Kamis, 27 Februari 2020 Hari Kamis sesudah Rabu Abu

Kamis, 27 Februari 2020
Hari Kamis sesudah Rabu Abu

“Apabila seseorang menyatakan cintanya kepada orang lain yang mengalami kesengsaraan, apa pun juga, ia sendiri mendapat berkat.” – St. Leo Agung


Antifon Pembuka (Mzm 55:17.20.23)

Ketika aku berseru kepada Tuhan, Ia mendengarkan daku dan membebaskan daku dari musuh-musuhku. Serahkanlah nasibmu kepada Tuhanku dan Dia akan menolong engkau.

When I cried to the Lord, he heard my voice; he rescued me from those who attack me. Entrust your cares to the Lord, and he will support you.


Doa Pembuka


Allah Bapa pangkal dan tujuan kehidupan kami, terangilah hati dan budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. Dampingilah kami dalam melaksanakannya dan berikanlah rahmat-Mu untuk menyelesaikannya dengan baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Ulangan (30:15-20)
   
    
"Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu: berkat dan kutuk."
  
Di padang gurun di seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturan-Nya. Dengan demikian engkau hidup dan bertambah banyak, dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang kau masuki untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu bahwa pastilah kamu akan binasa, dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi Sungai Yordan, untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya. Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku
atau Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; Ul: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (Mat 10:7)
Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:22-25)
  
"Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya."
  
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga. Kata-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 

Alkisah, seorang pelanggan marah-marah kepada pemilik kios roti. Pasalnya, roti yang dijualnya sudah agak tengik alias busuk. Si pemilik kios pun tidak mau disalahkan dan dipermalukan. Katanya dengan nada marah, "Hai aak muda, jangan asal omong. Saya membuat roti di sini sudah sejak engkau belum lahir, tahu!" "Ya itulah sebabnya. Kalau sudah begitu lama Anda bikin roti itu, kenapa sekarang baru Anda jual?" jawab pemuda itu. 
 
Ada dua pesan rohani yang dapat kita petik. Pertama, orang yang dikuasai emosi atau kemarahan akan mudah jatuh sendiri. Karena sebenarnya kemarahan membunuh kejernihan pikiran dan hati. Bila hati sudah keruh dan pikiran jenuh, maka orang mudah runtuh. Ia tidak teguh dalam kebenaran dan kebaikan. Kedua, apa yang sudah lama dan busuk sebaiknya dibuang saja. Itulah pertobatan. Yang namanya busuk tetaplah busuk. Bila dibiarkan akan merugikan dan merusak banyak pihak. 
 
 Betapa sabda Yesus hari ini menjadi sangat relevan bagi hidup kita, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Banyak perkara dan masalah yang kita hadapi muncul karena kita kurang atau bahkan tidak menyangkal diri. Bagi kita sebagai orang beriman, menyangkal diri itu bukan suatu himbauan, tetapi suatu keharusan. 
 
 Selanjutnya, memikul salib. Salib di sini berarti tanggung jawab, risiko, penderitaan atau korban diri. Yesus mengajarkan demikian karena melihat dan merasakan kebenaran salib. Bagi Yesus, hanya orang-orang yang memikul salibnya akan memenangkan kehidupan secara baik dan benar. Oleh karena itu, Yesus sendiri dengan sukarela memikul salib-Nya. Bahkan Dia wafat di salib. Kita ingat, betapa indahnya doa dan sabda Yesus ketika bergantung di kayu salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Luk 23:34). 
 
 Akhirnya, mengikuti Yesus. Hanya orang yang menyangkal diri dan memikul saliblah yang dapat mengikuti Yesus. Orang yang mengikuti Yesus tentu pada akhirnya dapat lebih mudah mengampuni sesamanya. Karena Tuhan Yesus tidak hanya memberikan teladan tetapi Dia ikut bekerja dengan penuh rahasia dalam setiap murid-Nya. . (Rm. Andreas Yudhi Wiyadi, O.Carm/Cafe Rohani)

Antifon Komuni (Mzm 51:12)

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam diriku.

Create a pure heart for me, O God; renew a steadfast spirit within me.