan terpancar; (2) makna bagian demi bagian perayaan terpahami; (3) umat dapat berpartisipasi. Ketiga hal inilah maksud tata gerak dalam Misa.

Duduk dan berdiri berbeda makna bukan? Itulah salah satu maksud tata gerak. Memohon dan mengagungkan juga berbeda ‘kan? Begitu pula menyembah dan menghormati mengandung nuansa makna yang tak sama. Itu semua diungkapkan melalui gerakan-gerakan.

Tata gerak juga membangun sikap batin. Bukankah sikap batin ada di “dalam”, bagaimana bisa dibangun dengan hal yang di “luar”, seperti tata gerak? Oh, bisa saja. Berlutut, contohnya, itu membangun sikap batin merendah diri, seakan-akan “menyerah” di depan yang lebih berkuasa. (Bahasa Indonesia punya idiom bagus terkait berlutut, yaitu “bertekuk lutut” yang artinya ‘menyerah kalah’. Bukankah di hadapan Tuhan, kita memang menyerah kalah?)

Begitulah sikap lahiriah, dalam hal ini tata gerak, membangun sikap batin. Tambahan lagi, sikap batin juga dibangun oleh keheningan. PUMR no. 45 menyarankan ada beberapa saat hening selama Misa dan sebelum Misa.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Sabtu, 07 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Sabtu, 07 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII

“Takut akan Allah membebaskan kita dari takut akan manusia. Ia membebaskan” (Paus Benediktus XVI)


Antifon Pembuka (Mzm 54:3-4)

Allah, selamatkanlah daku demi nama-Mu, tolonglah aku dengan kuasa-Mu. Dengarkanlah ya Allah, permohonanku, perhatikanlah kata-kata mulutku.
   
Doa Pembuka


Allah Bapa Maharahim, perkenankanlah kami mengimani warta gembira Putra-Mu. Ajarilah kami selalu berpegang pada pengharapan yang telah Kautumbuhkan di dalam hati kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
   
Tuhan datang menyelamatkan setiap orang agar dapat memperoleh kebaikan dari pada-Nya. Persoalannya adalah, maukah kita menerima Tuhan dalam hidup kita? 
 
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:21-23)   
      
   
"Allah telah mendamaikan kalian agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus dan tak bercela."
       
Saudara-saudara, kalian dahulu hidup jauh dari Allah, dan memusuhi Dia dalam hati serta pikiran seperti terbukti dalam perbuatanmu yang jahat. Oleh wafat Kristus sekarang kalian didamaikan Allah dalam tubuh jasmani Kristus agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat. Sebab itu kalian harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak goncang. Janganlah kalian mau dijauhkan dari pengharapan Injil yang telah kalian dengar dan telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit; dan aku, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Allahlah penolongku.
Ayat. (Mzm 90:3-5a.12-13.14.17)
1. Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
2. Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu. Aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku.
 
Banyak orang yang melakukan aturan dalam hidup ini tanpa tahu makna terdalam dari aturan itu. Oleh karena itu, sikap Yesus terhadap setiap aturan perlu kita camkan.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:1-5)
   
"Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
    
Pada suatu hari Sabat Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Para murid memetik bulir-bulir gandum, menggisarnya dengan tangan, lalu memakannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Maka Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam rumah Allah dan mengambil roti sajian. Roti itu dimakannya dan diberikannya kepada para pengikutnya. Padahal roti itu tidak boleh dimakan, kecuali oleh para imam.” Dan Yesus berkata lagi, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Di hadapan hukum yang mengikat, kemanusiaan seharusnya lebih diutamakan. Inilah prinsip moral yang perlu diakui semua orang. Yesus tidak mengharapkan agar kita beramai-ramai melawan hukum dan peraturan yang ada. Ia ingin menyentuh kesadaran kita agar mampu menghargai kemanusiaan sebagai karya ilahi yang semestinya lebih tinggi daripada hukum dan aneka peraturan sebagai karya manusia.
 
Antifon Komuni (Mzm 54:8)

Allahlah penolongku. Tuhanlah penopang hidupku.

