Kamis, 27 Oktober 2022 Hari Biasa Pekan XXX

Kamis, 27 Oktober 2022
Hari Biasa Pekan XXX
 
“Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan hanyalah bagaikan butiran-butiran pasir di hadapan gunung kerahiman Allah yang Mahabaik” (St. Yohanes Maria Vianey)
 

Antifon Pembuka (Mzm 144:1)
 
Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajak tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
 
Doa Pagi
 

Allah Bapa kami di surga, sudilah datang menyampaikan sabda dan memberi kami kekuatan. Semoga Roh-mu mengajar kami tentang kebenaran dan keadilan-Mu.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.  
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (6:10-20) 
    
"Kenakanlah perlengkapan senjata Allah agar kalian dapat bertahan."
      
Saudara-saudara, hendaklah kalian kuat dalam Tuhan, dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kalian dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Sebab perjuangan kita bukanlah melawan manusia, melainkan melawan pemerintah dan penguasa, melawan para penghulu dunia gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kalian dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan dan kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kalian akan dapat memadamkan semua panah api si jahat. Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu sabda Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu dalam Roh dan berjaga-jagalah dalam doamu itu dengan permohonan terus-menerus untuk segala orang kudus. Berdoalah juga untuk aku, supaya tiap kali membuka mulutku, aku dikaruniai perkataan yang tepat. Berdoalah, agar aku dengan berani mewartakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya aku menyatakannya dengan berani, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
Ayat. (Mzm 144:1.2.9-10)

1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Luk 13:35, Mrk 11:10) 
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
        


Inilah Injil Suci menurut Lukas (13:31-35)  
  
"Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem." 
    
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus, “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Pergilah, dan katakanlah kepada si serigala itu, ‘Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang pada hari ini dan esok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan esok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya sorang nabi dibunuh di luar Yerusalem’. Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap, tetapi kalian tidak mau. Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi! Tetapi Aku berkata kepadamu: Kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kalian berkata, ‘Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan’.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)

 
Renungan
 
 
Kekuatan manusia bisa sangat mengesankan dan bahkan mengagumkan.

Tetapi tidak peduli seberapa kuat seseorang, baik secara fisik maupun mental, kekuatan manusia terbatas dan manusia tidak terkalahkan.

Terlebih lagi ketika kekuatan manusia dilawankan dengan kekuatan spiritual, maka kekuatan manusia tentu tidak ada tandingannya karena kekuatan spiritual semakin tinggi.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mendesak jemaat Efesus dan mendesak kita untuk bertumbuh kuat di dalam Tuhan, dengan kekuatan kuasa-Nya.

Rasul Paulus memberitahu kita untuk mengenakan perlengkapan senjata Tuhan agar dapat melawan taktik iblis.

Rasul Paulus juga menyoroti hal ini: Karena bukan melawan musuh manusia yang harus kita perjuangkan, tetapi melawan penguasa dan kekuatan yang memulai kegelapan dunia ini, pasukan spiritual kejahatan.

Yesus harus menghadapi kekuatan kegelapan ini ketika Herodes, yang digunakan oleh kekuatan gelap ini, mencoba mencari cara untuk membunuh Yesus.

Tetapi Yesus datang untuk menghancurkan kuasa kegelapan dan untuk membawa terang dan keselamatan dan untuk memberi kita kekuatan untuk melawan kejahatan.

St Paulus mendesak kita untuk berdoa sepanjang waktu, meminta apa yang kita butuhkan, berdoa dalam Roh pada setiap kesempatan yang memungkinkan.

Doa adalah senjata kita dan kekuatan kita dari Tuhan. Dengan doa kita akan dapat melakukan apa yang Tuhan inginkan dari kita dan juga kita akan mengatasi kekuatan kegelapan dan kejahatan. 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini 
 
Antifon Komuni (Mzm 144:1)
 
Terpujilah Tuhan, Pelindungku, yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang. 
 
Doa Malam

Yesus, ampunilah aku, jika pada hari ini aku telah melukai hati-Mu dengan pikiran, perkataan dan perbuatanku. Aku menyesal kesalahanku ini. Bimbinglah aku kembali ke jalan yang benar, jalan yang membawa kepada keselamatan abadi. Amin.
 
   

RENUNGAN PAGI