| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Meditasi Antonio Kardinal Bacci tentang Sakramen Tobat

 



1. Dosa adalah karamnya jiwa. Jika dosanya serius, maka itu adalah kecelakaan kapal yang fatal. Pengakuan dosa adalah satu-satunya papan yang bisa kita pegang dengan aman, jika kita ingin dibawa kembali ke pelabuhan kasih karunia Allah. Memang benar, jika ada kebutuhan, kita dapat memperoleh kembali persahabatan dengan Allah melalui tindakan penyesalan yang sempurna dan niat untuk mengaku dosa. Namun tindakan penyesalan yang sempurna menuntut tindakan kasih yang sempurna kepada Allah, dan hal ini tidaklah mudah. Selalu ada keraguan mengenai apakah kita telah mencapai tingkat kesempurnaan yang diperlukan. Sebaliknya, jika kita menerima Sakramen Tobat dengan sikap yang benar, maka hal itu tidak hanya akan memberi kita rahmat, tetapi juga keyakinan dan kedamaian pikiran. Sakramen ini sangat tepat disebut sebagai mahakarya belas kasihan Allah. Apa jadinya nasib kita, kita yang berdosa ini, jika Allah tidak memberikan para Rasul dan penerus mereka dalam imamat kuasa sakramental pengampunan dosa? Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang luar biasa ini.

Sabtu, 24 Februari 2024 Hari Biasa Pekan I Prapaskah

 
Sabtu, 24 Februari 2024
Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Neraka yang sekarang ini jarang dibicarakan orang sesungguhnya tersedia dan abadi untuk mereka yang menutup hatinya kepada Yesus. (Paus Benediktus XVI)


Antifon Pembuka (Mzm 19:8)

Sempurnalah hukum Tuhan dan menyegarkan jiwa. Benarlah kesaksian Tuhan, hikmat bagi orang sederhana.

Doa Pagi 
     
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar patuh setia berbakti kepada-Mu. Semoga kami selalu mencari Engkau dan mengamalkan karya cinta kasih.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
            
      
Credit:ThamKC/istock.com

Bacaan dari Kitab Ulangan (26:16-19)
  
"Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu."
    
Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berbicara kepada bangsanya, “Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Pada hari ini engkau telah menerima janji dari Tuhan: Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan pada hari ini pula Tuhan telah menerima janji dari padamu bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya. Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa seperti telah dijanjikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati