Seri Katekismus: YANG TIDAK SELAMAT


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 240

Seri Katekismus
YANG TIDAK SELAMAT
 
Syalom aleikhem.
Mereka yang termasuk anggota Gereja Katolik dipanggil kepada keselamatan kekal. Namun, sesungguhnya tak hanya anggota Gereja Katolik saja, melainkan umat lainnya yang beriman kepada Kristus dan semua orang tanpa kecuali dipanggil kepada keselamatan yang sama.

“Umat lainnya yang beriman kepada Kristus”
adalah umat Kristen non-Katolik, di antaranya: umat Ortodox, umat Anglikan, umat protestan, dsb. “Semua orang” artinya segenap bangsa manusia dari segala agama.

Lalu, siapakah anggota Gereja Katolik? Anggota Gereja Katolik adalah mereka yang menerima seluruh tata susunan Gereja Katolik dan semua upaya keselamatan yang diadakan di dalamnya. “Tata susunan Gereja Katolik” adalah hierarki dan segala perangkatnya. Gereja Katolik dipimpin oleh Imam Agung dan para uskup. Imam Agung yang dimaksud adalah Uskup Roma alias Sri Paus. Bersama dengan para uskup, Sri Paus menjadi pengganti dan penerus Para Rasul. Boleh disebut bahwa merekalah Para Rasul yang hidup zaman modern ini, Para Rasul jaman now.

Selanjutnya, “seluruh upaya keselamatan” terdiri atas pengakuan iman, sakramen-sakramen, kepemimpinan gerejawi, dan persekutuan. Semua ini menjamin adanya ikatan-ikatan yang mempersatukan. Contoh: di manapun selalu ada tujuh sakramen tak kurang tak lebih.

Setiap anggota Gereja Katolik wajib menerima semua hal yang ada di dalam Gereja Katolik, baik (1) tata susunan Gereja maupun (2) upaya keselamatan di dalamnya. Tak ada pilih-pilih ajaran ataupun pilih-pilih tata cara bahkan pilih-pilih sakramen; tak ada sortir jumlah kitab dalam Alkitab, dsb. Karena itu, tak bisa orang Katolik menyatakan: “Kalau bagian ini, aku mau dan setuju; kalau itu, aku tak mau dan tak setuju.” Bahasa simpelnya, segala apa yang ada di dalam Gereja Katolik harus diterima dan disetujui oleh tiap-tiap anggotanya. Mengapa? Sebab, semua itu adalah upaya keselamatan yang mutlak diperlukan.

Katolik Pasti Selamat?

Apakah orang Katolik pasti selamat? Kepastiannya jelas: sepenuhnya selamat. Tentu saja keselamatan ini punya syarat, yaitu orang Katolik melaksanakan firman Kristus sebagaimana diajarkan oleh Para Rasul dan diteruskan oleh Gereja Katolik. Ada hal yang perlu dipahami dengan baik bahwa firman Kristus tidak dengan sendirinya sampai kepada kita, melainkan melalui pengajaran oleh Para Rasul dan penerusan oleh Gereja Katolik.

Pertanyaan selanjutnya: apakah “semua” anggota Gereja Katolik pasti selamat? Katekismus menyebut bahwa orang Katolik yang berada dalam pangkuan Gereja hanya “dengan badan” tapi tidak “dengan hati” tak akan selamat. Adakah orang semacam itu? Ada kiranya. Orang Katolik yang menjadi anggota Gereja hanya dengan badan tapi tidak dengan hati, bahasa mudahnya, adalah orang Katolik KTP. Ia dibaptis Katolik, tapi perilakunya: perkataan dan perbuatan tak mencerminkan pelaksanaan firman Kristus.

Cukup jelas bahwa anggota Gereja Katolik yang selamat adalah yang menjadi Katolik “dengan badan dan hati”, artinya sepenuh-penuhnya, total.

** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 836 – 837



Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring