Sabtu, 25 Mei 2019 Hari Biasa Pekan V Paskah

Sabtu, 25 Mei 2019
Hari Biasa Pekan V Paskah

“Dunia ini tidaklah utuh ... Tetapi ke dalam dunia yang hancur ini, seorang Anak telah lahir, yang disebut Putra Yang Mahatinggi, Raja Damai, Juruselamat. Aku memandang Dia dan berdoa, ‘Terima kasih, Tuhan, Engkau telah datang .. Hati-Mu jauh lebih besar daripada hatiku.’” — Henri Jozef Michel Nouwen


Antifon Pembuka (lih.Kol 2:12)

Kita dikubur bersama Kristus dalam pembaptisan dan dibangkitkan bersama dengan Dia, berkat iman kita akan kuasa Allah, yang telah membangkitkan kita dari alam maut. Alleluya.

You have been buried with Christ in Baptism, through which you also rose again by faith in the working of God, who raised him from the dead, alleluia.

Doa Pembuka


Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dalam Sakramen Pembaptisan Engkau telah menganugerahkan hidup surgawi kepada kami sehingga maut tidak menguasai kami lagi. Bimbinglah kami agar dapat mencapai kemuliaan sepenuhnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:1-10)
   
   
"Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami"
   
Sekali peristiwa Paulus datang ke Derbe dan Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia demi orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman, dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengijinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya katanya, “Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
Atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku
Ayat. (Mzm 100:1-2.3.5, R:3c)
1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:1)
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.
      
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:18-21)
 
"Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia."
 
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


 Setia pada iman, panggilan dan tugas perutusan memang tidak akan terlepas dari aneka macam tantangan, hambatan atau aniaya: setia sebagai suami isteri yang saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, setia pada janji imamat, setia pada kaul, setia pada janji baptis dst… Masa kini cukup banyak perceraian antara suami-isteri, ketidak-setiaan pada janji, tugas perutusan atau pekerjaan, karena orang hanya mengikuti keinginan atau seleranya sendiri, tidak menuruti firman/sabda Tuhan yang antara lain ‘diterjemahkan’ atau dibahasakan ke dalam berbagai macam tatanan dan aturan hidup atau bekerja.  Di mata masyarakat dunia yang meninggikan nilai-nilai materialisme, pemenuhan nafsu secara bebas, aborsi, euthanasia, seks bebas, ateisme, jalan hidup Kristus seperti duri dalam daging. Karena pengikut Yesus ini biarpun bukan milik dunia, masih berada di dalam dunia bersama-sama mereka. Di banyak negara, Gereja Katolik dibenci dan dihujat. Kesalahan yang dibuat sejumlah kecil saja anggota Gereja mendapat ekspos secara besar-besaran. Di beberapa negara, para religius dan awam sampai saat ini mengalami penganiayaan bahkan hingga mati. Kita sendiri di negara ini mengalami ketidak adilan oleh sebagian masyarakat dan beberapa pemerintah setempat. Banyak Gereja ditutup, sebagian dibakar. Namun sebelum semua perlakuan buruk ini terjadi, Yesus sudah mengingatkan,"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu."(Yoh 15:18) Kerajaan Allah yang diberikan Yesus kepada para pengikut-Nya mula-mula bukanlah kerajaan yang kelihatan oleh mata. Kerajaan itu hadir di dalam diri semua pengikut-Nya dan sudah dimulai sejak di dunia ini yaitu saat kita dibaptis. Suatu kerajaan damai sejahtera kekal yang berlanjut terus setelah umur kita di dunia ini selesai.
 
Salah satu bentuk kesetiaan pada iman, panggilan atau tugas perutusan masa kini adalah bertindak jujur serta tidak korupsi dalam bentuk apapun. Kepekaan dan sikap kritis terhadap korupsi pada masa kini sungguh tipis kalau tidak boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Orang mudah marah ketika dihina atau diejek, entah terkait dengan pribadi atau organisasi atau agama, tetapi ketika ada orang korupsi diam-diam saja, tidak protes atau menegurnya, apalagi memberantasnya. “Jujur hancur”, demikian kata sebuah rumor. Memang untuk hidup dan bertindak jujur orang harus bekerja keras, penuh pengorbanan dan perjuangan. Untuk melatih atau membina kejujuran pada anak-anak hendaknya dibiasakan sedini mungkin untuk bertindak jujur serta diberi teladan.

“Di dalam dunia yang penuh dengan kebisingan, dan penuh dengan kekacauan, ada suatu kebutuhan untuk menyembah dalam keheningan kepada Yesus yang tersembunyi dalam Hosti. Bertekunlah dalam doa adorasi dan ajarkanlah ini kepada umat beriman. Hal ini adalah suatu sumber penghiburan dan terang, terutama bagi mereka yang menderita.” — Paus Benediktus XVI
  
Antifon Komuni (Yoh 17:21)
 
Tuhan bersabda, "Ya Bapa, Aku berdoa bagi mereka, semoga mereka bersatu dalam Kita, agar dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku." Alleluya. 
 
Doa Malam

Allah yang Mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas semua anugerah yang boleh kami terima hari ini. Namun, kami juga mohon berkat serta perlindungan-Mu malam ini sehingga esok hari kami tetap terbuka terhadap penyertaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

RENUNGAN PAGI