Seri Alkitab INJIL MARKUS 4:22-24


KATKIT (Katekese Sedikit) No. 233

Seri Alkitab
INJIL MARKUS 4:22-24

Syalom aleikhem.
Mrk. 4:22
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Non enim est aliquid absconditum, nisi ut manifestetur, nec factum est occultum, nisi ut in palam veniat.

Ada dua kalimat dalam ayat ini, keduanya punya makna sama. Menulis dua kalimat serangkai dengan arti sama adalah kebiasaan sastra Ibrani. Puisi-puisi dalam kitab-kitab hikmat dalam Alkitab cukup banyak memuat kalimat serupa.

Kata “tersembunyi” artinya tak terlihat. Tiada keterangan apakah itu disengaja atau tidak sebab fokusnya bukan itu, melainkan pada perihal tak kelihatan. Sementara itu, kata “rahasia” merujuk pada sesuatu yang dengan sengaja tak diperlihatkan atau dirahasiakan. Kedua kata saling melengkapi, ada sesuatu yang begitu saja tak tampak di depan umum, ada sesuatu yang sengaja tak ditampakkan. Persamaan keduanya adalah perihal tidak diketahui umum.

Susunan kalimat dalam ayat ini memang kurang lazim dalam bahasa kita. Jika dilazimkan, jadilah: “Apa yang tersembunyi akan diberitahukan, apa yang dirahasiakan akan diperlihatkan.” Bisa juga: “Apa yang tak dapat dilihat orang, nanti akan bisa dilihat; apa yang tak diketahui orang, nantinya akan diketahui.”

Ayat ini menyiratkan Kerajaan Allah yang pada suatu waktu masih belum diketahui orang banyak. Suatu saat, pada waktu yang tepat menurut pandangan Allah, Kerajaan Allah akan diberitahukan keberadaannya. Ayat ini melanjutkan perumpamaan tentang lampu dalam ayat sebelumnya. Ajaran Kerajaan Allah akan menerangi orang yang mendengarnya. Itulah mengapa ayat berikut ini bicara mengenai mendengar; maksudnya secara khusus “mendengar ajaran Kerajaan Allah”.

Mrk. 4:23
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Si quis habet aures audiendi, audiat ”.

Ayat ini pernah muncul di 4:9. Penjelasannya sama.

Mrk. 4:24
Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Et dicebat illis: “ Videte quid audiatis. In qua mensura mensi fueritis, remetietur vobis et adicietur vobis.

Apa artinya “ukuran” di sini? Banyak pakar Alkitab menyatakan bahwa ukuran ini maksudnya sejauh mana kita taat kepada ajaran Tuhan Yesus. Menurut tafsiran ini, makna ayat ini menjadi: “Makin sungguh-sungguh kamu menaati yang Kuajarkan kepadamu, makin kamu mengerti firman Allah, dan akan makin mengerti lagi.”

Terdapat tafsiran lain, yaitu mengenai menghakimi orang lain. Jika tafsiran ini diikuti, maknanya: “Aturan yang kamu pakai untuk menghakimi orang lain akan dipakai Allah untuk menghakimi kamu, bahkan lebih keras lagi.”

Dalam hal ini, tafsiran pertamalah yang lebih sesuai konteks ayat-ayat yang sinambung. Ukuran yang dimaksud adalah sejauh mana kita menaati ajaran Tuhan.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring