Selasa, 17 Maret 2026
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
“Air telah naik dan badai besar menimpa kami, tetapi kami tidak takut
tenggelam, karena kami berdiri kokoh di atas batu karang. Biarkan laut
mengamuk, ia tidak dapat memecahkan batu karang. Biarkan ombak naik,
mereka tidak dapat menenggelamkan Perahu Yesus.” - St. Yohanes
Krisostomus
Antifon Pembuka (Yes 55:1)
Tuhan bersabda, “Kalian yang haus datanglah ke sumber air, dan kalian
yang tak mampu membayar, mari datanglah dan minumlah dengan gembira.”
All who are thirsty, come to the waters, says the Lord. Though you have no money, come and drink with joy.
Doa Pagi
Allah Bapa yang Maharahim, kami menjalankan masa tobat ini dengan
semangat suci. Semoga dengan demikian kami menyiapkan diri untuk
mewartakan berita gembira tentang karya penyelamatan-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus
Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan
Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 |
| Credit:ThamKC/istock.com |
Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (47:1-9.12)
"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."
Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh,
ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju
ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur. Air itu mengalir dari
bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu
malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan
dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke
timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu
pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur
seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai
di pergelangan kaki. Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku
masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut.
Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya
masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang. Sekali lagi
ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di
mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi
sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi
lagi. Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sudahkah engkau lihat hai
anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu.
Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat
banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. Malaikat itu berkata
kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke
Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, maka air laut yang mengandung
banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir, segala
makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi
sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ
menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di
sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon
buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap
bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air
dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.