Doa Malam
 
Ya Allah, orang yang mampu bersyukur hidupnya pasti damai. Maka, bantulah kami agar dapat mensyukuri apa saja yang boleh kami terima dan tidak membanding-bandingkan karena cinta-Mu sungguh penuh pada setiap pribadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
 
RUAH

Jumat, 06 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Jumat, 06 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII

   
Yesus mengungkapkan sebuah perumpamaan berikut: ”Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, bahwa anggur yang tua itu baik”.
(Luk 5: 38 - 39 )


Antifon Pembuka (Mzm 37:4-5)
 
Carilah kebahagiaanmu dalam Tuhan
Ia akan meluluskan keinginan hatimu.
Serahkanlah nasib-Mu kepada Tuhan,
percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. 
 
Doa Pembuka

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, manusia Kauberi tugas menjaga misteri-misteri-Mu. Semoga kami selalu menghormati sabda-Mu dan ajarilah kami memahami nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)
 
"Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia."
 
Saudara-saudara, Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia. Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 840
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan Tuhan.
Atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 100:2.3.4.5; Ul: lih.3c)
1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. 
 
     

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya. Alleluya

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)

"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."

Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan  


Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus

Orang Farisi bertanya kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-muridMu makan dan minum". Mengapa orang-orang Farisi bertanya demikian kepada Yesus? Orang Farisi adalah orang yang senang berpikir. Mereka memandang dirinya sendiri lebih tinggi daripada orang kebanyakan. Oleh karena itu, mereka merasa terganggu dengan orang lain yang lebih hebat daripada mereka. Mereka tidak suka dengan Yesus yang berperilaku seolah-olah Dia adalah Allah, misalnya berkuasa mengampuni dosa seseorang. Tindakan Yesus membuat mereka merasa dirinya lebih rendah daripada Dia. Dan itulah hal yang tidak mereka terima. Karena mereka merasa diri mereka tinggi, namun tidak mau mengakui hal itu karena takut dinilai sombong, sehingga mereka merendahkan diri di hadapan Allah.

Saudara-saudari terkasih.

Orang Farisi memandang perbedaan sebagai pertentangan. Misalnya, mereka menganggap rendah hati itu baik, sementara mengakui kuasa pribadi adalah buruk. Pandangan yang bersifat hitam putih ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang munafik, karena mereka hanya mau menerima yang putih dan menolak yang hitam. Sehingga ketika mereka merasa diri mereka pintar, mereka menganggap itu sebagai sebuah dosa kesombongan, mereka mengatasi rasa berdosanya dengan seolah-olah merendahkan diri di depan Allah, padahal sesungguhnya mereka sedang menolak diri mereka sendiri dengan menutup-nutupi kepandaian yang ada dalam diri mereka. Orang yang munafik cenderung mudah menghakimi orang lain. Mereka menghakimi Yesus sebagai pribadi yang sangat sombong, padahal pendapat itu sesungguhnya mencerminkan diri mereka sendiri, yang mereka tolak dan tidak sukai, lalu melemparkannya pada orang lain.

Saudara-saudari terkasih.

Yesus memandang perbedaan sebagai sama-sama baik, bukan yang satu baik dan yang satu buruk. Ia mengampuni dosa orang lain karena Ia meyakini, dan sungguh merasakan kehadiran Allah di dalam diri-Nya, sehingga ketika Ia mengampuni dosa seseorang, Ia tidak merasa sombong, melainkan sekedar mewakili Allah yang berada di dalam diri-Nya, yang berkuasa mengampuni dosa orang itu. Ia tidak memandang manusia itu rendah dan Allah itu tinggi, melainkan manusia dan Allah itu adalah satu, Allah di dalam manusia, dan manusia di dalam Allah. Pandangan Yesus ini ibarat anggur tua. Semakin lama anggur disimpan, rasanya semakin nikmat, sehingga orang yang sudah merasakan anggur tua, biasanya tidak ingin minum anggur yang baru. Demikian juga dengan Yesus. Ia sudah mencapai kesatuan dengan Allah di dalam diri-Nya, sehingga Ia tidak lagi ingin bercerai dari Allah. Ia tidak lagi sering berpuasa dan sembahyang untuk bertemu Allah.

Saudara-saudari terkasih.

Pandangan Yesus ini sulit dipahami oleh orang Farisi. Mereka malah menganggap Yesus menghujat Allah, karena merasa diri-Nya sama berkuasanya dengan Allah. Kesalahpahaman orang Farisi ini ibarat anggur baru yang disimpan dalam kantong kulit yang tua, yang akan mengoyakkan kantong tua itu, sehingga anggur baru itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Orang yang belum mengalami persatuan dengan Allah sebaiknya rajin berpuasa dan sembahyang. Puasa dan sembahyang akan membantu mereka untuk bertemu dan merasakan kehadiran Allah di dalam diri mereka. Yesus menghargai puasa dan sembahyang sebagai jalan bersatu dengan Allah. Ia sendiri pun pernah berpuasa 40 hari penuh di padang gurun. Puasa dan sembahyang adalah proses yang sama berharganya dengan proses makan dan minum. Puasa dan sembahyang ditlakukan dulu, untuk bertemu Allah di dalam diri, lalu makan dan minum dilakukan sesudahnya. 
 
 
Antifon Komuni (Luk 5:38)
 
Anggur baru harus disimpan dalam kantong baru. 



Renungan Lumen Indonesia

Seri Katekismus: MENYAMBUNG PARA RASUL

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 267

Seri Katekismus
MENYAMBUNG PARA RASUL

Syalom aleikhem.
Makna apostolik pada poin ketiga – sebagaimana telah dijelaskan dalam edisi sebelum ini – adalah “tetap digembalakan oleh Para Rasul melalui para pengganti mereka”. Begini nalarnya, simaklah.

Allah Sang Bapa mengutus Yesus Kristus, Sang Putra, ke dunia. Pada awal karya-Nya di depan umum, Tuhan Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai-Nya dan diutus memberitakan Injil. Orang-orang itu menjadi “utusan” (Yunani: apostolos). Setelah Tuhan naik ke surga, pelayanan “Para Utusan”, Para Rasul, melanjutkan pelayanan Kristus.

Karena itu, Para Rasul menyadari bahwa mereka diberi kuasa oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai “pelayan Perjanjian Baru”, sebagai “pelayan Allah”, sebagai “utusan dalam nama Kristus”, sebagai “pelayan Kristus” dan “pengemban rahasia-rahasia Allah”. Sungguh, itu semua bukan sembarang kuasa, melainkan kuasa yang datang “dari atas”, dari Allah.

Tugas-tugas pelayanan Para Rasul dapat dibedakan menjadi dua macam: (1) tugas yang tak dapat diserahkan kepada orang lain; (2) tugas yang dapat diserahkan. Tugas sebagai saksi kebangkitan Tuhan dan dasar Gereja Kristus tentulah tak dapat diserahkan. Harus Para Rasul yang melaksanakannya, orang-orang selain mereka tak bisa. Di lain pihak, ada tugas yang dapat diserahkan.

Sambung Menyambung

Dalam hal itu, Kristus telah berjanji bahwa Beliau akan menyertai mereka sampai akhir zaman. Artinya apa? Artinya, perutusan yang dipercayakan kepada Para Rasul harus berlangsung sampai akhir zaman. Bagaimana bisa, bukankah Para Rasul manusia biasa yang bisa mati, yang terbatas masa hidupnya di dunia ini? Jawabannya: Para Rasul mengangkat pengganti mereka yang dapat diserahi tugas sampai akhir zaman, sambung menyambung senantiasa.

Kepada para pengganti itu, Para Rasul berpesan agar para pengganti mereka menjaga kawanan domba Tuhan, menggembalakan jemaat Allah. Para Rasul juga memberi perintah supaya bila para pengganti itu meninggal dunia, orang-orang lain lagi dapat melanjutkan tugas pelayanan mereka. Demikian terus dan terus sampai hari kiamat.

Khasnya Pengganti Rasul Petrus

Di antara Rara Rasul, ada tugas khas yang dipercayakan kepada Rasul Petrus sebagai Ketua Para Rasul. Penerusan tugas pelayanan Rasul Petrus kepada penggantinya dan kepada penggantinya lagi dan seterusnya harus tetap ada sampai akhir zaman. Demikianlah kita lebih tahu lagi mengenai apa artinya apostolik. Bahasa gampangnya: “nyambung sampai kepada Para Rasul”.

Gereja Katolik

Satu hal lagi perlu dijelaskan mengenai sifat apostolik, yaitu bahwa Gereja Kristus “diutus” ke seluruh dunia. Gereja utusan juga, karena itu disebut apostolik.

Terakhir, manakah Gereja Kristus itu? Satu-satunya Gereja Kristus yang kita akui sebagai Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik berada dalam Gereja Katolik yang dipimpin oleh Pengganti Petrus – dialah Sri Paus Roma – dan para uskup dalam persekutuan dengannya.

** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 858-870

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Kamis, 05 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Kamis, 05 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII

“Janganlah kamu datang ke gereja dan mendengarkan warta begitu bagus, tetapi tidak menghasilkan perbuatan baik.” (St. Agustinus)


Antifon Pembuka (Kol 1:13)

Bapa telah melepaskan kita dari kegelapan, dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Putra-Nya yang terkasih.

Doa Pembuka


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, berkenanlah membuka budi dan hati kami, agar dapat memahami kehendak-Mu. Semoga Kerajaan-Mu berkembang dengan subur di tengah-tengah sanak saudara kami berkat karya-Mu melalui kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Kuasa Allah itu akan tetap tinggal dalam hidup kita. Syaratnya, apabila kitam enjaganya dengan melakukan kehendak Tuhan dalam sukacita dan ketekunan.

      
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:9-14)
   
"Bapa telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang terkasih."
     
Saudara-saudara, sejak kami mendengar tentang kalian, tak henti-hentinya kalian kami doakan. Kami mohon semoga kalian menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Maka hidupmu akan layak di hadapan-Nya, dan berkenan di hati-Nya dalam segala hal. Kalian akan menghasilkan buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan benar tentang Allah. Kalian akan diperkuat dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan Allah untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kalian layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan bagi orang-orang kudus di dalam Kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang terkasih; Dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.
Ayat. (Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6)
1. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
2. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
3. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mrk 1:17)
Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.
 
Taat kepada perintah Allah akan mendatangkan mukjizat sehari-hari yang berkelimpahan dalam hidup kita. Jika kita taat kepada perintah-perintah-Nya, kita mampu akan mengalami bahwa mukjizat Tuhan itu nyata.
  

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:1-11)
   
"Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus."
      
Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

   

Ketaatan merupakan sebuah nilai yang apabila dihayati dengan baik akan menghasilkan banyak buah. Hidup kita sehari-hari dapat menjadi medan, tempat kita menghayati semangat ketaatan: taat pada rambu-rambu lalu lintas supaya selamat ketika berkendara di jalan, taat pada anjuran dokter agar terhindar dari macam-macam penyakit, taat pada nasihat orangtua agar hidup aman sentosa, atau taat pada kehendak Tuhan supaya memperoleh jaminan keselamatan kekal. Apakah Anda cukup taat selama ini?

Antifon Komuni (Luk 5:5)
 
Guru, semalam suntuk kami payah bekerja, namun tak seekor ikan pun kami tangkap. Tetapi atas perintah-Mu saya akan melabuhkan pukat.
 
Doa Malam

Yesus, sumber kekuatan dan hidupku, terima kasih atas apa pun yang boleh aku terima hari ini. Kini aku mohon, berkatilah istirahatku malam ini hingga esok pagi. Semoga istirahat malam ini dapat memberi kesegaran jiwa dan ragaku. Amin.
 
 
 


RUAH

Rabu, 04 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Rabu, 04 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII
 
Aoa yang dapat diucapkan oleh lidah manusia dan apa yang dapat ditangkap oleh indra manusia, termuat dalam Kitab Suci. ---- St. Hieronimus
   
Antifon Pembuka (Kol 1:3)

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kalian.

Doa Pembuka


Allah Bapa kami yang maha pengasih dan penyayang, hanya mereka yang tidak mau melihat, benar-benar buta. Hanya mereka yang tidak mau mendengar, yang sungguh-sungguh tuli. Kami mohon kepada-Mu, bukalah mata dan telinga kami terhadap segala kebaikan dan rahmat-Mu yang Kausampaikan melalui sesama di sekitar kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:1-8)
   
    
"Sabda kebenaran telah sampai kepadamu, demikian juga kepada seluruh dunia."
   
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm. 52:10.11)
1. Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
2. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di hadapan orang-orang yang Kaukasihi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 4:18-19)
Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:38-44)
    
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."
   
Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Sakit adalah pengalaman setiap manusia. Ada sakit ringan, sedang dan berat. Ada penyakit kronis, bawaan, ataupun tahunan. Ada yang bisa sembuh dan ada yang tinggal tunggu waktu. Bagi mereka yang mempunyai kartu BPJS, akan sangat terbantu, walaupun keluhan pada umumnya adalah soal pengurusannya tidak semudah yang dibayangkan. Mereka yang punya uang, tentu bisa memilih dokter siapa, rumah sakit mana yang akan dipilih. Tidak hanya rumah sakit dalam negeri, tetapi juga rumah sakit luar negeri. Satu hal yang sama adalah, semua orang sakit tentu ingin sembuh (cepat atau lambat).
 
 Hari ini Yesus menyembuhkan banyak orang sakit, mulai dari ibu mertua Simon yang demam keras sampai berbagai macam penyakit. Kepada mereka semua, Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Sikap Yesus seperti ini sebenarnya juga bisa kita contoh saat mendoakan orang sakit. Dengan keyakinan bahwa Yesuslah yang menyembuhkan, kita mendoakan orang-orang sakit yang kita kunjungi.
 
 Gereja mengajarkan bahwa bila ada orang sakit (sakit berat, mau operasi besar) atau mau bepergian jauh, orang bisa minta Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Banyak orang Katolik berpandangan salah. Sangkanya, Sakramen Pengurapan Orang Sakit membuat orang semakin cepat dipanggil Tuhan! Sakramen Pengurapan Orang Sakit diberikan kepada mereka yang sakit supaya mereka diberi kekuatan secara rohani dan jasmani. Dan memang, seandainya penyakitnya sudah parah, tidak ada harapan, sakramen ini bisa menjadi bekal kekuatan menyerahkan diri kepada kerahiman Allah. Tentu saja, katekese seperti ini perlu terus-menerus diberikan kepada umat. 
 
 Marilah kita memberikan perhatian kepada yang sakit, dengan mendoakan, mengunjungi dan mengajak berdoa, menyapa, memintakan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, atau pun ikut membantu secara material. Beban berat tetapi diangkat banyak orang, tentu akan lebih ringan. Semoga, hati kita semakin peka akan perhatian kepada orang-orang sakit, tua, dan yang akan menghadapi ajal. Pendampingan dengan tulus dan dengan hati akan membawa ketenangan dan kekuatan bagi mereka yang sakit, dan atau mereka yang akan menghadap Tuhan. Tuhan memberkati! . (JK/Inspirasi Batin)

Antifon Komuni (Luk 4:43)

Di kota-kota lain pun Aku harus mewartakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus. 
 
 

Seri Alkitab: INJIL MARKUS 5:22-25

KATKIT (Katekese Sedikit) No. 266

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 5:22-25

Mrk. 5:22
datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya

Et venit quidam de archisynagogis nomine Iairus et videns eum procidit ad pedes eius

Syalom aleikhem.
Waktu itu, Tuhan Yesus masih berada di sekitar danau, di sisi barat, dan dikerumuni oleh orang-orang yang ingin mendapat pelayanan-Nya. Beliau didatangi seorang kepala sinagoga (tempat ibadat orang Yahudi). Jabatan kepala sinagoga adalah jabatan terhormat yang dipegang seorang awam, bukan imam. Biasanya kepala sinagoga dipilih oleh umat yang biasa berkumpul di suatu sinagoga. Tugasnya mengatur penyelenggaraan peribadatan tiap Sabat. Nama kepala itu Yairus. Tak dijelaskan di mana tempat tinggal Yairus.

Kata “tersungkur” bukan berarti jatuh, melainkan sikap sujud untuk menghormati dan mengakui bahwa orang yang ada di hadapannya pantas dihormati karena kuasanya dianggap lebih besar. Dengan bersujud di depan Tuhan Yesus, Yairus mengakui kuasa Beliau.

Mrk. 5:23
dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

et deprecatur eum multum dicens: “ Filiola mea in extremis est; veni, impone manus super eam, ut salva sit et vivat ”.

Pengakuan akan kuasa Tuhan Yesus makin tampak ketika Yairus memohon kepada-Nya mengenai anak perempuannya yang “sedang sakit, hampir mati”. Frasa ini secara harafiah bermakna ‘sedang sekarat’. Keadaan sungguh gawat, namun Yairus menaruh kepercayaan yang besar kepada Tuhan Yesus. Dengan yakin, ia memohon agar Tuhan datang dan meletakkan tangan-Nya. Dalam kebiasaan Yahudi, meletakkan tangan artinya mendoakan atau memberkati.

Keyakinan Yairus sungguh penuh. Tercatat pada akhir ayat, Yairus berkata “supaya ia selamat dan tetap hidup”. Yairus penuh iman bahwa Tuhan mampu menyelamatkan anaknya yang sedang sekarat, ia yakin anaknya akan tetap hidup kalau Tuhan menolongnya. Ingatlah, semua ucapan Yairus disampaikan sambil bersujud di depan Tuhan. Sebuah ungkapan iman yang mendalam.

Mrk. 5:24
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

Et abiit cum illo. Et sequebatur eum turba multa et comprimebant illum.

Tuhan memenuhi permintaan Yairus, lalu berangkat menuju rumah Yairus. Waktu itu, banyak sekali orang mengerumuni Tuhan. Ayat ini mengisahkan bahwa keberangkatan Tuhan diiringi oleh orang banyak. Suasana ramai sekali karena orang berdesak-desakan dalam perjalanan menuju rumah Yairus.

Mrk. 5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

Et mulier, quae erat in profluvio sanguinis annis duodecim

Keterangan “di situ” artinya di tengah-tengah kerumunan orang. Perempuan itu berada di antara orang banyak yang berdesak-desakan. Kata “pendarahan” terkait dengan haid. Menurut hukum Yahudi, perempuan haid itu najis, dan orang yang bersentuhan dengannya ikut najis. Karena penyakitnya itu, si perempuan terkucil secara jasmani dan rohani. Sebab, orang najis tak bisa ikut beribadat.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Selasa, 03 September 2019 Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Selasa, 03 September 2019
Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

“Demi cinta akan Tuhan, tak henti-hentinya aku mengajarkan tentang Dia” (St. Gregorius Agung)


Antifon Pembuka

Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi imam agung. Harta dunia terbuka baginya, karunia ilahi melimpahi hatinya.

Doa Pembuka

Allah Bapa Maharahim, dengan penuh belas kasih Kaujaga umat-Mu dan Kaubimbing dalam kasih sayang-Mu. Buatlah para pemimpin umat-Mu bersemangat dan bijaksana berkat doa Paus Gregorius Agung. Semoga kemajuan umat-Mu selalu menggembirakan para gembalanya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

  
Tuhan menjamin kita dengan segala anugerah. Namun, kita tetap diminta untuk selalu waspada terhadap dosa dan bertekun dalam iman dan perbuatan baik.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat Tesalonika (5:1-6.9-11)
    
  
"Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia."
      
Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kalian sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Bila orang mengatakan, bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang wanita hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Maka pasti mereka takkan terluput! Tetapi Saudara-saudara, kalian tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kalian seperti pencuri, karena kalian semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah! Sebab Allah menetapkan kita bukan untuk mengalami kemurkaan, melainkan untuk memperoleh keselamatan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersama dengan Dia, entah kita berjaga entah kita tidur. Maka dari itu, hendaklah kalian saling menasihati dan saling membina, sebagaimana memang sudah kalian lakukan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
Atau Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 7:16; 2/4)
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Setan sering digambarkan mengenal Yesus dengan baik maka mereka tunduk dan takut kepada-Nya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita mengenal Yesus dengan baik dan tunduk kepada-Nya?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:31-37)
   
"Aku tahu siapa Engkau: Engkau Yang Kudus dari Allah."
   
Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah orang-orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.” Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Kita hidup dalam rutinitas yang penuh dengan berbagai kesibukan. Sebagian orang memang mencari Tuhan di sela-sela kesibukan itu, tetapi tidak sedikit pula yang mudah melupakan-Nya dan memilih kesenangan lain. Dalam situasi seperti ini, tidak mengherankan apabila roh jahat, yaitu macam-macam pikiran jahat dan keinginan tak teratur, dengan mudah menguasai hidup mereka. Apakah Anda membiarkan kuasa Yesus bekerja atas diri Anda?

Antifon Komuni (Luk 4:36)

Semua orang takjub dan berkata satu sama lain, "Bukan main hebat sabda-Nya! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah dan roh-roh jahat pun keluar."

Doa Malam

Tuhan, kuatkanlah niat dan usaha kami untuk makin mencintai dan menghormati-Mu, senantiasa berdoa kepada-Mu. Jangan biarkan rasa malas berada dalam diri kami. Bantulah kami agar dengan tegas mengalahkan kelemahan diri kami. Tuhan, Engkaulah kekuatan kami. Amin.

“Biarkan orang- orang yang serakah belajar, bahwa para pencinta harta duniawi adalah musuh Kristus “(Bede yang terberkati)
 
 
 
 
   
RUAH

AJAKAN DOA UNTUK KEDAMAIAN TANAH PAPUA

 
Berbagai peristiwa kekerasan dan krisis identitas saat ini sedang terjadi di Tanah Papua. Kekerasan apapun bentuknya hanya akan melahirkan kekerasan baru lainnya yang menimbulkan luka dan penderitaan.

Layaknya sebuah keluarga. Apapun yang dirasakan salah satu anggota keluarga akan dirasakan juga oleh seluruh anggota keluarga. Maka luka hati yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Papua adalah juga menjadi luka hati bangsa bersama.

Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan bukanlah menjadi penghalang setiap orang merasakan hidup damai di negeri ini.

Teriakan untuk hidup damai menjadi ajakan semua umat beriman, tak kecuali umat Katolik.

Dalam kesempatan ini, marilah seluruh umat beriman Indonesia khususnya umat Katolik memberikan dukungan doa dan energi positif agar rasa damai dan keadilan kembali hadir di bumi Papua.

Rm.PC.Siswantoko, Pr
Sekretaris Komisi Kerawam KWI

===========================

DOA UNTUK PAPUA TANAH DAMAI

Tuhan Yang Maha Kasih,
Kami bersyukur Engkau melahirkan kami di bumi pertiwi ini
dengan ragam, suku, agama, dan budaya.
Agar kami belajar untuk saling menghormati,
hidup rukun dalam perbedaan dan menyadari bahwa
semua orang mempunyai martabat yang sama

Pada saat ini
Kami ingin bersatu dan berbela rasa
dengan saudara-saudari kami di Tanah Papua,
yang sedang mengalami pergulatan hidup
yang telah menguras tenaga, pikiran, perasaan, dan air mata

Kami sebagai sesama anak bangsa menyadari bahwa
Luka mereka juga luka kami
Tangis mereka juga tangis kami
Derita mereka juga derita kami
Kesedihan mereka juga kesedihan kami

Tuhan Yang Maha Kuasa
Bimbinglah kami agar selalu
menggunakan cara-cara damai, tanpa kekerasan,
mengedepankan dialog dan musyawarah
berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan
dalam menyelesaikan persoalan di tanah Papua tercinta.

Papua adalah sorga kecil yang turun ke bumi
Semoga kami, masyarakat dan pemerintah
mampu menjaga sorga kecil itu
tetap menjadi tanah damai bagi semua ciptaan-Mu
untuk selama-lamanya. Amin

Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan...


Ilustrasi foto: https://www.kompasiana.com/talitawijaya/54f76661a33311bd4c8b45a3/keindahan-wisata-papua-masih-perlu-damai-dan-publikasi

Senin, 02 September 2019 Hari Biasa Pekan XXII

Senin, 02 September 2019
Hari Biasa Pekan XXII
  
Gereja Katolik “yang dipercayakan untuk meneruskan dan menjelaskan wahyu, “menimba kepastiannya tentang segala sesuatu yang diwahyukan bukan hanya melalui Kitab Suci. Maka dari itu keduanya [baik tradisi maupun Kitab Suci] harus diterima dan dihormati…”  -- Katekismus Gereja Katolik, 82

Antifon Pembuka (Luk 4:18)

Roh Tuhan menyertai Aku. Aku diutus-Nya untuk mewartakan kabar gembira kepada kau fakir miskin.

Doa Pembuka

Allah Bapa kami, sumber kehidupan, Engkaulah Allah orang-orang hidup, yang membangkitkan Yesus, hamba-Mu dari alam maut. Kami mohon iman bahwa segalanya dapat berubah. Berilah kiranya kami harapan baru dan bimbinglah kami agar dapat bersatu dengan Yesus Putra-Mu terkasih dan dengan semua saja yang mencari Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (4:13-17)
      
     
"Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama Yesus."
      
Saudara-saudara, kami ingin agar kalian mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal dunia, supaya kalian jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang telah meninggal dunia dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama dengan Yesus. Hal ini kami katakan kepadamu seturut sabda Allah ini. Kita yang hidup dan masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali takkan mendahului mereka yang sudah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberikan, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, Tuhan sendiri akan turun dari surga. Dan mereka yang telah meninggal dalam Kristus Yesus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu kita yang hidup dan masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Kristus di angkasa.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil
Ayat. (Mzm. 96:1.3.4-15.11-12.13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersoraksorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 4:18)
Roh Tuhan menyertai aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:16-30)
 
"Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya."
 
Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci. Maka diberikan kepada-Nya Kitab Nabi Yesaya. Yesus membuka kitab itu dan menemukan ayat-ayat berikut, "Roh Tuhan ada pada-Ku. Sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Dan Aku diutus-Nya memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang yang tertindas; Aku diutus-Nya memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Yesus menutup kitab itu dan mengembalikannya kepada pejabat; lalu Ia duduk, dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, "Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarnya." Semua orang membenarkan Yesus. Mereka heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya. Lalu mereka berkata, "Bukankah dia anak Yusuf?" Yesus berkata, "Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku, 'Hai Tabib sembuhkanlah dirimu sendiri. Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!" Yesus berkata lagi, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar, 'Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota, dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
 
 
  
Orang yang merantau dan sukses dalam bekerja atau usaha ketika ‘pulang’/pergi ke tempat asal, tempat ia dibesarkan serta membawa bukti keberhasilan seperti uang dan harta benda, pada umumnya dipuji dan dikagumi oleh sanak-saudara dan tetangganya dan mereka ikut bersukacita. Yesus pulang ke tampat Ia dibesarkan tidak membawa uang atau harta benda, melainkan membacakan sabda, ramalan nabi Yesaya, yang menggambarkan jati Diri-Nya sebagai Penyelamat Dunia. Dengan kata lain Ia sungguh mahabesar melebihi orang-orang yang sukses dalam usaha dan kerja, karena Ia adalah Penyelamat Dunia. Ia, setelah membacakan kutipan dari Kitab Yesaya, bersabda: ”Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” : orang miskin menerima kabar baik, yang ditawan dibebaskan, yang buta melihat, yang tertindas dibebas dan rahmat Tuhan datang. Mungkin karena kebesaran-Nya itulah maka sanak-kerabat dan tetangga-Nya tidak percaya kepada-Nya: dari keluarga sederhana lahir Tokoh Dunia yang tetap sederhana penampilan-Nya. Bercermin dari Warta Gembira hari ini, saya mengajak dan mengingatkan kita semua: marilah kita dalam hidup beriman lebih mengutamakan tindakan atau perilaku daripada kata-kata atau pembicaraan, sedikit bicara (yang bermutu) banyak kerja Kita tingkatkan dan perdalam perilaku dan tindakan yang benar, meskipun untuk itu harus menghadapi tantangan atau ketidak-percayaan sesama dan saudara-saudari kita; khususnya dalam perilaku atau tindakan kita lebih berbuat baik kepada mereka yang miskin dan tertindas/tertawan, dan biarlah kehadiran dan sepak terjang kita di mana pun dan kapanpun menjadi ‘rahmat Tuhan’ yang menyelamatkan dan membahagiakan.   
 
  “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (1Tes 4:13-14). Pesan dan peringatan Paulus kepada umat di Tesalonika ini baiklah kita renungkan dan refleksikan. Kita semua kiranya berharap ‘meninggal dalam Yesus dan dikumpulkan Allah bersama-sama Dia’. Kita akan meninggal bersama Yesus jika selama hidup di dunia ini kita juga senantiasa bersama-Nya, melaksanakan sabda-sabda-Nya serta meneladan cara bertindak-Nya. Cara bertindak Yesus antara lain: memberi kabar baik kepada yang miskin, membebaskan yang tertawan dan tertindas dan kehadiran-Nya dimanapun dan kapanpun menjadi rahmat dan berkat bagi yang mendambakan keselamatan dari Tuhan. Maka marilah dalam hidup sehari-hari, dalam kerja maupun pergaulan kita senantiasa memperhatikan dan berpihak pada yang miskin dan tertindas atau tertawan, entah secara spiritual maupun fisik.  Biarlah kematian yang datangnya tak terduga dan tiba-tiba menjadi pengharapan kita, karena kita mati atau meninggal dalam Yesus dan akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia, mulia dan bahagia di sorga. Marilah kita hayati semangat iman ini : “baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Rm 14:8), kita senantiasa hidup dalam Tuhan dan berharap mati dalam Tuhan juga. (Kumpulan Renungan Rm. Ign. Sumarya, SJ, Senin Hari Biasa Pekan XXII Tahun II)

Antifon Komuni (1Tes 4:14)

Kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang meninggal dalam iman akan Yesus, akan dihimpun Allah bersama dengan Yesus.  



terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy