 |
| SiouxFall Diocese |
Jumat, 30 Januari 2026
Hari Biasa Pekan III
“Keberanian untuk berdiri kokoh dalam kebenaran adalah tuntutan yang tak
terhindarkan dari mereka yang dikirim Tuhan sebagai domba diantara
serigala. “Mereka yang takut akan Tuhan tidak akan takut”, kata kitab
Sirakh (34:16). Takut akan Allah membebaskan kita dari takut akan
manusia. Ia membebaskan.” (Paus Benediktus XVI)
Antifon Pembuka (Mzm 51:3)
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku.
Doa Pagi
Allah Bapa Maharahim, Engkau selalu penuh belas kasih terhadap siapa pun
yang menghadap Engkau dengan hati menyesal. Janganlah memandang dosa
kami, tetapi terimalah niat kami yang baik, mau mengikuti Putra-Mu dan
hidup seturut sabda-Nya. Sebab yang hidup dan berkuasa yang
bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang
segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (11:1-2.4a.5-10a.13-17)
“Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya.”
Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu
Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang
Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang
Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang,
ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas
sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang
wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh
orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan
dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah
wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku
mengandung.” Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah
Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria
menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud
tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah
Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika
Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah
raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama
hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah
kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Keeseokan harinya
Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya
mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat
tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan
perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu demikian: “Tempatkanlah
Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu
mengundurkan diri padanya supaya ia terbunuh mati.” Pada waktu Yoab
mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya
ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang itu keluar menyerang
dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari
anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.